Posts Tagged ‘the day of the lord’

 

Tahun 2017 adalah Tahun yang luar biasa penting secara propetik, karena tahun ini terjadi kegenapan dari tanda-tanda langit dalam kitab Yoel yang belum terungkap selama ini. Tahun ini kita akan mengerti pesan-pesan profetik dari kitab Yoel secara lebih lengkap. Inilah waktunya gereja-Nya memahami lebih terang mengenai nubuat “Blood Moon” di Yoel Pasal 2 yang masih menjadi misteri sampai hari ini dan menyadari perbedaannya dengan nubuat “Black Moon” pada Yoel Pasal 3. Inilah momentum terakhir dimana umat Tuhan harus mengerti bahwa ‘Bulan Darah’ 2015 hanya peringatan dini, dan harus bersiap untuk apa yang akan datang pada tahun ini.

PESAN PROPETIK YOEL

Menjelang Tahun 2014-2015, orang ramai membicarakan fenomena ‘Bulan Darah’ yang terjadi berurutan sampai empat kali dalam dua tahun itu. Kebanyakan pengkotbah mengkaitkan peristiwa ‘Bulan Darah’ Tahun 2014-2015 dengan nubuat Yoel 2:31.

“Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.”
(Yoel 2:31 )

Tanda langit itu benar-benar terjadi, dalam dua tahun itu terjadi peristiwa Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan Darah secara berturut-turut. Dan tanda ‘Bulan Darah’ itu telah berhasil menjadi sangkakala yang membangunkan begitu banyak jemaat yang tertidur. Namun sayangnya kebanyakan kita salah mengerti, dan menyangka Hari Tuhan akan langsung terjadi setelah tanda alam tersebut. Maka ketika tanda alam itu lewat dan orang tidak melihat apa yang mereka bayangkan, mereka kemudian mengabaikannya.

Sayang sekali para pengkotbah juga ikut berhenti membicarakan nubuat Yoel. Padahal nubuat Yoel sesungguhnya tidak hanya sampai pada ‘Matahari Gelap dan Bulan Darah’ (pasal 2), tetapi ada satu pasal lagi yang juga menubuatkan tanda langit yang lain. Pasal tiga Yoel menyebutkan tanda langit ‘Matahari Gelap dan Bulan Gelap’.

“Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan! Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya.” ( Yoel 3:14-15 )

Banyak di antara kita menganggap bahwa Yoel 3:15 ini sama dengan Yoel 2:31, disinilah kita sebelumnya gagal untuk memahami. Ternyata kedua ayat ini bukan repetisi, tetapi dua ayat berbeda yang menubuatkan dua peristiwa yang berbeda pula. Perhatikan perbedaan nubuat ‘Bulan Darah’ di Yoel 2 dan ‘Bulan Gelap’ di Yoel 3 ini.

Di Yoel 2, disebutkan bahwa Bulan akan menjadi darah maksudnya menjadi merah seperti darah (Wah 6:12), dan disebutkan hal ini akan terjadi ‘sebelum’ Hari Tuhan. Sementara di Yoel 3 Bulan menjadi gelap atau menjadi hitam atau tak bercahaya (Mat 24:29), dan tidak ditemukan kata ‘sebelum’. Artinya tanda ‘Bulan Gelap’ akan terjadi pada momentum Hari Tuhan itu sendiri.

Jadi pesan propetik Yoel terdiri dari dua tanda langit yang berbeda. Yang pertama tanda ‘Matahari Gelap dan Bulan Darah’, yang telah digenapi di 2014-2015. Ini merupakan tanda peringatan dini (“early warning”). Dan ada tanda kedua yang harus kita perhatikan, yaitu tanda ‘Matahari Gelap Bulan Gelap’ yang merupakan tanda semakin mendekatnya Hari Tuhan.

Belajar dari waktu-waktu yang lalu, kita harus lebih teliti dan memperhatikan baik-baik, bahwa yang dimaksud dengan Hari Tuhan disini tidak hanya peristiwa Pengangkatan, tetapi ada beberapa peristiwa. Kalau kita baca di Yoel 3, justru yang disebut pertama adalah terjadinya peristiwa Pengepungan Yerusalem yang memang harus terjadi menjelang Kedatangan Tuhan. Dikatakan di Yoel 3:14: “Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan!” ini adalah nubuat datangnya banyak orang ke Lembah Yosafat untuk mengepung kota Yerusalem. Lembah Penentuan yang dimaksud di ayat ini, dalam Alkitab KJV disebut “valley of decission” ini istilah propetik untuk lembah Yosafat, lembah di sebelah timur kota Yerusalem. (Yosafat artinya ‘Yehovah Menghakimi’).

Pengepungan Yerusalem inilah yang disebut Waktu Kesusahan bagi Yakub ( Yer 30:7 ) atau yang selama ini kita kenal dengan istilah Kesusahan Besar (“Great Tribulation” – Matt 24:21 KJV).

