Posts Tagged ‘akhir zaman’

Buletin PAZ 2015 PDF

Anda bisa mendownload Buletin Pesan Akhir Zaman Edisi 2015 disini, Silakan membaca syarat & kondisi. Tanda download akan muncul setelah Anda klik tanda “Setuju”. Tuhan Yesus memberkati!

AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT

Tulisan ini merupakan artikel Ketiga dari empat artikel spesial yang diterbitkan House of Revelation pada hari yang istimewa, yaitu hari terakhir dari Milenium Keenam yang ditandai dengan Gerhana Matahari Total Tanggal 20 Maret 2015. Perhatikan, empat artikel ini telah dipersiapkan untuk menyingkapkan Rahasia Hari Kedatangan Tuhan, kita tidak akan menyembunyikan lagi, karena sudah tiba waktunya untuk menyngkapkannya. Diharap semua rekan pembaca menyimak sampai selesai seluruh rangkaian artikel yang disampaikan, tanpa terburu-buru mencela atau menghakimi. Rangkaian artikel yang dimaksud adalah :

MEMAHAMI MISTERI KERAJAAN ALLAH
GERHANA 20 MARET 2015 & KALENDER SANG PENCIPTA
AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT
MEMAHAMI KAIROS (WAKTU TUHAN)

Berusahalah untuk memahami wahyu Tuhan Yesus yang telah termeterai berabad-abad, dan yang kini meterainya telah dibuka oleh Tuhan kita (Wah 6). Tujuan tulisan ini adalah menyingkapkan Firman Tuhan bagi mereka yang dituju oleh Kasih Karunia Kristus. Tidak ditujukan kepada mereka yang menolak kasih karunia-Nya, silahkan lanjutkan membaca atau berhenti disini.

 

 

Di kitab Imamat kita menemukan bahwa TUHAN menetapkan peristiwa-peristiwa mana yang harus selalu diingat oleh bangsa Israel turun-temurun, dan peristiwa-peristiwa itu wajib diperingati dalam mekanisme perayaan hari-hari raya tahunan yang waktunya tetap tidak boleh diubah-ubah sepanjang masa.

“Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.” (Imamat 23:4)

Bila kita memperhatikan perintah ini terlihat sesuatu yang tidak biasa. Kita mengenal TUHAN bukanlah ilah agamawi dan suka kita memelihara hari-hari tertentu, tetapi mengapa Ia memerintahkan kepada bangsa Israel untuk memperingati hari-hari yang tetap, mengapa tidak cukup mementingkan makna peringatannya saja? Tentu TUHAN punya suatu alasan yang penting dibanding sekedar mensakralkan suatu hari tertentu semata.

Read More…

Tulisan ini merupakan artikel terakhir dari empat artikel spesial yang diterbitkan House of Revelation pada hari yang istimewa ini. Yaitu pada hari pertama dari Milenium Ketujuh yang ditandai selesainya Gerhana Matahari Total Tanggal 20 Maret 2015. Perhatikan, empat artikel ini telah dipersiapkan untuk menyingkapkan Rahasia Hari Kedatangan Tuhan, kita tidak akan merahasiakannya lagi, karena kini waktunya sudah tiba untuk menyingkapkan. Diharap semua rekan pembaca menyimak dahulu artikel sebelumnya sampai selesai baru kemudian membaca artikel ini. Rangkaian artikel yang dimaksud adalah :

Berusahalah untuk memahami wahyu Tuhan Yesus yang telah termeterai berabad-abad, dan yang kini meterainya telah dibuka oleh Tuhan kita (Wahyu 6). Tujuan tulisan ini adalah menyingkapkan Firman Tuhan bagi mereka yang dituju oleh Kasih Karunia Kristus. Tidak ditujukan kepada mereka yang menolak kasih karunia-Nya, silahkan lanjutkan membaca atau berhenti disini.

 

 

Di bagian ini kita akan lebih mengerti bahwa TUHAN menghendaki kita umat-Nya memahami detail rencana-Nya termasuk waktu-waktu yang telah ditetapkan dalam Agenda Tuhan untuk segala sesuatu.

