Posts Tagged ‘rapture’

Tulisan ini merupakan artikel kedua dari empat artikel spesial yang diterbitkan House of Revelation pada hari yang istimewa ini. Yaitu hari pertama dari Milenium Ketujuh yang ditandai dengan selesainya Gerhana Matahari Total Tanggal 20 Maret 2015. Perhatikan, empat artikel ini telah dipersiapkan untuk menyingkapkan Rahasia Hari Kedatangan Tuhan, kita tidak akan menyembunyikan lagi, karena waktunya sudah tiba untuk menyngkapkannya. Diharap semua rekan pembaca menyimak sampai selesai seluruh rangkaian artikel yang disampaikan, tanpa terburu-buru mencela atau menghakimi. Rangkaian artikel yang dimaksud adalah :

MEMAHAMI MISTERI KERAJAAN ALLAH
GERHANA 20 MARET 2015 & KALENDER SANG PENCIPTA
AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT
MEMAHAMI KAIROS (WAKTU TUHAN)

Berusahalah untuk memahami wahyu Tuhan Yesus yang telah termeterai berabad-abad, dan yang kini meterainya telah dibuka oleh Tuhan kita (Wah 6). Tujuan tulisan ini adalah menyingkapkan Firman Tuhan bagi mereka yang dituju oleh Kasih Karunia Kristus. Tidak ditujukan kepada mereka yang menolak kasih karunia-Nya, silahkan lanjutkan membaca atau berhenti disini.

 


Banyak orang percaya salah mengerti mengenai Waktu Tuhan atau “Kairos” sebagai sesuatu yang tabu untuk dipelajari. Orang-orang yang mempelajari Waktu Tuhan sering dianggap melakukan hal yang sia-sia bahkan dianggap bidat sesat. Anggapan “Waktu Tuhan adalah Rahasia Ilahi yang tidak mungkin dipahami manusia” menjadi semacam doktrin mematikan.

Ini salah satu keyakinan yang keliru yang menghalangi gereja-Nya memahami Agenda Tuhan yang sebenarnya telah diupayakan untuk disingkapkan di dalam Alkitab. Baca artikel “Memahami Misteri Kerajaan Allah” untuk mengetahui bahwa Tuhan sebenarnya ingin kita memahami rahasia-Nya, namun kita banyak yang salah mengerti.

Read More…

Tulisan ini merupakan artikel Ketiga dari empat artikel spesial yang diterbitkan House of Revelation pada hari yang istimewa, yaitu hari terakhir dari Milenium Keenam yang ditandai dengan Gerhana Matahari Total Tanggal 20 Maret 2015. Perhatikan, empat artikel ini telah dipersiapkan untuk menyingkapkan Rahasia Hari Kedatangan Tuhan, kita tidak akan menyembunyikan lagi, karena sudah tiba waktunya untuk menyngkapkannya. Diharap semua rekan pembaca menyimak sampai selesai seluruh rangkaian artikel yang disampaikan, tanpa terburu-buru mencela atau menghakimi. Rangkaian artikel yang dimaksud adalah :

MEMAHAMI MISTERI KERAJAAN ALLAH
GERHANA 20 MARET 2015 & KALENDER SANG PENCIPTA
AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT
MEMAHAMI KAIROS (WAKTU TUHAN)

Berusahalah untuk memahami wahyu Tuhan Yesus yang telah termeterai berabad-abad, dan yang kini meterainya telah dibuka oleh Tuhan kita (Wah 6). Tujuan tulisan ini adalah menyingkapkan Firman Tuhan bagi mereka yang dituju oleh Kasih Karunia Kristus. Tidak ditujukan kepada mereka yang menolak kasih karunia-Nya, silahkan lanjutkan membaca atau berhenti disini.

 

 

Di kitab Imamat kita menemukan bahwa TUHAN menetapkan peristiwa-peristiwa mana yang harus selalu diingat oleh bangsa Israel turun-temurun, dan peristiwa-peristiwa itu wajib diperingati dalam mekanisme perayaan hari-hari raya tahunan yang waktunya tetap tidak boleh diubah-ubah sepanjang masa.

“Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.” (Imamat 23:4)

Bila kita memperhatikan perintah ini terlihat sesuatu yang tidak biasa. Kita mengenal TUHAN bukanlah ilah agamawi dan suka kita memelihara hari-hari tertentu, tetapi mengapa Ia memerintahkan kepada bangsa Israel untuk memperingati hari-hari yang tetap, mengapa tidak cukup mementingkan makna peringatannya saja? Tentu TUHAN punya suatu alasan yang penting dibanding sekedar mensakralkan suatu hari tertentu semata.