Perhatikan jangan rancu: “Great Tribulation” bukan Masa Tujuh Bencana atau Murka Allah yang terjadi setelah “Rapture”. Sebelum peristiwa Pengangkatan akan terjadi terlebih dahulu Tribulasi Besar bagi warga kota Yerusalem dan wilayah Yudea. Hal ini sangat jelas disampaikan Tuhan Yesus di Matius 24 bahwa “Great Tribulation” terjadi lebih dahulu baru kemudian akan muncul tanda Anak Manusia di langit.

“ Segera sesudah siksaan (“immediately after the tribulation” – KJV) pada hari-hari itu matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya, dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit…” ( Matius 24:29-30 )

Di ayat ini Tuhan Yesus mengkonfirmasi bahwa, segera atau hampir bersamaan dengan saat Kesusahan Besar itu, akan terjadi tanda ‘Matahari Gelap dan Bulan Tidak Bercahaya’ atau Bulan menjadi gelap. Perhatikan ini tanda yang sama dengan tanda langit ‘Bulan Gelap’ di Yoel 3, dan ini bukan tanda ‘Bulan Darah’ (Yoel 2).

Sekarang menjadi jelas, bahwa peristiwa Pengangkatan yang disebut di Matius 24:30-31, terjadi setelah tanda ‘Bulan Gelap’ (Yoel 3) bukan setelah ‘Bulan Darah’ (Yoel 2).

“BLACK MOON”

Pada Buletin PAZ 2015 kita sudah memahami bahwa yang dimaksud tanda ‘Matahari Gelap’ dan ‘Bulan Darah’ adalah Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan Merah yang terjadi berurut-urut selama 2014-2015. Lalu apa yang dimaksud dengan tanda ‘Bulan Gelap’ ?

Ternyata dalam ilmu Astronomi ada dikenal istilah “Black Moon” atau Bulan Hitam. Hampir setiap bulan dalam Kalendar Masehi ada saat dimana bulan mencapai fase gelap yaitu sebelum bulan sabit muncul, ini hal umum yang terjadi setiap bulannya. Namun karena rotasi bulan mengelilingi bumi di zaman ini telah mencapai 29 hari lebih sedikit, ada kalanya bulan mengalami dua kali fase gelap dalam satu bulan kalender. Pada saat bulan mencapai fase gelap yang kedua itulah bulan disebut sebagai “Black Moon” artinya Bulan Hitam atau Bulan Gelap.

Istilah “Black Moon” juga dipakai pada fase bulan gelap yang lebih langka. Bila dalam satu musim terjadi empat kali fase bulan gelap. Dalam satu musim yang terdiri dari tiga bulan kalender, normalnya hanya terjadi tiga kali bulan gelap. Dan ketika muncul bulan gelap sampai empat kali, para astronom menyebut bulan gelap yang ketiga juga sebagai “Black Moon”. Pada Tanggal 21 Agustus 2017 yang akan datang, akan muncul “Black Moon” tipe ini. Tetapi “Black Moon” kali ini akan sangat istimewa, karena Bulan Gelap ini akan dapat dilihat oleh seluruh dunia karena sekaligus akan menyebabkan Gerhana Matahari Total yang spektakuler.

Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi pada Tahun 2017 tepatnya tanggal 21 Agustus sangat spektakuler hingga orang menyebutnya “The Great American Eclipse”. Gerhana Matahari ini disebut demikian karena bayang-bayang gerhana kali ini akan membuat lintasan memanjang sempurna membelah benua Amerika, khususnya negara adidaya Amerika Serikat. Benar-benar sempurna dari pantai timur AS di samudera Atlantik, sampai pantai barat AS di samudera Pasifik. Menjadi sempurna lagi karena Bulan yang menutupi GMT kali ini adalah Bulan Hitam atau “Black Moon”.

Majalah Sekular Inggris “The Sun” menerbitkan artikel mengenai “Black Moon” yang akan terjadi Agustus Tahun ini. Mereka menulis bahwa “Black Moon” 2017 akan menyebabkan Gerhana Matahari Total yang disebut “The Great American Eclipse“, dan menyebutnya sebagai Fenomena Ilmu pengetahuan dan Peristiwa Astrologis yang langka. Majalah ini juga menjelaskan bahwa “Black Moon” ini merupakan event special bagi mereka yang melakukan ilmu hitam dan sihir.  (link: https://www.thesun.co.uk/news/1869462/black-moon-2017/ )

Inilah tanda langit yang disebut Yoel 3:15 dan Matius 24:29, “Matahari menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya”. Misteri “Blood Moon” di 2015 menjadi jelas di 2017 ini, dan peristiwa “Black Moon” di bulan Agustus 2017 akan menjawab pertanyaan berabad-abad.

KEGELAPAN ATAS BANGSA-BANGSA

Apa arti semua ini bagi bangsa Israel? Selama ini para rabbi Yahudi menganggap Gerhana Matahari sebagai tanda peringatan bencana bagi bangsa-bangsa lain (“bad omen for gentile”), sementara Gerhana Bulan mereka anggap sebagai tanda bencana bagi bangsa Yahudi. Tetapi Alkitab justru menunjukkan tanda Gerhana Matahari adalah tanda perkabungan untuk bangsa Israel.

