Posts Tagged ‘gempa’

Tujuh Bencana Murka Allah

Tujuh Bencana Murka Allah akan Terjadi di Akhir Zaman

Bagi kebanyakan orang di dunia ini yang tidak mempercayai Alkitab, peristiwa “Pengangkatan Orang Percaya” (Rapture of  the Believers) adalah tanda yang jelas bahwa Tujuh Bencana Murka Allah akan segera terjadi di bumi. Orang boleh tidak percaya atau mengabaikan kebenaran Alkitab, tetapi setiap orang akan melihat tanda dahsyat ini dengan jelas. Dan hal ini adalah merupakan tanda yang penting untuk diketahui, yaitu dimulainya masa penuh bencana dahsyat di bumi.

Read More…

ALARM ILAHI KEMBALI MENGGEMA DI INDONESIA

 

mentawai-tsunami-map-houseofrevelation-com

Dalam bulan Oktober 2010 ini telah terjadi tiga bencana besar di tanah air. Berapa hari ini para pemakai internet menyerukan gerakan “Pray for Indonesia” dan hari ini halaman pertama harian Kompas menunjukkan “Indonesia Bersedih”. Alarm ilahi kembali menggema di Indonesia, untuk membuat kita kembali menyadari bahwa tidak banyak yang bisa kita lakukan jika alam telah berbicara. 

Pada awal bulan (5/10) telah terjadi bencana banjir bandang di kota Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat. yang menelan korban jiwa mencapai 149 orang dan ratusan lain luka-luka serta ribuan orang harus mengungsi karena kota mereka diterjang air bah yang datang tiba-tiba. Baca selengkapnya….

Read More…

Gempa Maha Dahsyat Akan Segera Terjadi

global-tectonic-quake-prophesied

 

Belakangan makin banyak terjadi bencana alam yang merengut banyak jiwa. Belum hilang di ingatan kita bencana Tsunami Aceh, lalu belum lama ini terjadi gempa Padang, lalu gempa di Haiti, dan belakangan terjadi lagi gempa di Chile. Gejala apakah ini?

Bagaimana menurut Alkitab, Apa yang sedang terjadi? Ternyata itu semua merupakan ‘alarm ilahi’, atau ‘tanda peringatan dini dari Yang di Atas’.

Menurut Alkitab, pada puncak akhir zaman, yaitu di tulah Murka ke Tujuh, atau yang penghabisan, akan terjadi sebuah gempa maha dahsyat, yang akan terjadi setelah Armagedon dan tepat menjelang kedatangan Tuhan Yesus kembali ke bumi, yaitu pada pertengahan tahun ke-7 dari tujuh masa ke-70 itu.

Gempa maha dahsyat ini disingkapkan Alkitab merupakan gempa global yang akan merubah peta daratan bumi, sekaligus mencatat babak sejarah baru peradaban umat manusia. Wahyu 16 melukiskannya sebagai berikut:

“Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” (17)

Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. (18)

Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. (19)

Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. (20)

Gempa ini bahkan dikatakan begitu dahsyatnya seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Melihat dampak dan ciri-ciri bencana yang digambarkan di ayat 19, yaitu kota-kota yang terbelah, bencana ini merupakan gempa akibat pergeseran lempengan tektonik bumi (Tectonic plates).

Menurut para ahli, permukaan bumi kita ternyata terdiri dari beberapa lempengan yang masing-masing terpisah satu sama lain. Lempengan-lempengan ini merupakan lapisan terluar bumi yang disebut oleh para ahli sebagai “lithosphere”. Lempengan-lempengan ini merupakan dasar dari benua dan lautan luas di dunia.

Lempengan-lempengan ini dari waktu ke waktu bergerak saling mendesak dan menciptakan dinamika dan bentuk geologi bumi kita sekarang ini. Para ahli menjelaskan bahwa pegunungan-pegunungan merupakan lekukan-lekukan “lithosphere” akibat tekanan lempengan-lempengan yang saling mendesak. Dalam proses desakan inilah akan terjadi gempa-gempa tektonik yang skalanya tergantung dari seberapa besar energi yang dilepaskan oleh pergeseran yang terjadi.

Gempa-gempa akibat pergeseran kulit bumi ini merupakan bencana-bencana yang sangat dahsyat dan paling menghancurkan. Sebagai contoh dalam sejarah tercatat gempa-gempa seperti gempa di propinsi Shaanxi – China  Tahun 1556, gempa di San Fransisco April 1906, gempa di Indian Ocean yang memicu Tsunami Aceh Tahun 2004.