Ada tiga prinsip yang kita akan pahami setelah kita mempelajari rahasia waktu TUHAN dalam Alkitab lebih dalam. Pertama kita akan mengerti bahwa TUHAN bekerja dengan rencana-rencana yang cermat, tidak acak. TUHAN telah merencanakan segala sesuatu dengan agenda dan ketetapan waktu yang cermat. Pengkotbah mengatakan bahwa untuk segala sesuatu ada waktunya, artinya segala sesuatu telah direncanakan waktunya secara tepat.

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” (Pkh 3:1)

Read More…

GEGER KIAMAT 2012, MARAKNYA KEBENARAN SEMU

Isu Kiamat 2012

 

GEGER KIAMAT 2012

Besok tanggal 21 Desember 2012 ramai dibicarakan orang sebagai hari kiamat atau hari terobosan besar kehidupan spiritual umat manusia. Ramalan kiamat atau transisi spiritual pada 21 Desember 2012 sudah beredar sejak tahun 2009. Tanggal 21 Desember 2012 menjadi fenomenal karena ada kaum Mayanisme yaitu orang-orang yang menyebarkan berbagai keyakinan eskatologis dimana peristiwa bencana kiamat atau perubahan besar akan terjadi pada tanggal tersebut. Tanggal ini dianggap sebagai tanggal akhir dari siklus 5125-tahunan menurut kalender Long Count Mesoamerika atau yang sering disebut kalender Suku Maya Kuno. Konon dikatakan bahwa perhitungan astronomi dan berbagai rumus numerologi telah dipelajari berkaitan dengan tanggal ini. Namun ternyata tidak ada dari para cendekiawan terkemuka yang mendukung hal ini.

Read More…

 

Netanyahu Menolak Pidato Obama

Netanyahu Menolak Pidato Obama soal Kembali ke Batas Pra-1967.

 

Jika Anda benar-benar memahami nubuat-nubuat Alkitab, Anda akan berdebar-debar memperhatikan apa yang sedang terjadi di Timur Tengah saat ini, khususnya di wilayah Israel-Palestina. Sebuah peristiwa paling bersejarah dan merupakan titik tolak penggenapan dari nubuat paling penting dalam sejarah umat manusia, sedang digugat dan disangkali oleh dunia. Peristiwa bersejarah Perang Enam Hari 1967, yang mengembalikan wilayah Yerusalem, Yudea dan Samaria ke pangkuan Israel kini digugat dan wilayah itu harus diserahkan kepada Palestina. Ini artinya masa kesukaran akan segera terjadi di Yerusalem, Yudea dan wilayah-wilayah pemukiman orang Israel di Tepi Barat.

Read More…

the-black-horsemen

Penglihatan Kuda Hitam wahyu tentang Bencana Kelaparan

Salah satu krisis yang akan terjadi dan sekaligus menjadi tanda bahwa sistem dunia ini sedang menuju kepada akhirnya, adalah datangnya krisis pangan dunia. Dalam kitab Wahyu hal ini digambarkan sebagai munculnya Penunggang Kuda Hitam. Penunggang Kuda Hitam yang digambarkan membawa sebuah timbangan di tangannya oleh Kitab Wahyu, adalah lambang munculnya Otoritas Perdagangan yang pada akhirnya akan membawa kepada krisis pangan dunia.

Read More…

 

WhySoCrucial400

 

I.   Anda Tidak Tahu Apakah Anda sedang Hidup di Hari-Hari Terakhir

Banyak orang tidak yakin apakah hari-hari ini adalah hari-hari akhir, tetapi orang juga tidak dapat memastikan bahwa mereka tidak sedang hidup di hari-hari terakhir. Hampir semua setuju kalau dikatakan tidak ada orang yang tahu kapan hari-hari terakhir itu, artinya bisa saja kita sedang hidup di hari-hari yang sedang berakhir. Alkitab mencatat ketika orang mengatakan semuanya damai dan aman, tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan (1Tes 5:3). Itu sebabnya pengajaran yang benar tentang wahyu begitu penting untuk semua orang terutama untuk orang percaya.