“ “Pada hari itu akan terjadi,” demikianlah firman Tuhan ALLAH, “Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan… ” ” (Amos 8:9-10)

Nabi Yeremia lebih jelas lagi menyatakan bahwa Gerhana Matahari akan menjadi tanda momentum Penampian bagi bangsa Israel di kota-kota mereka, karena mereka tidak mau bertobat dari dosa-dosa dan pelanggaran mereka.

“Aku menampi mereka dengan tampi di kota-kota negeri; Aku membuat umat-Ku kehilangan anak dan membinasakan mereka, karena mereka tidak berbalik dari tingkah langkah mereka… baginya matahari sudah terbenam selagi hari siang, ia menjadi malu dan tersipu-sipu. Sisa mereka akan Kuserahkan kepada pedang di depan musuh-musuh mereka, demikianlah firman TUHAN.”  (Yeremia 15:7-9)

Mungkin ada orang yang berpikir bahwa Gerhana Matahari 2017 merupakan tanda bencana bagi bangsa-bangsa lain, sebab melihat Gerhana itu melintas di tempat lain bukan di tanah Israel. Bayangan Gerhana Matahari 2017 memang melintas di wilayah Amerika Serikat. Dan memang artinya secara spiritual ‘kegelapan menutupi bangsa-bangsa’, tetapi justru ketika bangsa-bangsa berada dalam kegelapan seperti pada zaman Hitler misalnya, orang-orang Yahudi mengalami masa yang paling buruk dalam sejarah Eropa. “Black Moon” ini tanda buruk (“bad omen”) bagi bangsa Israel.

Sepertinya suatu keputusan yang penting akan diambil di daratan Amerika Serikat. Mungkin di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di kota New York, mengingat bangsa-bangsa telah mentargetkan tahun 2017 ini sebagai tahun pengakhiran ‘pendudukan’ Israel atas tanah Yudea-Samaria yang disebut mereka dengan istilah Tepi Barat (“West Bank”) dan dianggap sebagai tanah wilayah Palestina. (Baca: “Bayang-Bayang 2017 Mengancam Yudea-Samaria”)

TERJADI DI BULAN TRAGEDI BANGSA ISRAEL

Lebih jauh “Black Moon” 2017 ini terjadi pada bulan “Av” (bulan kelima Yahudi) yang adalah bulan tragedi bagi bangsa Israel. Sejarah mencatat banyak tragedi atas orang-orang Yahudi terjadi di bulan “Av” ini. Bulan “Av” menjadi bulan tragedi bagi bangsa Israel karena kedegilan bangsa ini.

Alkitab menceritakan pada bulan “Av” bangsa Israel yang baru saja dilepaskan dari perbudakan di Mesir menanggis minta kembali ke Mesir karena ulah sepuluh pengintai yang menyebarkan kabar busuk ( Bil 13:32 ). Bangsa itu bersungut-sungut dan berkata bahwa Tuhan ingin mereka tewas oleh pedang di padang gurun ( Bil 14:3 ). Pada saat itulah Tuhan murka dan bersumpah akan melaksanakan sesuai perkataan jahat mereka tentang Tuhan dan menghabiskan orang-orang yang hatinya jahat.

“ Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.” (Bilangan 13:28)

Alkitab mencatat bahwa Bait Suci Pertama dihancurkan oleh Nebukadnezar pada tanggal 7 bulan “Av” (Tahun 586 SM). Sejarah juga mencatat bahwa Bait Suci Kedua dihancurkan Jenderal Titus pada bulan “Av” tepatnya tanggal 9 bulan “Av” Tahun 70 M.

Selanjutnya daftar panjang tragedi atas bangsa Yahudi sejak abad permulaan sampai abad 20 cenderung terjadi di bulan “Av”. Berikut sebagian saja dari rentetan panjang sejarah gelap bangsa ini.

Jatuhnya “Betar” benteng pemberontakan Bar Kokhba kepada tentara Romawi dan ratusan desa Yahudi dihancurkan pada 9 “Av” 135 M. Bangsa Arab mengambil alih wilayah Israel dari Kekaisaran Byzantin pada 14 “Av” 636 M.

Kerusuhan anti Yahudi di Arnstadt – Jerman Tahun 1264 dan Breslau – Polandia Tahun 1360 sama-sama terjadi pada tanggal 11 “Av”. Pengusiran warga Yahudi dari Inggris oleh Raja Edward I terjadi pada 9 “Av” 1290 M. Pengusiran warga Yahudi di Spanyol oleh Raja Ferdinand dan Ratu Isabella pada 7 “Av” 1492 M. Di Berlin – Jerman 38 orang Yahudi dibakar hidup-hidup pada Tahun 1510 M terjadi pada tanggal 12 “Av”. Kerusuhan anti Yahudi di Zola-Egerszeg – Hongaria Tahun 1883 M, terjadi pada tanggal 20 “Av”.