Gempa Shaanxi di China  Tahun 1556, diperkirakan menelan 820,000 korban jiwa lebih, merupakan gempa paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia. Gempa yang terjadi pada pagi hari 23 Januari 1556 ini meluluh lantakan area sepanjang 840 km. Lihat di situs wikipedia.org dengan alamat http://en.wikipedia.org/wiki/1556_Shaanxi_earthquake

Epicenter gempa Shaanxi ini terletak di lembah Sungai Wei dekat kota Huaxian, Weinan dan Huayin. Efek dari gempa ini mencapai 500 km dari epicentrum, di beberapa tempat tanah retakan terbuka sedalam mencapai 20 meter. Gempa ini juga menciptakan tanah longsor yang menelan banyak korban. Dalam sebuah materi studi sejarah gempa China dicatat bahwa tanah secara tiba-tiba terangkat dan membentuk bukit-bukit. Dan daratan tiba-tiba amblas membentuk jurang baru. Sungguh gambaran yang sangat mengerikan.

Gempa di San Fransisco April 1906 dapat dijadikan bahan kajian. Akibat terjadinya pergeseran lempengan bumi di “patahan San Andreas”, kota San Fransisco telah mengalami bencana yang paling parah sepanjang sejarah Amerika.

Sanfransisco quake 18 Apr 1906

 

Hari Rabu 18 April 1906 dini hari, sebuah gempa tektonik dengan epicentrum berjarak 3 kilometer dari kota San Fransisco terjadi. Celah sepanjang 477 km terbuka akibat pergeseran lempeng bumi. Menciptakan gempa yang meluluh lantakan seluruh kota dengan kebakaran dan menelan 3000 lebih korban jiwa. Gempa ini merupakan bencana alam dengan tingkat korban terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Pergeseran lempeng bumi yang terjadi di dalam laut juga dapat menimbulkan tsunami yang dahsyat. Tsunami Aceh (Indian Ocean) Desember 2004 adalah contoh dari apa yang dimaksud. Masih banyak contoh bencana-bencana dahsyat lain yang diakibatkan oleh tubrukan atau gesekan lempengan-lempengan bumi.

Namun semua yang pernah terjadi dalam sejarah tidak sebanding dengan gempa dahsyat yang dinubuatkan kitab Wahyu ini. Ayat 19 dan 20 menyingkapkan runtuhnya kota-kota bangsa-bangsa. Dan pulau-pulau bergeser serta gunung-gunung tidak ditemukan lagi. Dalam terjemahan King James jelas disebutkan, “the cities of the nations fell: … And every island fled away, and the mountains were not found”.

Nubuat Murka Allah ketujuh ini menggambarkan suatu bencana yang akan mengubah keadaan bumi secara dramatis. Pergeseran lempeng-lempeng permukaan bumi secara besar-besaran atau minimal serempak di banyak tempat di bumi akan terjadi. Juga hujan es besar (ayat 21) akan membuat ancaman serius bagi peradaban umat manusia.

Bila dibandingkan dengan gempa-gempa dalam sejarah, seolah-olah Gempa San Fransisco dan sejenis gempa Shaanxi serta tsunami-tsunami terjadi secara serempak di setiap belahan bumi ini. Kalau hal itu terjadi, barulah mungkin setiap kota bangsa-bangsa akan runtuh sesuai yang dinubuatkan. Kalau semua lempengan-lempengan bumi bergerak barulah pulau-pulau akan turut bergeser dan mungkin beberapa gunung besar akan tenggelam ke dasar laut atau terbenam sama sekali ke dalam bumi. Betapa mengerikannya gempa dari Murka ketujuh ini.

Dalam kitab Yesaya pasal 24:1 yang juga merupakan ayat yang menubuatkan Murka terakhir ini, penggambarannya lebih jelas lagi. Bencana ini merupakan gempa akibat pergeseran lempengan permukaan bumi. Dalam terjemahan bahasa Indonesia ayat itu berkata. “Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya.”

Dalam terjemahan bebas langsung dari bahasa Ibraninya, ayat ini menyebut adanya permukaan bumi yang mengalami “distorsi”. Dalam Today English Version dipakai kalimat “twist the earth”s surface”. Jadi memang bencana dahsyat ini menyangkut pergerakan lempengan-lempengan bumi yang ekstrim.

Dunia seharusnya menyadari, bahwa suatu gempa dahsyat seperti yang dinubuatkan kitab Wahyu akan terjadi dalam waktu tidak lama lagi. Sebenarnya alam telah mengirimkan tanda-tanda yang cukup lewat beberapa gempa tektonik yang beberapa kali terjadi belakangan ini. Alam memberi “warning” bahwa sebuah “Global Tectonic Quake”, begitu mungkin seharusnya istilah yang semestinya dipakai, tengah bergerak perlahan menuju titik kulminasinya.

