Posts Tagged ‘Israel’

 

Tahun 2017 adalah Tahun yang luar biasa penting secara propetik, karena tahun ini terjadi kegenapan dari tanda-tanda langit dalam kitab Yoel yang belum terungkap selama ini. Tahun ini kita akan mengerti pesan-pesan profetik dari kitab Yoel secara lebih lengkap. Inilah waktunya gereja-Nya memahami lebih terang mengenai nubuat “Blood Moon” di Yoel Pasal 2 yang masih menjadi misteri sampai hari ini dan menyadari perbedaannya dengan nubuat “Black Moon” pada Yoel Pasal 3. Inilah momentum terakhir dimana umat Tuhan harus mengerti bahwa ‘Bulan Darah’ 2015 hanya peringatan dini, dan harus bersiap untuk apa yang akan datang pada tahun ini.

PESAN PROPETIK YOEL

Menjelang Tahun 2014-2015, orang ramai membicarakan fenomena ‘Bulan Darah’ yang terjadi berurutan sampai empat kali dalam dua tahun itu. Kebanyakan pengkotbah mengkaitkan peristiwa ‘Bulan Darah’ Tahun 2014-2015 dengan nubuat Yoel 2:31.

“Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.”
(Yoel 2:31 )

Tanda langit itu benar-benar terjadi, dalam dua tahun itu terjadi peristiwa Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan Darah secara berturut-turut. Dan tanda ‘Bulan Darah’ itu telah berhasil menjadi sangkakala yang membangunkan begitu banyak jemaat yang tertidur. Namun sayangnya kebanyakan kita salah mengerti, dan menyangka Hari Tuhan akan langsung terjadi setelah tanda alam tersebut. Maka ketika tanda alam itu lewat dan orang tidak melihat apa yang mereka bayangkan, mereka kemudian mengabaikannya.

Sayang sekali para pengkotbah juga ikut berhenti membicarakan nubuat Yoel. Padahal nubuat Yoel sesungguhnya tidak hanya sampai pada ‘Matahari Gelap dan Bulan Darah’ (pasal 2), tetapi ada satu pasal lagi yang juga menubuatkan tanda langit yang lain. Pasal tiga Yoel menyebutkan tanda langit ‘Matahari Gelap dan Bulan Gelap’.

“Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan! Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya.” ( Yoel 3:14-15 )

Banyak di antara kita menganggap bahwa Yoel 3:15 ini sama dengan Yoel 2:31, disinilah kita sebelumnya gagal untuk memahami. Ternyata kedua ayat ini bukan repetisi, tetapi dua ayat berbeda yang menubuatkan dua peristiwa yang berbeda pula. Perhatikan perbedaan nubuat ‘Bulan Darah’ di Yoel 2 dan ‘Bulan Gelap’ di Yoel 3 ini.

Di Yoel 2, disebutkan bahwa Bulan akan menjadi darah maksudnya menjadi merah seperti darah (Wah 6:12), dan disebutkan hal ini akan terjadi ‘sebelum’ Hari Tuhan. Sementara di Yoel 3 Bulan menjadi gelap atau menjadi hitam atau tak bercahaya (Mat 24:29), dan tidak ditemukan kata ‘sebelum’. Artinya tanda ‘Bulan Gelap’ akan terjadi pada momentum Hari Tuhan itu sendiri.

Jadi pesan propetik Yoel terdiri dari dua tanda langit yang berbeda. Yang pertama tanda ‘Matahari Gelap dan Bulan Darah’, yang telah digenapi di 2014-2015. Ini merupakan tanda peringatan dini (“early warning”). Dan ada tanda kedua yang harus kita perhatikan, yaitu tanda ‘Matahari Gelap Bulan Gelap’ yang merupakan tanda semakin mendekatnya Hari Tuhan.