Read More…

BERJAGA-JAGA DALAM “TESHUVAH”

Teshuvah made ready for the Day of The Lord

Maksud dari berjaga-jaga adalah untuk Teshuvah (kembali kepada Tuhan) agar kita siap menghadapi Hari Tuhan yang segera datang.

Banyak orang Kristen dengan mudah berkata, kapanpun Tuhan Yesus datang saya siap. Puji Tuhan! Kiranya terjadi demikian kepada semua saudara. Namun apa yang TUHAN singkapkan baru-baru ini membuat saya melihat betapa suci dan kudusnya kita harus hidup di hadapan TUHAN. Menjelang Hari Kedatangan-Nya, Tuhan Yesus memanggil kita semua umat-Nya untuk “Teshuvah” atau “Berbalik” kepada-Nya.

Read More…

Tujuh Bencana Murka Allah

Tujuh Bencana Murka Allah akan Terjadi di Akhir Zaman

Bagi kebanyakan orang di dunia ini yang tidak mempercayai Alkitab, peristiwa “Pengangkatan Orang Percaya” (Rapture of  the Believers) adalah tanda yang jelas bahwa Tujuh Bencana Murka Allah akan segera terjadi di bumi. Orang boleh tidak percaya atau mengabaikan kebenaran Alkitab, tetapi setiap orang akan melihat tanda dahsyat ini dengan jelas. Dan hal ini adalah merupakan tanda yang penting untuk diketahui, yaitu dimulainya masa penuh bencana dahsyat di bumi.

Read More…

Ajaran Sejati Tentang Rapture

Pengangkatan adalah peristiwa dimana orang-orang percaya yang telah meninggal oleh aniaya Antikris ataupun mereka yang masih hidup dan bertahan melewati masa kesukaran, diangkat naik ke awan-awan seperti waktu Tuhan Yesus naik ke Surga.

Rapture adalah kata dalam bahasa Inggris yang berasal dari kata bahasa Latin “rapio”, yang artinya dilarikan ke atas atau dibawa terbang. Inilah yang dimaksud 1 Tesalonika 4:16-17:

“… yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

Jadi setelah 3½ tahun masa Antikris, dan sebelum Murka Allah dicurahkan, akan ada peristiwa pengangkatan ini. Orang banyak akan melihat Tuhan Yesus turun, tapi pada tahap ini hanya sampai di awan-awan. Lalu orang percaya yang mati karena penganiayaan Antichrist dan  mereka yang masih hidup dan tetap setia akan diubahkan, mengenakan tubuh baru, dan diangkat bersama-sama menyongsong Tuhan di angkasa.

Mengenai perubahan ke tubuh baru ini kita dapat mengerti dari kitab Injil, yaitu seperti tubuh Tuhan Yesus setelah peristiwa kebangkitan. Jadi bukan hanya roh, tetapi tubuh yang bisa dirasa dan dilihat. Tuhan Yesus mengenakan tubuh kemuliaan ini ketika Thomas mencolokkan jarinya ke lubang bekas paku salib. 

Tubuh baru ini adalah tubuh yang tidak dapat binasa, Paulus menyebut tubuh ini tubuh sorgawi. Perhatikan penjelasannya dalam 1 Korintus 15:49-52:

“Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.”

Jadi konsep pengangkatan bukan teori yang tidak memiliki dasar Firman Tuhan. Walaupun banyak yang sengaja memperdebatkan tentang Rapture ini, itu semua semata-mata karena peristiwa ini dinilai terlalu tidak masuk akal. Itu dapat dimengerti dari apa yang Tuhan Yesus katakan tentang kedatangan-Nya kedua kali dalam Lukas 18:18: “Akankah Ia mendapati iman di bumi ini?” Krisis iman memang telah melanda seluruh bumi.

Tuhan Yesus sendiri menggambarkan peristiwa pengangkatan ini di Matius 24:29-31, yaitu diterbangkan atau diangkat ke atas. Hal ini melibatkan banyak malaikat-malaikat Tuhan keluar ke seluruh penjuru bumi.

“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. (29)

Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. (30)

Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. (30)”  

Disini begitu jelas digambarkan dua hal yang selama ini menjadi pertanyaan bahkan perdebatan yang sengit:

Pertama, pengangkatan orang-orang pilihan(ayat 30) akan terjadi sesudah masa siksaan (Tribulation – KJV ayat 29). Jadi paham yang mengajarkan pengangkatan terjadi sebelum masa Tribulasi /masa Antikris atau biasa disebut paham Pre-Trib adalah tidak sesuai dengan apa yang diajarkan Alkitab.