Berbagai tragedi terkenal di abad 20 juga banyak terjadi di bulan “Av”. Pembantaian etnis Yahudi (Pogrom) di Zhitomir – Rusia Tahun 1905 terjadi pada tanggal 23 “Av”. Kerusuhan Tahun 1929 serangan warga Arab terhadap warga Yahudi di sepenjuru wilayah Israel terjadi pada 17 “Av”. Jenderal Nazi Hermann Goering secara resmi memerintahkan perencanaan dan peluncuran kebijakan Nazi untuk eksekusi massal orang-orang Yahudi, pada 7 “Av” 1941. Pengiriman pertama 10,000 orang Yahudi dari Borislav gettho (Ukraina) ke Kamp Konsentrasi di Beslen – Jerman (deportasi masal pertama orang-orang Yahudi untuk dibantai di kamar-kamar gas di Beslen) terjadi pada tanggal 26 bulan “Av” tahun 1942. Pendek kata bulan “Av” adalah bulan Tribulation bagi bangsa Yahudi.

TANDA-TANDA TERAKHIR

Kita tidak tahu pasti apa yang akan terjadi pada saat “Black Moon” melintasi benua Amerika pada tanggal 21 Agustus Tahun 2017 nanti. Namun yang harus kita sadari hal ini merupakan sebuah tanda propetik besar yang harus dicermati baik-baik oleh umat Tuhan di seluruh dunia, bahwa ini adalah salah satu tanda terakhir dari Kedatangan Tuhan yang sungguh sudah sangat dekat.

Injil Lukas menyampaikan bahwa akan ada tanda-tanda pada benda-benda langit mulai dari Matahari dan Bulan, kemudian bintang-bintang.

“Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut..” ( Lukas 21:25 )

Dua kali tanda pada Matahari dan Bulan telah terjadi yaitu “Blood Moon” pada 2014 – 2015 dan “Black Moon” pada Agustus Tahun 2017 ini. Kemudian akan terjadi juga dua kali tanda pada bintang-bintang yang keduanya terjadi juga pada tahun ini. (Tunggu artikel selanjutnya: “Terungkapnya Wahyu 12…

Jika semua hasil pengamatan ini benar, maka Lukas 21:25 itu akan genap tahun ini. Dan bangsa-bangsa di bumi akan gempar, sebab bintang-bintang akan berjatuhan ke bumi dan orang-orang fasik akan mati ketakutan berhubung dengan bencana yang akan menimpa mereka (ay 26). Dan itulah tanda terakhir sebelum Kemunculan Anak Manusia dengan segala Kekuasaan dan Kemuliaan-Nya (ay 27). Dan Firman Tuhan berkata selanjutnya…

“Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” ( Lukas 21:28 )

Kapan Seharusnya Paskah 2016?

Passover of Christ

Passover of Christ

Tahun 2016, merupakan tahun yang unik karena tahun ini kita umat Kristen merayakan Paskah di bulan Maret, sedangkan orang Yahudi merayakan Pesach (Paskah Yahudi) di bulan April. Sebulan bedanya mengapa begitu jauh?

Read More…

MEMAHAMI MISTERI KERAJAAN ALLAH

Tulisan ini merupakan artikel pertama dari empat artikel spesial yang diterbitkan House of Revelation pada hari yang istimewa ini. Yaitu hari pertama dari Milenium Ketujuh yang ditandai dengan selesainya Gerhana Matahari Total Tanggal 20 Maret 2015. Perhatikan, empat artikel ini telah dipersiapkan untuk menyingkapkan Rahasia Hari Kedatangan Tuhan, kita tidak akan menyembunyikan lagi, karena waktunya sudah tiba untuk menyngkapkannya. Diharap semua rekan pembaca menyimak sampai selesai seluruh rangkaian artikel yang disampaikan, tanpa terburu-buru mencela atau menghakimi. Rangkaian artikel yang dimaksud adalah :

Berusahalah untuk memahami wahyu Tuhan Yesus yang telah termeterai berabad-abad, dan yang kini meterainya telah dibuka oleh Tuhan kita (Wah 6). Tujuan tulisan ini adalah menyingkapkan Firman Tuhan bagi mereka yang dituju oleh Kasih Karunia Kristus. Tidak ditujukan kepada mereka yang menolak kasih karunia-Nya, silahkan lanjutkan membaca atau berhenti disini.

 

 
Misteri Waktu Tuhan disingkapkan bagi Gereja-Nya di akhir zaman.

 

“Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman.” Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.” (Daniel 12:9-10)

Bila diperhatikan secara menyeluruh, Alkitab sebenarnya mengangkat suatu topik utama yaitu Kerajaan Allah di bumi. Adalah suatu kenyataan bahwa hal ini merupakan topik utama dari ajaran yang coba diungkapkan oleh Yesus pada kedatangan yang pertama. Dari keempat Injil dapat dilihat, betapa topik Kerajaan Allah merupakan fokus terpenting dari ajaran Yesus Kristus.