Mungkin ada yang berkata: “tidak ada bedanya, sekalipun mempelajari Alkitab orang tidak akan tahu kapan itu hari-hari terakhir.” Pendapat itu keliru dan orang yang berpendapat seperti itu tidak pernah membaca Alkitab dengan benar. Banyak orang Kristen juga berkata bahwa tidak akan ada seorangpun yang tahu waktu Tuhan, dan mengajar bahwa Kedatangan Tuhan seperti pencuri termasuk bagi orang-orang percaya. Padahal Alkitab tidak mengajarkan demikian. Alkitab mengajarkan, Tuhan akan datang seperti pencuri bagi orang yang masih dalam kegelapan, tetapi bagi kita “anak-anak Terang”, hari itu tidak akan tiba seperti pencuri.

“Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.” (1Tes 5:4-5)

Mungkin Anda terkejut dengan hal ini, tetapi itulah yang Alkitab ajarkan, jadi hari itu tidak akan datang bagi kita secara tiba-tiba, artinya kita akan mengetahui dan kita akan dapat berjaga-jaga. Siapakah yang akan mengetahui hari Tuhan? Ayat di atas berkata “anak-anak Terang”. Ingatlah bahwa Alkitab Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita, “anak-anak Terang” adalah mereka yang bertekun mempelajari dan mengasihi Firman-Nya, mereka akan menjadi orang yang “terang” mata rohaninya. Merekalah orang-orang yang akan mengetahui waktu Kedatangan-Nya dan dapat berjaga-jaga dengan baik.

II.   Banyak Yang Salah Mengerti (Termasuk karena Ajaran-Ajaran Palsu)

Read More…

ALARM ILAHI KEMBALI MENGGEMA DI INDONESIA

 

mentawai-tsunami-map-houseofrevelation-com

Dalam bulan Oktober 2010 ini telah terjadi tiga bencana besar di tanah air. Berapa hari ini para pemakai internet menyerukan gerakan “Pray for Indonesia” dan hari ini halaman pertama harian Kompas menunjukkan “Indonesia Bersedih”. Alarm ilahi kembali menggema di Indonesia, untuk membuat kita kembali menyadari bahwa tidak banyak yang bisa kita lakukan jika alam telah berbicara. 

Pada awal bulan (5/10) telah terjadi bencana banjir bandang di kota Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat. yang menelan korban jiwa mencapai 149 orang dan ratusan lain luka-luka serta ribuan orang harus mengungsi karena kota mereka diterjang air bah yang datang tiba-tiba. Baca selengkapnya….

Read More…

THE MILLENIUM KINGDOM

King-of-Kings

MISTERI KERAJAAN ALLAH

Berita tentang datangnya Kerajaan Allah adalah inti dan tujuan dari Injil. Sejak awal penciptaan, Allah berkehendak agar manusia berkuasa atas bumi. Di Kejadian 1:28, Adam diberi kepercayaan untuk mengelola bumi dengan otoritas Allah. Inilah konsep Kerajaan Allah di bumi dari sejak semula. Itulah rencana Allah untuk manusia, yaitu mengelola dan menaklukkan bumi.

Apakah seiring dengan jatuhnya manusia dalam dosa tujuan ini bergeser? Walaupun manusia telah gagal oleh kejatuhan Adam, Allah tidak pernah merubah rencana-Nya. Alkitab mencatat dalam Roma 5:17 bahwa, “jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.”