Kedua, peristiwa ini akan disaksikan semua bangsa di bumi. Jadi pengangkatan kita bukan ‘secret rapture’, atau pengangkatan diam-diam, tetapi terbuka secara publik. Bangsa-bangsa akan melihat kemuliaan dan kekuasaan Anak Manusia datang di atas awan-awan di langit. Praise the Lord!

Dalam kitab Wahyu peristiwa pengangkatan ini  juga digambarkan terjadi setelah meterai ke-6 dibuka yaitu di pasal 6:12-13. Sementara itu peristiwa penganiayaan/tribulasi  terjadi di meterai ke-5 Wah 6:9-11.

Di pasal 7 yang merupakan detail peristiwa pengangkatan, digambarkan, ada 144,000 orang yang diangkat dari antara suku-suku Israel dan banyak tak terhitung jumlahnya dari bangsa-bangsa lain. Dalam kitab Wahyu peristiwa pengangkatan ini disebut dengan istilah dimeteraikan.

“katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!” (3)

“Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.” (4)

“Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa…” (9a)

Jadi kita tahu sekarang dan tidak ragu bahwa kita sedang menantikan peristiwa pengangkatan yang mulia ini. Tetapi kita harus setia dan tetap teguh, karena kita akan lebih dahulu menghadapi masa penyesatan Antikris.

Jangan takut dan jangan lekas bingung oleh ajaran-ajaran lain. Kalau Tuhan ijinkan kita mengalami krisis di akhir zaman, pastilah tidak akan melewati kekuatan kita. Yang penting disini adalah ketekunan orang-orang kudus, turutilah perintah Allah dan percayalah kepada Yesus: Jangan menyembah binatang itu dan patungnya. Jangan menerima tanda namanya. (Wah 14:11-12)

Haleluyah! Datanglah Tuhan Yesus, datanglah!

Kontroversi Rapture

 Pre-Trib Rapture is not biblical

Saat ini banyak macam paham mengenai Pengangkatan atau Rapture. Dari mulai yang menganggap pengangkatan itu tidak ada, sampai yang menganggap pengangkatan terjadi bahkan sebelum Antichrist muncul.  

Memang mengenaskan keadaan umat Tuhan di akhir zaman apabila tidak memahami kitab Wahyu. Tetapi lebih mengenaskan lagi melihat mereka yang memahaminya secara keliru, lalu berhenti belajar, berhenti menyelidiki. Sangat mengenaskan melihat mereka yang ‘mematok mati’ pengetahuan akhir zaman, jauh-jauh hari sebelum pengetahuan itu sempurna disingkapkan.

Di kalangan Protestan sendiri banyak yang mengajarkan bahwa Pengangkatan akan dilaksanakan sebelum Antikris muncul. Tentu saja ajaran yang disebut Pre-Trib ini sangat populer. Ajaran ini paling menyenangkan untuk didengar, namun tanpa disadari ajaran ini paling membahayakan jemaat. Pendeta mereka berkata: “Tidak usah pusing akhir zaman, kita tidak akan alami semua itu.”

Betapa menyedihkan! mereka secara tidak sadar, tidak mempersiapkan jemaat menghadapi krisis serius yang harus dihadapi. Mereka mengabaikan kotbah Tuhan Yesus di Bukit Zaitun di Matius pasal 24. Mengapa Alkitab mencatat peringatan berulang-ulang tentang peristiwa akhir zaman? Ada yang berdalih: itu untuk orang-orang yang akan tertinggal. Coba perhatikan baik-baik: Matius 24:21-22 “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat (great tribulation – KJV)… tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.”

Mana yang benar: mereka, yang berkata orang-orang pilihan sudah diangkat sebelum Tribulasi, atau Tuhan Yesus, yang berkata, demi orang-orang pilihan masa kesukaran itu dipersingkat? Disini telah ditulis sangat jelas, bahwa orang-orang pilihan mengalami tribulasi. Hati-hati banyak orang mengajar tanpa benar-benar mempelajari Alkitab Firman Allah.

Kalau orang percaya tidak harus mengalami Tribulasi, mengapa ada nubuat-nubuat akhir zaman yang intinya menyingkapkan keadaan Masa Kesukaran atau Tribulasi? Hampir seluruh bagian Perjanjian Baru  memperingatkan kita tentang masa penyesatan menjelang kedatangan Kerajaaan Allah di akhir zaman. Alkitab berulang-ulang memperingatan kita segala petunjuk, bagaimana mengetahui tanda-tanda jaman, munculnya Antikris dan perintah untuk waspada terhadap penyesatan. Mengapa ini semua diabaikan? Mengapa kita harus mempelajari semua itu, kalau kita tidak akan mengalami masa Antikris? 