Read More…

Tulisan ini merupakan artikel terakhir dari empat artikel spesial yang diterbitkan House of Revelation pada hari yang istimewa ini. Yaitu pada hari pertama dari Milenium Ketujuh yang ditandai selesainya Gerhana Matahari Total Tanggal 20 Maret 2015. Perhatikan, empat artikel ini telah dipersiapkan untuk menyingkapkan Rahasia Hari Kedatangan Tuhan, kita tidak akan merahasiakannya lagi, karena kini waktunya sudah tiba untuk menyingkapkan. Diharap semua rekan pembaca menyimak dahulu artikel sebelumnya sampai selesai baru kemudian membaca artikel ini. Rangkaian artikel yang dimaksud adalah :

Berusahalah untuk memahami wahyu Tuhan Yesus yang telah termeterai berabad-abad, dan yang kini meterainya telah dibuka oleh Tuhan kita (Wahyu 6). Tujuan tulisan ini adalah menyingkapkan Firman Tuhan bagi mereka yang dituju oleh Kasih Karunia Kristus. Tidak ditujukan kepada mereka yang menolak kasih karunia-Nya, silahkan lanjutkan membaca atau berhenti disini.

 

 

Di bagian ini kita akan lebih mengerti bahwa TUHAN menghendaki kita umat-Nya memahami detail rencana-Nya termasuk waktu-waktu yang telah ditetapkan dalam Agenda Tuhan untuk segala sesuatu.

Ada tiga prinsip yang kita akan pahami setelah kita mempelajari rahasia waktu TUHAN dalam Alkitab lebih dalam. Pertama kita akan mengerti bahwa TUHAN bekerja dengan rencana-rencana yang cermat, tidak acak. TUHAN telah merencanakan segala sesuatu dengan agenda dan ketetapan waktu yang cermat. Pengkotbah mengatakan bahwa untuk segala sesuatu ada waktunya, artinya segala sesuatu telah direncanakan waktunya secara tepat.

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” (Pkh 3:1)

Read More…

BERJAGA-JAGA DALAM “TESHUVAH”

Teshuvah made ready for the Day of The Lord

Maksud dari berjaga-jaga adalah untuk Teshuvah (kembali kepada Tuhan) agar kita siap menghadapi Hari Tuhan yang segera datang.

Banyak orang Kristen dengan mudah berkata, kapanpun Tuhan Yesus datang saya siap. Puji Tuhan! Kiranya terjadi demikian kepada semua saudara. Namun apa yang TUHAN singkapkan baru-baru ini membuat saya melihat betapa suci dan kudusnya kita harus hidup di hadapan TUHAN. Menjelang Hari Kedatangan-Nya, Tuhan Yesus memanggil kita semua umat-Nya untuk “Teshuvah” atau “Berbalik” kepada-Nya.

Read More…

Tujuh Bencana Murka Allah

Tujuh Bencana Murka Allah akan Terjadi di Akhir Zaman

Bagi kebanyakan orang di dunia ini yang tidak mempercayai Alkitab, peristiwa “Pengangkatan Orang Percaya” (Rapture of  the Believers) adalah tanda yang jelas bahwa Tujuh Bencana Murka Allah akan segera terjadi di bumi. Orang boleh tidak percaya atau mengabaikan kebenaran Alkitab, tetapi setiap orang akan melihat tanda dahsyat ini dengan jelas. Dan hal ini adalah merupakan tanda yang penting untuk diketahui, yaitu dimulainya masa penuh bencana dahsyat di bumi.

Read More…

Gempa Maha Dahsyat Akan Segera Terjadi

global-tectonic-quake-prophesied

 

Belakangan makin banyak terjadi bencana alam yang merengut banyak jiwa. Belum hilang di ingatan kita bencana Tsunami Aceh, lalu belum lama ini terjadi gempa Padang, lalu gempa di Haiti, dan belakangan terjadi lagi gempa di Chile. Gejala apakah ini?

Bagaimana menurut Alkitab, Apa yang sedang terjadi? Ternyata itu semua merupakan ‘alarm ilahi’, atau ‘tanda peringatan dini dari Yang di Atas’.

Menurut Alkitab, pada puncak akhir zaman, yaitu di tulah Murka ke Tujuh, atau yang penghabisan, akan terjadi sebuah gempa maha dahsyat, yang akan terjadi setelah Armagedon dan tepat menjelang kedatangan Tuhan Yesus kembali ke bumi, yaitu pada pertengahan tahun ke-7 dari tujuh masa ke-70 itu.

Gempa maha dahsyat ini disingkapkan Alkitab merupakan gempa global yang akan merubah peta daratan bumi, sekaligus mencatat babak sejarah baru peradaban umat manusia. Wahyu 16 melukiskannya sebagai berikut:

“Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” (17)

Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. (18)

Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. (19)

Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. (20)

Gempa ini bahkan dikatakan begitu dahsyatnya seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Melihat dampak dan ciri-ciri bencana yang digambarkan di ayat 19, yaitu kota-kota yang terbelah, bencana ini merupakan gempa akibat pergeseran lempengan tektonik bumi (Tectonic plates).

Menurut para ahli, permukaan bumi kita ternyata terdiri dari beberapa lempengan yang masing-masing terpisah satu sama lain. Lempengan-lempengan ini merupakan lapisan terluar bumi yang disebut oleh para ahli sebagai “lithosphere”. Lempengan-lempengan ini merupakan dasar dari benua dan lautan luas di dunia.

Lempengan-lempengan ini dari waktu ke waktu bergerak saling mendesak dan menciptakan dinamika dan bentuk geologi bumi kita sekarang ini. Para ahli menjelaskan bahwa pegunungan-pegunungan merupakan lekukan-lekukan “lithosphere” akibat tekanan lempengan-lempengan yang saling mendesak. Dalam proses desakan inilah akan terjadi gempa-gempa tektonik yang skalanya tergantung dari seberapa besar energi yang dilepaskan oleh pergeseran yang terjadi.