Belajar dari waktu-waktu yang lalu, kita harus lebih teliti dan memperhatikan baik-baik, bahwa yang dimaksud dengan Hari Tuhan disini tidak hanya peristiwa Pengangkatan, tetapi ada beberapa peristiwa. Kalau kita baca di Yoel 3, justru yang disebut pertama adalah terjadinya peristiwa Pengepungan Yerusalem yang memang harus terjadi menjelang Kedatangan Tuhan. Dikatakan di Yoel 3:14: “Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan!” ini adalah nubuat datangnya banyak orang ke Lembah Yosafat untuk mengepung kota Yerusalem. Lembah Penentuan yang dimaksud di ayat ini, dalam Alkitab KJV disebut “valley of decission” ini istilah propetik untuk lembah Yosafat, lembah di sebelah timur kota Yerusalem. (Yosafat artinya ‘Yehovah Menghakimi’).

Pengepungan Yerusalem inilah yang disebut Waktu Kesusahan bagi Yakub ( Yer 30:7 ) atau yang selama ini kita kenal dengan istilah Kesusahan Besar (“Great Tribulation” – Matt 24:21 KJV).

Perhatikan jangan rancu: “Great Tribulation” bukan Masa Tujuh Bencana atau Murka Allah yang terjadi setelah “Rapture”. Sebelum peristiwa Pengangkatan akan terjadi terlebih dahulu Tribulasi Besar bagi warga kota Yerusalem dan wilayah Yudea. Hal ini sangat jelas disampaikan Tuhan Yesus di Matius 24 bahwa “Great Tribulation” terjadi lebih dahulu baru kemudian akan muncul tanda Anak Manusia di langit.

“ Segera sesudah siksaan (“immediately after the tribulation” – KJV) pada hari-hari itu matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya, dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit…” ( Matius 24:29-30 )

Di ayat ini Tuhan Yesus mengkonfirmasi bahwa, segera atau hampir bersamaan dengan saat Kesusahan Besar itu, akan terjadi tanda ‘Matahari Gelap dan Bulan Tidak Bercahaya’ atau Bulan menjadi gelap. Perhatikan ini tanda yang sama dengan tanda langit ‘Bulan Gelap’ di Yoel 3, dan ini bukan tanda ‘Bulan Darah’ (Yoel 2).

Sekarang menjadi jelas, bahwa peristiwa Pengangkatan yang disebut di Matius 24:30-31, terjadi setelah tanda ‘Bulan Gelap’ (Yoel 3) bukan setelah ‘Bulan Darah’ (Yoel 2).

“BLACK MOON”

Pada Buletin PAZ 2015 kita sudah memahami bahwa yang dimaksud tanda ‘Matahari Gelap’ dan ‘Bulan Darah’ adalah Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan Merah yang terjadi berurut-urut selama 2014-2015. Lalu apa yang dimaksud dengan tanda ‘Bulan Gelap’ ?

Ternyata dalam ilmu Astronomi ada dikenal istilah “Black Moon” atau Bulan Hitam. Hampir setiap bulan dalam Kalendar Masehi ada saat dimana bulan mencapai fase gelap yaitu sebelum bulan sabit muncul, ini hal umum yang terjadi setiap bulannya. Namun karena rotasi bulan mengelilingi bumi di zaman ini telah mencapai 29 hari lebih sedikit, ada kalanya bulan mengalami dua kali fase gelap dalam satu bulan kalender. Pada saat bulan mencapai fase gelap yang kedua itulah bulan disebut sebagai “Black Moon” artinya Bulan Hitam atau Bulan Gelap.

Istilah “Black Moon” juga dipakai pada fase bulan gelap yang lebih langka. Bila dalam satu musim terjadi empat kali fase bulan gelap. Dalam satu musim yang terdiri dari tiga bulan kalender, normalnya hanya terjadi tiga kali bulan gelap. Dan ketika muncul bulan gelap sampai empat kali, para astronom menyebut bulan gelap yang ketiga juga sebagai “Black Moon”. Pada Tanggal 21 Agustus 2017 yang akan datang, akan muncul “Black Moon” tipe ini. Tetapi “Black Moon” kali ini akan sangat istimewa, karena Bulan Gelap ini akan dapat dilihat oleh seluruh dunia karena sekaligus akan menyebabkan Gerhana Matahari Total yang spektakuler.

Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi pada Tahun 2017 tepatnya tanggal 21 Agustus sangat spektakuler hingga orang menyebutnya “The Great American Eclipse”. Gerhana Matahari ini disebut demikian karena bayang-bayang gerhana kali ini akan membuat lintasan memanjang sempurna membelah benua Amerika, khususnya negara adidaya Amerika Serikat. Benar-benar sempurna dari pantai timur AS di samudera Atlantik, sampai pantai barat AS di samudera Pasifik. Menjadi sempurna lagi karena Bulan yang menutupi GMT kali ini adalah Bulan Hitam atau “Black Moon”.