Penebusan Kristus adalah penebusan terhadap seluruh kutuk manusia, termasuk kegagalan terhadap ‘destiny’ dan hilangnya kemuliaan Allah yaitu otoritas pemerintahan Allah. Ayat diatas mengatakan, oleh penebusan Yesus, kita bukan saja akan hidup tetapi juga berkuasa. Jadi jelas bahwa rencana Kerajaan Allah berlanjut terus dan masih merupakan tujuan Allah bagi manusia di bumi. Dan ‘destiny’ itu akan digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus yang akhirnya akan bertahta dalam Kerajaan-Nya kelak di masa Milenium. Itulah sebabnya Tuhan Yesus memulai amanat agung dengan mendeklarasikan otoritas, “Kepada-Ku  telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Mat 28:18)

Berita tentang kedatangan Kerajaan Allah tetap menjadi berita utama pada masa Yesus memberitakan Injil. Adalah suatu kenyataan bahwa hal ini merupakan topik utama dari semua ajaran yang telah diungkapkan oleh Yesus pada kedatangan yang pertama. Dari keempat Injil dapat dilihat, betapa topik Kerajaan Allah selalu muncul dan menjadi background dari semua ajaran Yesus.

Dari awal, Yohanes Pembaptis yang ditugaskan memberitakan kedatangan-Nya, berseru-seru: “Bertobatlah! Kerajaan Allah sudah dekat”. Yesus sendiri ketika mengajar Nikodemus berkata: “Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”. Matius 4:23 mencatat: “Ia mengajar di rumah-rumah ibadah dan memberitakan Kerajaan Allah”. Kepada banyak orang Yesus juga berkata: “Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus” (Luk 4:43).

Dan memang banyak pengajaran penting yang Tuhan Yesus sampaikan selalu terkait erat dan menyangkut Kerajaan-Nya. Kotbah di bukit yang terkenal, diawali dengan: “Berbahagialah kamu yang miskin karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah”. Lalu dalam berbagai perumpamaan Tuhan Yesus mengajar tentang Kerajaan Allah. Bahkan Tuhan Yesus mengajarkan agar tiap kali kita berdoa agar Kerajaan Allah datang ke dalam hidup kita.

Thema Kerajaan ini begitu penting bagi Yesus untuk diajarkan kepada murid-murid-Nya. Sampai-sampai, setelah kebangkitanpun Kisah Rasul 1:3 mencatat: “Selama empat puluh hari, Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah”. 

YESUS ATAU WAKILNYA

Apa sebenarnya yang Yesus maksud dengan kedatangan Kerajaan Allah? Inti dari berita tentang Kerajaan Allah adalah bahwa akan datang suatu Kerajaan Tuhan yang akan memerintah bangsa-bangsa dengan adil di bumi (Maz 67:5) dan Hukum-hukum Allah akan menjadi terang bagi segala bangsa (Yes 51:4) Pada masa itu umat Tuhan akan dibebaskan dan hidup tentram (Yer 23:6) serta damai akan memerintah di seluruh bumi (Mik 4:3).

Jangan salah mengerti Kerajaan Allah yang diberitakan disini bukan konsep ‘christendom’ yang dianut para pemimpin gereja Roma. Kerajaan Allah yang dijanjikan Tuhan Yesus bukanlah kerajaan kristen yang diperintah oleh para Paus. Yesus sendiri yang akan memerintah sebagai Raja dalam Kerajaan Allah di bumi. Rasul Paulus menegaskan “…hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, pada waktu-Nya Ia akan muncul, siapa yang terberkati dan Penguasa satu-satunya, Raja di atas segala raja, Tuan diatas segala tuan.” (1Tim 6:15 KJV)  

Selama berabad-abad konsep ‘christendom’ atau konsep Kerajaan Kristen diajarkan kepada umat. Para Paus, pemimpin Gereja Roma mengklaim sebagai wakil Yesus dan penerima otoritas untuk memerintah umat manusia. Sejarah telah mencatat bahwa selama Gereja Roma berkuasa berbagai peristiwa penganiayaan tragis kepada orang-orang kudus justru semakin subur. Di Eropa ketimpangan dan ketidakadilan menimbulkan revolusi yang berbalik menyerang para imam dan gereja. Pemerintahan oleh manusia atas nama Allah hanya menampilkan kekuasaan yang absolut tetapi timpang, cenderung korup dan hanya akan menyengsarakan umat manusia.