Gempa-gempa akibat pergeseran kulit bumi ini merupakan bencana-bencana yang sangat dahsyat dan paling menghancurkan. Sebagai contoh dalam sejarah tercatat gempa-gempa seperti gempa di propinsi Shaanxi – China  Tahun 1556, gempa di San Fransisco April 1906, gempa di Indian Ocean yang memicu Tsunami Aceh Tahun 2004.

Gempa Shaanxi di China  Tahun 1556, diperkirakan menelan 820,000 korban jiwa lebih, merupakan gempa paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia. Gempa yang terjadi pada pagi hari 23 Januari 1556 ini meluluh lantakan area sepanjang 840 km. Lihat di situs wikipedia.org dengan alamat http://en.wikipedia.org/wiki/1556_Shaanxi_earthquake

Epicenter gempa Shaanxi ini terletak di lembah Sungai Wei dekat kota Huaxian, Weinan dan Huayin. Efek dari gempa ini mencapai 500 km dari epicentrum, di beberapa tempat tanah retakan terbuka sedalam mencapai 20 meter. Gempa ini juga menciptakan tanah longsor yang menelan banyak korban. Dalam sebuah materi studi sejarah gempa China dicatat bahwa tanah secara tiba-tiba terangkat dan membentuk bukit-bukit. Dan daratan tiba-tiba amblas membentuk jurang baru. Sungguh gambaran yang sangat mengerikan.

Gempa di San Fransisco April 1906 dapat dijadikan bahan kajian. Akibat terjadinya pergeseran lempengan bumi di “patahan San Andreas”, kota San Fransisco telah mengalami bencana yang paling parah sepanjang sejarah Amerika.

Sanfransisco quake 18 Apr 1906

 

Hari Rabu 18 April 1906 dini hari, sebuah gempa tektonik dengan epicentrum berjarak 3 kilometer dari kota San Fransisco terjadi. Celah sepanjang 477 km terbuka akibat pergeseran lempeng bumi. Menciptakan gempa yang meluluh lantakan seluruh kota dengan kebakaran dan menelan 3000 lebih korban jiwa. Gempa ini merupakan bencana alam dengan tingkat korban terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Pergeseran lempeng bumi yang terjadi di dalam laut juga dapat menimbulkan tsunami yang dahsyat. Tsunami Aceh (Indian Ocean) Desember 2004 adalah contoh dari apa yang dimaksud. Masih banyak contoh bencana-bencana dahsyat lain yang diakibatkan oleh tubrukan atau gesekan lempengan-lempengan bumi.

Namun semua yang pernah terjadi dalam sejarah tidak sebanding dengan gempa dahsyat yang dinubuatkan kitab Wahyu ini. Ayat 19 dan 20 menyingkapkan runtuhnya kota-kota bangsa-bangsa. Dan pulau-pulau bergeser serta gunung-gunung tidak ditemukan lagi. Dalam terjemahan King James jelas disebutkan, “the cities of the nations fell: … And every island fled away, and the mountains were not found”.

Nubuat Murka Allah ketujuh ini menggambarkan suatu bencana yang akan mengubah keadaan bumi secara dramatis. Pergeseran lempeng-lempeng permukaan bumi secara besar-besaran atau minimal serempak di banyak tempat di bumi akan terjadi. Juga hujan es besar (ayat 21) akan membuat ancaman serius bagi peradaban umat manusia.

Bila dibandingkan dengan gempa-gempa dalam sejarah, seolah-olah Gempa San Fransisco dan sejenis gempa Shaanxi serta tsunami-tsunami terjadi secara serempak di setiap belahan bumi ini. Kalau hal itu terjadi, barulah mungkin setiap kota bangsa-bangsa akan runtuh sesuai yang dinubuatkan. Kalau semua lempengan-lempengan bumi bergerak barulah pulau-pulau akan turut bergeser dan mungkin beberapa gunung besar akan tenggelam ke dasar laut atau terbenam sama sekali ke dalam bumi. Betapa mengerikannya gempa dari Murka ketujuh ini.

Dalam kitab Yesaya pasal 24:1 yang juga merupakan ayat yang menubuatkan Murka terakhir ini, penggambarannya lebih jelas lagi. Bencana ini merupakan gempa akibat pergeseran lempengan permukaan bumi. Dalam terjemahan bahasa Indonesia ayat itu berkata. “Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya.”

Dalam terjemahan bebas langsung dari bahasa Ibraninya, ayat ini menyebut adanya permukaan bumi yang mengalami “distorsi”. Dalam Today English Version dipakai kalimat “twist the earth”s surface”. Jadi memang bencana dahsyat ini menyangkut pergerakan lempengan-lempengan bumi yang ekstrim.