Majalah Sekular Inggris “The Sun” menerbitkan artikel mengenai “Black Moon” yang akan terjadi Agustus Tahun ini. Mereka menulis bahwa “Black Moon” 2017 akan menyebabkan Gerhana Matahari Total yang disebut “The Great American Eclipse“, dan menyebutnya sebagai Fenomena Ilmu pengetahuan dan Peristiwa Astrologis yang langka. Majalah ini juga menjelaskan bahwa “Black Moon” ini merupakan event special bagi mereka yang melakukan ilmu hitam dan sihir.  (link: https://www.thesun.co.uk/news/1869462/black-moon-2017/ )

Inilah tanda langit yang disebut Yoel 3:15 dan Matius 24:29, “Matahari menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya”. Misteri “Blood Moon” di 2015 menjadi jelas di 2017 ini, dan peristiwa “Black Moon” di bulan Agustus 2017 akan menjawab pertanyaan berabad-abad.

KEGELAPAN ATAS BANGSA-BANGSA

Apa arti semua ini bagi bangsa Israel? Selama ini para rabbi Yahudi menganggap Gerhana Matahari sebagai tanda peringatan bencana bagi bangsa-bangsa lain (“bad omen for gentile”), sementara Gerhana Bulan mereka anggap sebagai tanda bencana bagi bangsa Yahudi. Tetapi Alkitab justru menunjukkan tanda Gerhana Matahari adalah tanda perkabungan untuk bangsa Israel.

“ “Pada hari itu akan terjadi,” demikianlah firman Tuhan ALLAH, “Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan… ” ” (Amos 8:9-10)

Nabi Yeremia lebih jelas lagi menyatakan bahwa Gerhana Matahari akan menjadi tanda momentum Penampian bagi bangsa Israel di kota-kota mereka, karena mereka tidak mau bertobat dari dosa-dosa dan pelanggaran mereka.

“Aku menampi mereka dengan tampi di kota-kota negeri; Aku membuat umat-Ku kehilangan anak dan membinasakan mereka, karena mereka tidak berbalik dari tingkah langkah mereka… baginya matahari sudah terbenam selagi hari siang, ia menjadi malu dan tersipu-sipu. Sisa mereka akan Kuserahkan kepada pedang di depan musuh-musuh mereka, demikianlah firman TUHAN.”  (Yeremia 15:7-9)

Mungkin ada orang yang berpikir bahwa Gerhana Matahari 2017 merupakan tanda bencana bagi bangsa-bangsa lain, sebab melihat Gerhana itu melintas di tempat lain bukan di tanah Israel. Bayangan Gerhana Matahari 2017 memang melintas di wilayah Amerika Serikat. Dan memang artinya secara spiritual ‘kegelapan menutupi bangsa-bangsa’, tetapi justru ketika bangsa-bangsa berada dalam kegelapan seperti pada zaman Hitler misalnya, orang-orang Yahudi mengalami masa yang paling buruk dalam sejarah Eropa. “Black Moon” ini tanda buruk (“bad omen”) bagi bangsa Israel.

Sepertinya suatu keputusan yang penting akan diambil di daratan Amerika Serikat. Mungkin di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di kota New York, mengingat bangsa-bangsa telah mentargetkan tahun 2017 ini sebagai tahun pengakhiran ‘pendudukan’ Israel atas tanah Yudea-Samaria yang disebut mereka dengan istilah Tepi Barat (“West Bank”) dan dianggap sebagai tanah wilayah Palestina. (Baca: “Bayang-Bayang 2017 Mengancam Yudea-Samaria”)

TERJADI DI BULAN TRAGEDI BANGSA ISRAEL

Lebih jauh “Black Moon” 2017 ini terjadi pada bulan “Av” (bulan kelima Yahudi) yang adalah bulan tragedi bagi bangsa Israel. Sejarah mencatat banyak tragedi atas orang-orang Yahudi terjadi di bulan “Av” ini. Bulan “Av” menjadi bulan tragedi bagi bangsa Israel karena kedegilan bangsa ini.