Orang banyak seharusnya menyadari hal ini, apa lagi kita umat Tuhan yang memiliki Roh Kesaksian Yesus. Kita bukanlah anak-anak malam yang tidak tahu apa-apa, ketika semua ini terjadi. Apabila kita berjaga-jaga, dan memelihara ‘pelita’ kita tetap menyala, maksudnya terus mempelajari Alkitab Firman Allah (pelita), maka kita akan memahami semua ini.

Ulasan Film 2012

2012-picture 

“2012” merupakan film yang berhasil, karena disajikan dalam momentum yang tepat. Film ini di Indonesia menimbulkan berbagai reaksi pro dan kontra. Itulah salah satu bukti keberhasilan film yang diangkat dari buku best seller Fingerprints of the Gods karya Graham Hancock.

Bagaimana seharusnya kita menyikapi film ini? Apa kata Alkitab tentang pesan yang disampaikan film ini?

Pertama Film 2012 ini seharusnya mendapat penghargaan karena lebih lantang dari gereja manapun dalam memperingatkan dunia akan bencana murka Allah yang akan menimpa bumi pada akhir zaman ini.

Walaupun tidak tepat seperti apa yang Alkitab nubuatkan, tetapi banyak kesaksian mengatakan karena film ini orang kembali ingat untuk bertobat.

Beberapa yang tidak tepat adalah mengenai Tahun 2012, apalagi tanggal yang disebut film ini sebagai hari H kehancuran itu. Background penentuan tanggal tersebut hanya mengambil ide dari ramalan suku Maya kuno yang salah penafsirannya.

Tetapi jangan menganggap bahwa Tahun 2012 ini tidak mempunyai makna bagi umat manusia. Ada sesuatu yang besar akan terjadi, tetapi belum “kiamat” seperti dalam film ini. Tahun 2012 baru merupakan permulaan dari tahun-tahun paling krusial dalam sejarah umat manusia.

Kemudian banjir besar akibat gigantic tsunami yang digambarkan terlalu berlebihan. Alkitab mengatakan bahwa bumi ini tidak akan dibinasakan dengan air bah seperti pada jaman Nuh lagi.

“Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi…” (Yes 54:9)

Memang akan ada bencana tsunami besar oleh erupsi sebuah gunung di laut pada Murka Allah Kedua (Wah 8:8-9), tetapi tidak akan memusnahkan bumi seperti yang digambarkan dalam film ini.  

Tetapi gempa dahsyat yang digambarkan film ini merupakan gambaran yang tepat untuk melukiskan Tulah Terakhir yaitu Murka Allah Ketujuh. Sebuah Mega Quake akan menghancurkan kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Gempa yang dinubuatkan Alkitab adalah memang gempa tektonik maha dahsyat akibat pergeseran kulit bumi (lithosphere).

Gempa maha dahsyat ini merupakan gempa global yang akan merubah peta daratan bumi, sekaligus mencatat babak sejarah baru peradaban umat manusia. Wahyu 16 melukiskannya sebagai berikut:

“Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” (17)

Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. (18)

Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. (19)

Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. (20)

Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.” (21)

Gempa ini bahkan dikatakan begitu dahsyatnya seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Artinya bila gempa seperti itu pernah terjadi di muka bumi tentu pada masa prasejarah sebelum manusia ditempatkan di bumi. Melihat film ini yaitu kota-kota yang terbelah persis seperti ciri-ciri bencana yang digambarkan di ayat 19.

Gempa maha dahsyat ini merupakan gempa global yang akan merubah peta daratan bumi, sekaligus mencatat babak sejarah baru peradaban umat manusia. Wahyu 16 melukiskannya sebagai berikut:

“Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” (17)

Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. (18)

Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. (19)

Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. (20)

Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.” (21)

Gempa ini bahkan dikatakan begitu dahsyatnya seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Artinya bila gempa seperti itu pernah terjadi di muka bumi tentu pada masa prasejarah sebelum manusia ditempatkan di bumi. Melihat dampak dan ciri-ciri bencana yang digambarkan di ayat 19, yaitu kota-kota yang terbelah, persis seperti yang digambarkan dalam film 2012 ini.

Jadi film 2012 ini sebagian mengandung pesan yang benar, bahwa keangkuhan hidup manusia dan segala kemegahan dunia suatu saat akan hancur dan tinggal puing-puing belaka. Kita mesti merendah dan bertobat dari segala kedegilan hati manusia.

Inspirasi “bahtera modern” yang disodorkan film ini benar-benar mengagumkan, sayangnya itu bukan solusi untuk dapat lolos dari 7 Murka Allah yang akan ditumpahkan ke seluruh bumi.

Solusi satu-satunya adalah: Menerima Yesus sebagai Juruselamat, bertahan pada masa Antikris dan Mengalami Pengangkatan sebelum Murka Allah dicurahkan atas bumi.