Posts Tagged ‘antikris’

PENAMPIAN MENJELANG HARI TUHAN

PENAMPIAN DIMULAI DARI RUMAH TUHAN

Pada akhir zaman Tuhan akan melakukan penampian secara besar-besaran atas seluruh umat manusia, menampi lalang dari gandum, memisahkan kambing dari domba, memperjelas perbedaan antara orang-orang fasik dan orang-orang benar, menjauhkan orang-orang cemar dari orang-orang yang hidup kudus. Dan penampian akan pertama-tama terjadi di dalam rumah-Nya, di dalam gereja-Nya sendiri.

“Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi.” (1Petrus 4:17)

Read More…

the-black-horsemen

Penglihatan Kuda Hitam wahyu tentang Bencana Kelaparan

Salah satu krisis yang akan terjadi dan sekaligus menjadi tanda bahwa sistem dunia ini sedang menuju kepada akhirnya, adalah datangnya krisis pangan dunia. Dalam kitab Wahyu hal ini digambarkan sebagai munculnya Penunggang Kuda Hitam. Penunggang Kuda Hitam yang digambarkan membawa sebuah timbangan di tangannya oleh Kitab Wahyu, adalah lambang munculnya Otoritas Perdagangan yang pada akhirnya akan membawa kepada krisis pangan dunia.

Read More…

THE HORSE RIDERS

 

horse-riders-horev-org

Walaupun banyak orang hanya memperhatikan empat, sebenarnya dalam kitab Wahyu ada lima penunggang kuda yang melambangkan munculnya lima era kepemimpinan dunia sampai zaman baru tiba. Berikut ini keterangan dari era-era tersebut, dan penjelasannya baik dari pasal-pasal lain di kitab Wahyu maupun dari kitab-kitab nubuatan lainnya.  

Munculnya Penunggang Kuda Putih yang membawa Busur (Bow – KJV), ia dianugerahi mahkota dan maju memperoleh kemenangan (Wah 6:2).

Ada beberapa orang menganggap bahwa Penunggang kuda putih ini adalah lambang dari Tuhan Yesus bahkan ada yang menganggapnya sebagai nubuat munculnya seorang pemimpin suatu agama lain.

Perhatikan bahwa penunggang kuda putih tidak membawa “Pedang” yang secara rohani adalah Firman Allah (Efe 6:17), melainkan “Busur” yang secara rohani adalah ajaran yang menyesatkan (Hos 7:16).

Hal ini menjelaskan bahwa menjelang akhir zaman akan ditandai dengan munculnya mesias-mesias palsu (Mat 24:24) yang tidak mengajar dengan Alkitab Firman Allah, melainkan dengan ajaran manusia yaitu busur yang memperdaya (Maz 78:57). Dikatakan mereka akan memperoleh mahkota, hal ini melambangkan mereka akan memperoleh kekuasaan.

Ini adalah nubuat munculnya negara Vatican City pada 1929, dimana sebuah gereja bisa memperoleh tahta sekuler. Melalui perjanjian Lateran, Gereja Roma mengikat perjanjian dengan pemerintah Fasis Italy di kota Roma yang melahirkan kekuasaan sekuler dari para Paus, yaitu dalam bentuk negara micro Vatican City.   

Baca Mengenai Penunggang Kuda selanjutnya….

Read More…

Krisis di Akhir Zaman

Banyak orang takut dan bingung ketika dikatakan ternyata kita akan masuk Masa Kesukaran(Tribulation) atau masuk ke zaman Antikristus. Penyebabnya adalah jemaat kurang diajar untuk bisa mempelajari Alkitab Firman Allah. Ditambah dengan mereka yang sering mengajar sepotong-sepotong dan tidak benar-benar ‘mencintai’ Firman Allah, maka tidak heran bila banyak anggota jemaat merasa takut dan cemas bila mendengar kata Great Tribuation.

Orang Kristen banyak yang memahami Masa Tribulasi dengan pemahaman yang berbeda dengan apa yang Alkitab coba jelaskan. Di satu sisi Tribulasi digambarkan terlalu berlebihan dengan melukiskan seolah-olah Antikristus akan menganiaya secara phisik semua orang Kristen di dunia. Di sisi lain muncul ajaran yang mengatakan orang Kristen yang hidup benar akan diangkat lebih dahulu dan tidak akan mengalami masa Tribulasi. Sementara itu krisis yang sesungguhnya yang Alkitab coba singkapkan lepas dari perhatian orang-orang percaya.

Sebenarnya Alkitab dengan jelas menerangkan, bahwa aniaya fisik akan terjadi, tetapi hanya kepada orang-orang di Yudea – Israel, (Mat 10:23, 24:16). Kita gereja Tuhan akan aman dari ular itu(Antikris) tetapi akan mengalami ‘padang gurun’ (Wah 12:17). Padang gurun inilah, krisis sesungguhnya yang harus kita hadapi.