Alkitab menceritakan pada bulan “Av” bangsa Israel yang baru saja dilepaskan dari perbudakan di Mesir menanggis minta kembali ke Mesir karena ulah sepuluh pengintai yang menyebarkan kabar busuk ( Bil 13:32 ). Bangsa itu bersungut-sungut dan berkata bahwa Tuhan ingin mereka tewas oleh pedang di padang gurun ( Bil 14:3 ). Pada saat itulah Tuhan murka dan bersumpah akan melaksanakan sesuai perkataan jahat mereka tentang Tuhan dan menghabiskan orang-orang yang hatinya jahat.

“ Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.” (Bilangan 13:28)

Alkitab mencatat bahwa Bait Suci Pertama dihancurkan oleh Nebukadnezar pada tanggal 7 bulan “Av” (Tahun 586 SM). Sejarah juga mencatat bahwa Bait Suci Kedua dihancurkan Jenderal Titus pada bulan “Av” tepatnya tanggal 9 bulan “Av” Tahun 70 M.

Selanjutnya daftar panjang tragedi atas bangsa Yahudi sejak abad permulaan sampai abad 20 cenderung terjadi di bulan “Av”. Berikut sebagian saja dari rentetan panjang sejarah gelap bangsa ini.

Jatuhnya “Betar” benteng pemberontakan Bar Kokhba kepada tentara Romawi dan ratusan desa Yahudi dihancurkan pada 9 “Av” 135 M. Bangsa Arab mengambil alih wilayah Israel dari Kekaisaran Byzantin pada 14 “Av” 636 M.

Kerusuhan anti Yahudi di Arnstadt – Jerman Tahun 1264 dan Breslau – Polandia Tahun 1360 sama-sama terjadi pada tanggal 11 “Av”. Pengusiran warga Yahudi dari Inggris oleh Raja Edward I terjadi pada 9 “Av” 1290 M. Pengusiran warga Yahudi di Spanyol oleh Raja Ferdinand dan Ratu Isabella pada 7 “Av” 1492 M. Di Berlin – Jerman 38 orang Yahudi dibakar hidup-hidup pada Tahun 1510 M terjadi pada tanggal 12 “Av”. Kerusuhan anti Yahudi di Zola-Egerszeg – Hongaria Tahun 1883 M, terjadi pada tanggal 20 “Av”.

Berbagai tragedi terkenal di abad 20 juga banyak terjadi di bulan “Av”. Pembantaian etnis Yahudi (Pogrom) di Zhitomir – Rusia Tahun 1905 terjadi pada tanggal 23 “Av”. Kerusuhan Tahun 1929 serangan warga Arab terhadap warga Yahudi di sepenjuru wilayah Israel terjadi pada 17 “Av”. Jenderal Nazi Hermann Goering secara resmi memerintahkan perencanaan dan peluncuran kebijakan Nazi untuk eksekusi massal orang-orang Yahudi, pada 7 “Av” 1941. Pengiriman pertama 10,000 orang Yahudi dari Borislav gettho (Ukraina) ke Kamp Konsentrasi di Beslen – Jerman (deportasi masal pertama orang-orang Yahudi untuk dibantai di kamar-kamar gas di Beslen) terjadi pada tanggal 26 bulan “Av” tahun 1942. Pendek kata bulan “Av” adalah bulan Tribulation bagi bangsa Yahudi.

TANDA-TANDA TERAKHIR

Kita tidak tahu pasti apa yang akan terjadi pada saat “Black Moon” melintasi benua Amerika pada tanggal 21 Agustus Tahun 2017 nanti. Namun yang harus kita sadari hal ini merupakan sebuah tanda propetik besar yang harus dicermati baik-baik oleh umat Tuhan di seluruh dunia, bahwa ini adalah salah satu tanda terakhir dari Kedatangan Tuhan yang sungguh sudah sangat dekat.

Injil Lukas menyampaikan bahwa akan ada tanda-tanda pada benda-benda langit mulai dari Matahari dan Bulan, kemudian bintang-bintang.

“Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut..” ( Lukas 21:25 )

Dua kali tanda pada Matahari dan Bulan telah terjadi yaitu “Blood Moon” pada 2014 – 2015 dan “Black Moon” pada Agustus Tahun 2017 ini. Kemudian akan terjadi juga dua kali tanda pada bintang-bintang yang keduanya terjadi juga pada tahun ini. (Tunggu artikel selanjutnya: “Terungkapnya Wahyu 12…

Jika semua hasil pengamatan ini benar, maka Lukas 21:25 itu akan genap tahun ini. Dan bangsa-bangsa di bumi akan gempar, sebab bintang-bintang akan berjatuhan ke bumi dan orang-orang fasik akan mati ketakutan berhubung dengan bencana yang akan menimpa mereka (ay 26). Dan itulah tanda terakhir sebelum Kemunculan Anak Manusia dengan segala Kekuasaan dan Kemuliaan-Nya (ay 27). Dan Firman Tuhan berkata selanjutnya…

“Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” ( Lukas 21:28 )

2013-THE-YEAR-OF-THE-THRESHING

“Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” – Matius 3:12

 

Tahun 2013 kita akan memasuki Tahun Pengirikan (The Year of The Thresing). Tahun ini akan banyak datang penyesat-penyesat, tetapi juga berbagai ujian dan pencobaan untuk memurnikan umat kudus-Nya. Berlindunglah dengan bertekun merenungkan perkataan dan janji-janji Tuhan.

Read More…

 

Netanyahu Menolak Pidato Obama

Netanyahu Menolak Pidato Obama soal Kembali ke Batas Pra-1967.

 

Jika Anda benar-benar memahami nubuat-nubuat Alkitab, Anda akan berdebar-debar memperhatikan apa yang sedang terjadi di Timur Tengah saat ini, khususnya di wilayah Israel-Palestina. Sebuah peristiwa paling bersejarah dan merupakan titik tolak penggenapan dari nubuat paling penting dalam sejarah umat manusia, sedang digugat dan disangkali oleh dunia. Peristiwa bersejarah Perang Enam Hari 1967, yang mengembalikan wilayah Yerusalem, Yudea dan Samaria ke pangkuan Israel kini digugat dan wilayah itu harus diserahkan kepada Palestina. Ini artinya masa kesukaran akan segera terjadi di Yerusalem, Yudea dan wilayah-wilayah pemukiman orang Israel di Tepi Barat.

Read More…

INSIDEN FLOTILLA & NUBUAT TENTANG TURKI

Mavi_Marmara 

Insiden Penyergapan rombongan kapal aktivis internasional yang disebut Armada Kapal Pembebasan (Freedom Flotilla) untuk Gaza oleh pasukan komando Israel, Senen 31 Mei 2010 mengejutkan dunia Internasional. Surat-surat kabar dan televisi serta kantor-kantor berita menayangkan ‘headline’ ini secara serempak hampir di seluruh dunia. Aksi penyergapan oleh tentara israel itu langsung menuai protes keras dunia internasional. Bukan hanya negara-negara yang bermusuhan, tetapi negara-negara sahabat dengan Israel tak pelak mengecam tindakan pasukan IDF(Israel Defense Force) yang menimbulkan 9 korban jiwa dan puluhan lain luka-luka.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Kin Moon menyatakan “terkejut” atas serangan Israel itu dan menuntut penyelidikan penuh atas insiden itu. “Saya terkejut… Saya mengutuk kekerasan ini.” ungkapnya.

Juru bicara Gedung Putih, Bill Burton, mengatakan, “AS sangat menyayangkan korban tewas dan luka-luka dan saat ini berusaha mempelajari keadaan terkait tragedi ini.”

Uni-Eropa menuntut dilakukannya penyelidikan atas insiden Flotilla ini. Jerman menyatakan “terkejut” atas aksi Israel itu. Perancis menganggap tindakan Israel itu “tidak sepantasnya”, sementara Italia meminta UE melakukan penyelidikan. Sejumlah negara Eropa termasuk Norwegia, Yunani dan Swedia langsung memanggil duta besar Israel meminta penjelasan.

Di London sekitar 1000 demonstran mendatangi kantor PM David Cameron dan kedutaan besar Israel. Di Paris sekitar 500 demontran bergabung mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan “Palestina akan bertahan, Palestina akan menang!” Di Athena polisi Yunani terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan sekitar 1500 demonstran di luar kedutaan besar Israel.