Rasul Paulus yang banyak menerima penyingkapan tentang akhir zaman, menegaskan tentang penyesatan dari paham Pre-Trib ini di dalam 2 Tes 2,

“Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya (gathering=pengangkatan) kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.”

Hati-hati mengajar jemaat dengan mengatakan mereka akan diangkat sebelum mengalami masa sukar. Pengajaran ini merupakan yang paling berbahaya diantara berbagai paham Pre-Mill yang lain. Jemaat seperti dinina-bobokan atau dibuat tidak siap padahal paham manapun yang dianut, ujian iman akan tetap mereka alami. Perhatikan nubuat-nubuat telah diberitakan oleh para nabi dan rasul-rasul dalam Alkitab. Tujuannya satu, mempersiapkan jemaat menghadapi krisis di akhir zaman

Waktu saya remaja saya pernah bertanya kepada seorang hamba Tuhan senior yang bijaksana. Apa yang diajarkan kepada jemaatnya tentang pengangkatan. Beliau menjawab, dalam sinodenya, ada 2 paham yang dianut. Tetapi beliau mengajarkan kepada jemaatnya harus siap kemungkinan terburuk: yaitu masuk ke masa pengujian.

Menurutnya, ketika beliau mempersiapkan jemaat menjadi kuat menghadapi segala macam tantangan, termasuk masa kesukaran akhir zaman, tidak ada ruginya. Sekalipun ternyata kemudian mereka diangkat lebih dahulu, tidak ada persoalan dengan itu. Tetapi bila sebaliknya yang beliau ajarkan, dan ternyata jemaat harus masuk ke masa ujian akhir itu, jemaatnya akan berguguran tidak berdaya menghadapi masa kesukaran yang telah dinubuatkan berabad-abad itu.

Alkitab begitu detail mempersiapkan gereja-Nya untuk menghadapi masa itu. Jangan menutup mata jemaat dari mengetahui penyingkapan Firman Allah. mari dengan teliti kita ajar jemaat mempelajari Firman Tuhan. Jangan pusing dengan patokan organisasi dan denominasi. Ini akhir zaman, jangan lagi pusing dengan soal gengsi kelompok dan wibawa organisasi, semua itu tidak lama lagi akan lenyap. Cari kebenaran sejati, pelajari pengajaran hamba-hamba Tuhan dan periksa sendiri dengan Alkitab kita. Semua demi keselamatan kita dan jemaat Tuhan secara luas.

Waktu Kedatangan

 

Hampir setiap pendeta berkata, tidak akan ada yang tahu waktu Kedatangan Tuhan alias waktu Pengangkatan. Belum pernah saya mendengar ada yang berkata lain. Pendapat ini memang beralasan kuat. Kesimpulan itu datangnya dari perkataan Tuhan Yesus dalam Injil Matius pasal 24 ayat 36: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.”

Namun saya mendapat penyingkapan yang mengejutkan. Bahwa kita akan tahu hari dan saatnya, justru dari ayat tersebut di atas.

Tuhan Yesus berkata, yang lain tidak ada yang tahu, tetapi Bapa tahu. Jadi jika Bapa memberitahu kita, kita akan tahu! Bukankah seharusnya kita berpikir demikian? Kecuali kita tidak tertarik akan Kedatangan Tuhan. Atau kita tidak begitu percaya, bahwa Bapa akan memberitahu rahasia-Nya kepada kita.

Bukankah ada tertulis: “Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi”. Apakah ayat ini tidak berlaku sekarang? Apakah tidak ada lagi ‘nabi-Nya’ di akhir zaman ini?

Bukankah ada tertulis juga:”…kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.”?

Mungkin ada yg berkata, itu tidak kontekstual. Kalau begitu mari kita lihat kitab Daniel 12. Ketika Daniel bertanya tentang waktu-Nya. Malaikat Tuhan berkata di Daniel 12:9-10 “…Firman ini akan tinggal tersembunyi sampai akhir zaman … tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.”

Itu memang rencana Allah untuk menyingkapkan rahasia-Nya kepada umat-Nya di akhir zaman. Bukankah Tuhan Yesus juga berkata:”…tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.”(Markus 4:22)

Segera saya akan bahas di situs ini. Tentang kapan hari Kedatangan Tuhan menurut terang Penyingkapan Roh Kudus melalui Alkitab. Jangan keburu anggap sesat. Jangan seperti orang parisi yang menganggap semua yang mereka tidak bisa pahami sebagai kesesatan atau penghujatan.

Yang jelas dalam beberapa tahun ke depan kita akan menjadi saksi, semua nubuatan akhir zaman semuanya digenapi. Siap-siap saja.