Pada zaman akhir, orang-orang kudus akan menghadapi situasi padang gurun. Wahyu 12 ayat 14 berkata: “Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara, jauh dari tempat ular itu, selama satu masa dan dua masa dan setengah masa”.

Ada beberapa penafsir, yang menganggap ayat ini sebagai ayat pengangkatan gereja Tuhan. Mereka mengacu kepada kata “sayap”. Tetapi ternyata ayat ini menyebutkan, tujuan dari kedua sayap ini, untuk membawa “mempelai wanita”, yaitu Gereja ke padang gurun, bukan ke langit atau ke awan-awan. Jadi jelas ini bukan ayat pengangkatan atau “rapture”.

Kemudian ada juga yang menafsirkan, padang gurun secara literal. Bahwa seluruh orang percaya, akan dikumpulkan menjadi satu di suatu padang gurun, atau tempat yang disembunyikan. Pengajaran inipun kurang teliti.

Kitab Wahyu sendiri menjelaskan “padang gurun” ini dalam pasal 13 ayat 17. Yaitu keadaan “tidak dapat membeli atau menjual” bagi orang-orang yang tidak memiliki tanda Antikris. Gereja Tuhan pada akhir zaman diajarkan, untuk tidak menerima tanda Antikris pada tangan atau dahi mereka. Akibatnya komunitas orang percaya ini, akan mengalami situasi terputus dari pasar. Terputus dari arus “supply” dan “demand”. Itulah situasi padang gurun, yang dimaksud kitab Wahyu. 

Pernahkah Saudara memikirkan dengan serius, keadaan orang-orang , yang tidak dapat membeli atau menjual sesuatu? Banyak orang tidak memikirkan keadaan itu, karena tidak pernah menyangka akan mengalami hari-hari itu. Banyak orang percaya, menganggap ringan keadaan itu. Tetapi sesungguhnya itu suatu situasi yang sangat serius. Pada masa itu banyak orang yang akan menggadaikan imannya, hanya karena makanan dan kebutuhan sehari-hari. 

Bayangkan apabila untuk membeli makanan untuk anak-anak, Saudara harus menerima tanda Antikris. Tanpa menerima tanda itu, Saudara akan melihat, anak-anak meratap lemas kelaparan. Untuk diri sendiri mungkin kita sanggup bertahan, bahkan mungkin sampai mati. Tetapi melihat orang-orang yang kita sayangi, dan harus kita lindungi menderita, kita akan menghadapi pilihan paling getir.

Keadaan tidak dapat membeli sesuatu adalah situasi yang serius. Itulah situasi “padang gurun” yang akan dihadapi gereja Tuhan.

Kedua Sayap Burung Nasar yang Besar

Jadi bagaimana orang-orang percaya dapat tetap hidup dan dipelihara seperti dikatakan Wah 12:14? Jawabannya adalah “kedua sayap burung nasar yang besar”. Yaitu kasih sayang Tuhan melalui penyingkapan-penyingkapan (revelations) yang terkandung dalam kedua kitab Perjanjian. Tuhan “mengijinkan kita untuk mengetahui apa yang bakal terjadi”, itulah “revelation”. Agar kita dapat mempersiapkan segala sesuatu menghadapi masa depan. Bahkan Tuhan membekali kita dengan kelimpahan dan memberi petunjuk-petunjuk yang sangat rinci untuk masa-masa itu.

Sayap secara rohani memiliki paling sedikit 3 arti. Yang pertama adalah kemampuan untuk melarikan diri (Maz 55:7-9, Yer 48:9), kedua perlindungan (Maz 57:2, 61:5) dan ketiga pengetahuan rahasia (“…which hath wings shall tell the matter” Eccl 10:20b KJV). Ketiganya memberi kepada kita pengertian yang relevan bahwa gereja Tuhan akan menerima penyingkapan bagaimana bertahan hidup pada situasi padang gurun itu. 

Kedua sayap burung nasar yang besar adalah “revelations”

Sayap membawa kita ke tempat lebih tinggi sehingga kita mendapat penglihatan (point of view) lebih jauh ke depan. Ketika kita berdiri di atas dataran yang tinggi atau gedung yang tinggi, kita dapat melihat jalan yang panjang sampai jauh. Begitulah penyingkapan atau revelation. Itulah kedua sayap rajawali yang besar yang diberikan kepada gereja-Nya.    