PERUBAHAN POLITIK TURKI  

Protes lebih keras lagi dari negara-negara Arab di timur tengah, mereka menuntut tindakan tegas internasional terhadap Israel. Turki, Mesir dan Yordania negara-negara tetangga yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel turut mengecam insiden ini sebagai “tindakan keji”. Turki langsung menarik duta besarnya dari Israel dan membatalkan tiga rencana latihan militer bersama Israel. Tidak sampai disitu, Turki yang saat ini merupakan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, menggelar sidang darurat membahas penyerangan Israel terhadap Armada Kapal Pembebasan itu.

Kemarahan masa di negara-negara Timur Tengah memuncak. Para demonstran menuntut pengusiran duta-duta besar Israel dari negara-negara Arab. Mereka juga menuntut blokade terhadap Gaza dibuka. Di Tripoli masa menuntut diberi senjata dan menuntut mereka dikirim ke Gaza. Di Teheran masa melempari kantor PBB, mereka membakar bendera Israel dan menyatakan “Rezim biadab Israel harus dimusnahkan.”

Turkish-Demo   

Di Turki, sekitar 10,000 demontran menuntut pembalasan terhadap Israel. “Gigi ganti gigi, mata ganti mata, pembalasan, pembalasan!” Pasalnya kapal Mavi Marmara yang mengangkut 600 lebih aktivis itu adalah kapal berbendera Turki, dan mereka mempercayai bahwa 9 orang yang tewas semuanya adalah warga negara Turki. Di ibukota Ankara sekitar 1000 orang mendatangi kediaman duta besar Israel Gaby Levy dan melempari halaman rumah itu dengan telur busuk dan sampah botol plastik. Masa Turki juga membakar bendera Israel dan menuntut tentara Turki ke Gaza.   

Pasca insiden Flotilla politik Turki mengalami perubahan yang drastis. Sebelumnya Turki merupakan negara sahabat Israel sejak 1949. Turki merupakan negara berpenduduk mayoritas muslim pertama, yang mengakui kemerdekaan Israel dan merupakan partner perdagangan bebas dengan Israel sejak Januari 2000. Kedekatan Turki dengan Israel sering mengundang kemarahan negara-negara Arab.

Turki juga merupakan rekan yang penting dan strategis untuk AS. Selama perang dingin, Turki dan AS telah bersinergi menghadapi musuh bersama yaitu Uni-Soviet. Tahun 1952, Turki bergabung dengan NATO, dan membangun pangkalan udara di Incirlik – Turki. Selama ini pangkalan Incirlik merupakan basis yang penting bagi AS baik dalam menghadapi krisis dengan Uni-Soviet maupun berbagai krisis di Timur Tengah.

Namun sejak krisis di Gaza tahun 2008, Turki banyak mengkritik keras kebijakan Israel. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras tindakkan Israel dalam konferensi Forum Ekonomi Dunia di Davos September 2009. Pada tanggal 11 Oktober 2009, hubungan menjadi lebih tegang ketika Israel dilarang mengikuti latihan militer bersama di Anatolia – Turki. Semula latihan akan dilaksanakan bersama Turki, Israel, Amerika Serikat, dan Italia. Namun, Turki menolak untuk mengizinkan Israel untuk menghadiri. Sebagai tanggapan atas hal itu, Amerika Serikat kemudian menarik diri dari latihan tersebut. Dan agaknya hubungan Turki-Israel hanya akan semakin memburuk.

PM Turki Erdogan menggambarkan tindakan Israel dalam insiden Flotila itu sebagai “terorisme oleh negara”. Dia mengatakan bahwa Israel “telah menunjukkan bahwa tidak menginginkan perdamaian di kawasan itu” dan telah “melanggar hukum internasional”. Selama sidang darurat Dewan Keamanan, Turki mendesak PBB untuk menghukum Israel atas tindakan tersebut. Sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki tertulis menyatakan bahwa “kami sangat mengutuk praktek-praktek tidak manusiawi dari Israel.. Ini insiden menyedihkan, yang berlangsung di laut terbuka, dan merupakan aroma pelanggaran dalam hukum internasional, dapat mengakibatkan konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki dalam hubungan bilateral kita”. Turki memperingatkan bahwa semua kapal bantuan di masa depan akan dikawal oleh Angkatan Laut Turki. Pada 2 Juni yang lalu, Majelis Besar Nasional Turki mengeluarkan resolusi yang menyerukan peninjauan hubungan diplomatik dengan Israel.