Dunia seharusnya menyadari, bahwa suatu gempa dahsyat seperti yang dinubuatkan kitab Wahyu akan terjadi dalam waktu tidak lama lagi. Sebenarnya alam telah mengirimkan tanda-tanda yang cukup lewat beberapa gempa tektonik yang beberapa kali terjadi belakangan ini. Alam memberi “warning” bahwa sebuah “Global Tectonic Quake”, begitu mungkin seharusnya istilah yang semestinya dipakai, tengah bergerak perlahan menuju titik kulminasinya.

Orang banyak seharusnya menyadari hal ini, apa lagi kita umat Tuhan yang memiliki Roh Kesaksian Yesus. Kita bukanlah anak-anak malam yang tidak tahu apa-apa, ketika semua ini terjadi. Apabila kita berjaga-jaga, dan memelihara ‘pelita’ kita tetap menyala, maksudnya terus mempelajari Alkitab Firman Allah (pelita), maka kita akan memahami semua ini.

Peran IRAN di Akhir Zaman

President Iran Mahmoud Ahmadinejad

President Iran Mahmoud Ahmadinejad

 

Kawasan Teluk tegang, dan Barat marah besar demikian harian Kompas 10 Februari 2010 melaporkan.

Televisi Pemerintah Iran ‘Al Alam’ mengungkapkan bahwa mulai Selasa 9 Feb 2010 Iran akan lakukan pengayaan uranium di reaktor Nuklir Natanz – Iran Tengah.

Iran berencana membangun 10 Fasilitas reaktor untuk melakukan pengayaan uranium sendiri. Selain itu Iran juga menyatakan siap membangun sistem pertahanan udara sekuat milik Rusia.

Pernyataan Teheran itu langsung mendapat kecaman keras dari negara2 Barat, dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Alkitab menubuatkan bahwa peran Iran atau Elam akan sangat penting pada akhir zaman. Iran atau yang dikenal sebagai Persia atau Elam dalam Alkitab, termasuk bangsa-bangsa dari sebelah ‘Timur’ sungai Eufrat yang disebutkan dalam Wahyu 16:12.

Yesaya 22:6&7 berkata, “Elam telah memasang tabung panah, Aram datang dengan pasukan berkereta dan berkuda, dan Kir membuka sarung perisai. Maka lembah-lembahmu yang paling indah penuh dengan kereta, dan pasukan berkuda berbaris di hadapan pintu gerbang.”

Ayat diatas menubuatkan pada akhir zaman mereka akan mengepung Yerusalem yang tidak berdaya lagi seusai Armagedon. Elam(Iran) dan Aram(Syria) memang akan terlibat dalam Armagedon. Perannya akan terus naik tidak dapat dihindari, karena sudah dinubuatkan demikian. Dan kalau kita mendengar Iran tengah mempersenjatai diri, kita mengetahui waktunya telah sangat dekat. Sebab itu kita mesti sungguh-sungguh sadar dan tidak terus tertidur.

Lukas 21:36 berkata: “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Kontroversi Rapture

 Pre-Trib Rapture is not biblical

Saat ini banyak macam paham mengenai Pengangkatan atau Rapture. Dari mulai yang menganggap pengangkatan itu tidak ada, sampai yang menganggap pengangkatan terjadi bahkan sebelum Antichrist muncul.  

Memang mengenaskan keadaan umat Tuhan di akhir zaman apabila tidak memahami kitab Wahyu. Tetapi lebih mengenaskan lagi melihat mereka yang memahaminya secara keliru, lalu berhenti belajar, berhenti menyelidiki. Sangat mengenaskan melihat mereka yang ‘mematok mati’ pengetahuan akhir zaman, jauh-jauh hari sebelum pengetahuan itu sempurna disingkapkan.

Di kalangan Protestan sendiri banyak yang mengajarkan bahwa Pengangkatan akan dilaksanakan sebelum Antikris muncul. Tentu saja ajaran yang disebut Pre-Trib ini sangat populer. Ajaran ini paling menyenangkan untuk didengar, namun tanpa disadari ajaran ini paling membahayakan jemaat. Pendeta mereka berkata: “Tidak usah pusing akhir zaman, kita tidak akan alami semua itu.”

Betapa menyedihkan! mereka secara tidak sadar, tidak mempersiapkan jemaat menghadapi krisis serius yang harus dihadapi. Mereka mengabaikan kotbah Tuhan Yesus di Bukit Zaitun di Matius pasal 24. Mengapa Alkitab mencatat peringatan berulang-ulang tentang peristiwa akhir zaman? Ada yang berdalih: itu untuk orang-orang yang akan tertinggal. Coba perhatikan baik-baik: Matius 24:21-22 “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat (great tribulation – KJV)… tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.”

Mana yang benar: mereka, yang berkata orang-orang pilihan sudah diangkat sebelum Tribulasi, atau Tuhan Yesus, yang berkata, demi orang-orang pilihan masa kesukaran itu dipersingkat? Disini telah ditulis sangat jelas, bahwa orang-orang pilihan mengalami tribulasi. Hati-hati banyak orang mengajar tanpa benar-benar mempelajari Alkitab Firman Allah.