Dalam kitab Kejadian pasal 41 dikisahkan tentang Yusuf yang menyingkapkan mimpi Firaun yang merupakan “revelation” akan datangnya krisis 7 tahun kelaparan yang didahului 7 tahun kelimpahan. Dari “revelation” itulah Yusuf mendapat hikmat apa yang harus dilakukan menghadapi krisis itu. Yusuf kemudian mendapat mandat mengelola negeri itu.

Apa yang dilakukan Yusuf adalah membangun lumbung-lumbung. Lalu ia menyisihkan seperlima hasil panen di masa limpah, untuk disimpan bagi kebutuhan di masa kelaparan. Dan ketika masa kelaparan tiba, di mesir tetap terdapat makanan. Bahkan dikatakan banyak bangsa datang ke Mesir untuk mendapatkan gandum, sebab kelaparan itu terjadi di seluruh bumi (ayat 57).

Bagaimana dengan nasib orang-orang kudus di akhir zaman? Ada yang mengatakan: Tuhan akan pelihara kita, seolah-olah kita tidak usah melakukan sesuatu apapun. Ini adalah kesesatan mendasar.

Firman Tuhan tidak pernah mendidik kita hanya berdiam tanpa mengerjakan bagian kita. Bahkan Rasul Paulus dalam kitab Tesalonika, kitab yang penuh dengan pengajaran tentang akhir zaman, berkata dengan keras: “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” Dan bukankah Daniel 11:32 berkata: “…umat yang mengenal Allahnya, akan tetap kuat dan bertindak.” Bertindak apa? Mempersiapkan lumbung-lumbung untuk masa padang gurun.

Setiap nubuat atau wahyu turun kepada generasi yang akan menghadapi krisis. Kepada generasi Nuh yang menghadapi krisis “Banjir Besar”, ada wahyu. Maka Nuh mempersiapkan bahtera raksasa, dan mereka selamat.

Kepada generasi Lot dan Sodom Gomora yang akan menghadapi krisis “Api dan Belerang” ada malaikat yang memberitahukan wahyu Tuhan kepada Lot. Maka Lot keluar dari Sodom dan Lot selamat.

Kepada generasi Yusuf di Mesir yang menghadapi krisis “Kelaparan Besar”, ada wahyu yang disingkapkan melalui Yusuf. Maka Yusuf mempersiapkan lumbung-lumbungnya, dan merekapun selamat.

Kepada jemaat akhir zaman, di zaman Saudara dan saya, yang akan menghadapi krisis “Padang Gurun”, telah diberikan kitab Wahyu dan seluruh kitab-kitab nubuatan yang menyingkapkan akan terjadinya bencana kelaparan untuk orang percaya (Mat 24:7, Mar 13:8, Luk 21:11, Wah 6:8), apakah kita akan bertindak oleh karena wahyu ini?  

Ataukah kita akan berkata: Tidak perlu kita siapkan apapun, kita akan aman-aman saja. Orang yang tetap berkata demikian, apapun alasannya, sesungguhnya mengatakan bahwa kitab Wahyu dan seluruh penyingkapan-Nya tidak untuk dirinya. Ia tidak termasuk orang yang dituju oleh penyingkapan Allah.

Pemimpin-pemimpin yang juga berpendapat demikian, tidak berguna bagi jemaat akhir zaman. Orang-orang seperti ini akan “tinggal”. Seorang lain akan dibangkitkan oleh Tuhan untuk memimpin umat-Nya mempersiapkan diri. Karena pemimpin yang ceroboh akan mencelakakan orang-orang yang dipimpinnya.

Sedang Musa yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir saja, tidak diijinkan masuk ke tanah perjanjian karena “sedikit” kecerobohan. Pada waktu bangsa Israel tinggal menyeberangi Yordan, Musa harus “tinggal”. Dan seorang Yoshua dipilih Tuhan menggantikan dia, memimpin umat memasuki tanah perjanjian Allah.

Moses-left-behind-lo

Musa harus “tinggal” dan tidak masuk ke tanah perjanjian

“Rencana Besar” Allah, tidak dapat dihalang-halangi oleh siapapun. Jadi para pemimpin jemaat tampillah untuk mempersiapkan umat-Nya ‘exodus’ dari ‘Mesir’ yaitu dunia yang sedang lenyap ini, jika Anda tidak siap, Anda akan ditinggal dan Tuhan akan membangkitkan seorang Yoshua untuk menggantikan Anda memimpin jemaat-Nya. 

Hari-hari ini orang-orang muda yang digerakkan oleh pewahyuan yang Alkitabiah akan bangkit. Yusuf-Yusuf akhir zaman harus memimpin gerakan membangun lumbung orang percaya: mempersiapkan persediaan kebutuhan makanan bagi jemaat pada waktunya.

“Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” (Luk 12:42-43)