Demikian pula dari pihak Israel tidak menunjukkan adanya keinginan untuk melunakkan suasana. Para pejabat Israel, menolak tuduhan Turki, dan menyatakan armada itu adalah upaya penyamaran untuk mematahkan blokade Israel di Gaza. “Jika memang itu adalah misi kemanusiaan, penawaran oleh pemerintah Israel untuk mentransfer bantuan, lewat pelabuhan Asdod, ke Gaza melalui darat akan diterima. sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, “kata Daniel Carmon, wakil tetap Israel di PBB. Israel menuduh balik armada itu sebagai provokasi untuk menerapkan kekerasan.

Carmon juga mencatat bahwa beberapa aktivis Palestina termasuk dalam anggota dari Yayasan Turki untuk Hak Asasi Manusia dan Kebebasan dan Bantuan Kemanusiaan, yang dikenal dengan singkatan IHH Turki, katanya memiliki hubungan dengan organisasi teroris termasuk Al Qaeda.

Sementara itu di Tel-Aviv, Israel, menurut Ynet, situs berita terbesar Israel, demonstran berkumpul di depan Kedutaan Besar Turki membawa tanda-tanda yang mengatakan “Provokasi bukanlah cara untuk perdamaian” dan “Erdogan-Islam-fasis”. Hal ini menunjukkan hubungan kedua negara berada pada titik yang paling rendah sejak 1949.

MESIR AKAN MENYUSUL

Cepat atau lambat, Israel pasti akan kehilangan Turki sebagai sahabat. Alkitab telah menyatakan bahwa kerajaan Lidya(Turki), Kush(Sudan) dan Put(Libya) akan ada bersama-sama Mesir di pihak Raja dari Selatan (Liga Arab) untuk melawan Raja Utara (Uni-Eropa) di akhir zaman.

“Itulah Mesir yang meluas seperti sungai Nil, dan yang airnya bergelora seperti sungai-sungai. Ia berkata: Aku mau meluas menutupi bumi, membinasakan kota dan penduduknya. Majulah, hai kuda-kuda! Melajulah, hai kereta-kereta! Majulah berperang, hai pahlawan-pahlawan, hai kamu orang Kush dan orang Put yang memegang perisai, dan orang Lidia yang melentur busur.” (Yer 46:8-9)

Tinggal berikutnya Mesir, yang tidak lama lagi akan bermasalah dan akan meninggalkan Israel sendirian. Mesir tiga tahun lalu sepakat memblokade Gaza yang telah dikuasai oleh HAMAS. Satu-satunya penyebrangan dari Gaza yang tidak dikuasai Israel adalah wilayah kota Rafah yang dikuasai Mesir.

Selama tiga tahun ini Israel dan Mesir bekerjasama memblokade Gaza dengan tujuan memutus jalur pasokan senjata bagi Hamas dari luar Gaza. Kantor berita Reuters menyatakan bahwa pasca insiden Flotila, Mesir telah membuka sebagian blokade di Rafah. Apapun yang akan terjadi di kemudian hari, nubuat Alkitab menyatakan bahwa Mesir akan bangkit bersama Ethiopia, Libya, dan Turki. Dan Pasukan Eropa akan melanda mereka (Dan 11:40). Tidak lama kemudian perjanjian Tujuh Tahun mengenai Yerusalem akan disahkan (Dan 9:27), dan penganiayaan di Yudea pun akan segera dimulai (Mat 24:15)

Rafah-cross

Peristiwa demi peristiwa terus terjadi, menggenapi nubuat-nubuat Alkitab. Perubahan peta politik di Timur Tengah dan Afrika Utara akan terus berkembang, dan semua skenario telah disingkapkan agar kita mengerti. Hendaklah kita bijaksana dan pergunakan waktu yang ada dengan baik. Sebab tanda-tanda zaman telah semakin nyata.