Kalau orang percaya tidak harus mengalami Tribulasi, mengapa ada nubuat-nubuat akhir zaman yang intinya menyingkapkan keadaan Masa Kesukaran atau Tribulasi? Hampir seluruh bagian Perjanjian Baru  memperingatkan kita tentang masa penyesatan menjelang kedatangan Kerajaaan Allah di akhir zaman. Alkitab berulang-ulang memperingatan kita segala petunjuk, bagaimana mengetahui tanda-tanda jaman, munculnya Antikris dan perintah untuk waspada terhadap penyesatan. Mengapa ini semua diabaikan? Mengapa kita harus mempelajari semua itu, kalau kita tidak akan mengalami masa Antikris? 

Rasul Paulus yang banyak menerima penyingkapan tentang akhir zaman, menegaskan tentang penyesatan dari paham Pre-Trib ini di dalam 2 Tes 2,

“Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya (gathering=pengangkatan) kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.”

Hati-hati mengajar jemaat dengan mengatakan mereka akan diangkat sebelum mengalami masa sukar. Pengajaran ini merupakan yang paling berbahaya diantara berbagai paham Pre-Mill yang lain. Jemaat seperti dinina-bobokan atau dibuat tidak siap padahal paham manapun yang dianut, ujian iman akan tetap mereka alami. Perhatikan nubuat-nubuat telah diberitakan oleh para nabi dan rasul-rasul dalam Alkitab. Tujuannya satu, mempersiapkan jemaat menghadapi krisis di akhir zaman

Waktu saya remaja saya pernah bertanya kepada seorang hamba Tuhan senior yang bijaksana. Apa yang diajarkan kepada jemaatnya tentang pengangkatan. Beliau menjawab, dalam sinodenya, ada 2 paham yang dianut. Tetapi beliau mengajarkan kepada jemaatnya harus siap kemungkinan terburuk: yaitu masuk ke masa pengujian.

Menurutnya, ketika beliau mempersiapkan jemaat menjadi kuat menghadapi segala macam tantangan, termasuk masa kesukaran akhir zaman, tidak ada ruginya. Sekalipun ternyata kemudian mereka diangkat lebih dahulu, tidak ada persoalan dengan itu. Tetapi bila sebaliknya yang beliau ajarkan, dan ternyata jemaat harus masuk ke masa ujian akhir itu, jemaatnya akan berguguran tidak berdaya menghadapi masa kesukaran yang telah dinubuatkan berabad-abad itu.

Alkitab begitu detail mempersiapkan gereja-Nya untuk menghadapi masa itu. Jangan menutup mata jemaat dari mengetahui penyingkapan Firman Allah. mari dengan teliti kita ajar jemaat mempelajari Firman Tuhan. Jangan pusing dengan patokan organisasi dan denominasi. Ini akhir zaman, jangan lagi pusing dengan soal gengsi kelompok dan wibawa organisasi, semua itu tidak lama lagi akan lenyap. Cari kebenaran sejati, pelajari pengajaran hamba-hamba Tuhan dan periksa sendiri dengan Alkitab kita. Semua demi keselamatan kita dan jemaat Tuhan secara luas.

Waktu Kedatangan

 

Hampir setiap pendeta berkata, tidak akan ada yang tahu waktu Kedatangan Tuhan alias waktu Pengangkatan. Belum pernah saya mendengar ada yang berkata lain. Pendapat ini memang beralasan kuat. Kesimpulan itu datangnya dari perkataan Tuhan Yesus dalam Injil Matius pasal 24 ayat 36: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.”

Namun saya mendapat penyingkapan yang mengejutkan. Bahwa kita akan tahu hari dan saatnya, justru dari ayat tersebut di atas.

Tuhan Yesus berkata, yang lain tidak ada yang tahu, tetapi Bapa tahu. Jadi jika Bapa memberitahu kita, kita akan tahu! Bukankah seharusnya kita berpikir demikian? Kecuali kita tidak tertarik akan Kedatangan Tuhan. Atau kita tidak begitu percaya, bahwa Bapa akan memberitahu rahasia-Nya kepada kita.

Bukankah ada tertulis: “Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi”. Apakah ayat ini tidak berlaku sekarang? Apakah tidak ada lagi ‘nabi-Nya’ di akhir zaman ini?

Bukankah ada tertulis juga:”…kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.”?

Mungkin ada yg berkata, itu tidak kontekstual. Kalau begitu mari kita lihat kitab Daniel 12. Ketika Daniel bertanya tentang waktu-Nya. Malaikat Tuhan berkata di Daniel 12:9-10 “…Firman ini akan tinggal tersembunyi sampai akhir zaman … tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.”

Itu memang rencana Allah untuk menyingkapkan rahasia-Nya kepada umat-Nya di akhir zaman. Bukankah Tuhan Yesus juga berkata:”…tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.”(Markus 4:22)

Segera saya akan bahas di situs ini. Tentang kapan hari Kedatangan Tuhan menurut terang Penyingkapan Roh Kudus melalui Alkitab. Jangan keburu anggap sesat. Jangan seperti orang parisi yang menganggap semua yang mereka tidak bisa pahami sebagai kesesatan atau penghujatan.

Yang jelas dalam beberapa tahun ke depan kita akan menjadi saksi, semua nubuatan akhir zaman semuanya digenapi. Siap-siap saja.