Di awal abad ke-19 muncul ajaran yang senada di kalangan kaum protestan, yaitu ajaran Post-Milenialisme. Walaupun ajaran ini merupakan bentuk baru, namun paham ini kurang lebih memiliki pengajaran yang secara tidak langsung sama mengingkari akan kedatangan Yesus sendiri untuk memerintah di dalam Kerajaan Milenium. Paham yang juga disebut Rekonstruksionisme ini mengajarkan bahwa, orang Kristen akan mentransformasi seluruh dunia ini menjadi Kristen seluruhnya dan Tuhan Yesus baru datang setelah semua keadaan menjadi baik. Ajaran ini walaupun kelihatannya lurus tetapi sangat menyesatkan. Alkitab tidak pernah menubuatkan bahwa dunia ini akan semakin baik. Justru Rasul Paulus berkata bahwa keadaan manusia pada hari-hari akhir akan semakin egois, tidak peduli agama, garang, tidak berdamai dan tidak suka yang baik serta penuh hawa nafsu (2Tim 3:1-4).

Paham dari kelompok yang disebut penganut aliran Transformatif atau Rekonstruktionisme ini mirip dengan ajaran dari aliran Revivalis. Keduanya sama mempercayai bahwa dunia akan berubah menjadi ‘kristiani’ oleh usaha orang percaya. Bedanya kaum Rekonstruktionisme mempercayai umat Kristen akan mentransformasi lingkungannya lewat pengaruh mereka dalam kehidupan sehari-hari secara gradual, yang pada akhirnya mengubah seluruh dunia mengalami ‘atmosfir Kerajaan Allah’. Sedangkan kaum Revivalis mempercayai perubahan terjadi akibat kebangunan rohani yang merata ke seluruh dunia.

Walaupun sangat indah kedengarannya, bukan seperti itu yang Alkitab nubuatkan akan terjadi. Alkitab menubuatkan bahwa kita orang Kristen justru akan mengalami penyesatan dan aniaya pada hari-hari akhir.

“Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Mat 24:9-13).

Hati-hati dengan kedua paham di atas yang dapat menjerumuskan umat. Kedua ajaran ini menggambarkan keadaan yang sangat bertolak belakang dengan apa yang Alkitab singkapkan. Alkitab juga menyingkapkan bahwa modus operandi Antikristus pada akhir zaman adalah penyesatan lewat berbagai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat. Jangan sampai apa yang diperbuat oleh si pendurhaka nantinya dianggap sebagai tanda dari kebangunan rohani yang dipercayai akan segera terjadi.

Perlu diketahui suatu rahasia: siapakah yang disebut ANTIKRISTUS?

ANTIKRISTUS bukan orang-orang dunia yang tidak mau percaya Yesus… Tetapi setiap orang yang mengaku saudara (entah itu Pendeta, Pastor bahkan Paus sekalipun) tetapi TIDAK PERCAYA BAHWA YESUS ADALAH KRISTUS*, artinya TIDAK PERCAYA BAHWA YESUS AKAN BENAR-BENAR MEMERINTAH DI BUMI (SECARA HARAFIAH) SEBAGAI RAJA SEGALA RAJA sesuai janji Bapa, yang tertulis dalam kitab Para Nabi, merekalah yang disebut para Antikristus.
(*KRISTUS atau MESIAS artinya RAJA/YANG DIURAPI).

“Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa
Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang
menyangkal baik Bapa maupun Anak.” (1Yoh 2:22)

Mengapa di 1Yoh 2:22 dikatakan mereka juga “menyangkal Bapa”? Karena jika mereka tidak percaya bahwa YESUS AKAN KEMBALI KE BUMI dan SECARA HARAFIAH BENAR2 AKAN MEMERINTAH SEBAGAI RAJA DI BUMI, berarti mereka MENYANGKAL JUGA FIRMAN BAPA yang tertulis dalam Kitab Nabi2 yang menyatakan bahwa: KETURUNAN DAUD TIDAK AKAN TERPUTUS MEMERINTAH SEBAGAI RAJA ISRAEL (Yer 33:17) dan YERUSALEM AKAN DISEBUT TAHTA TUHAN, SEGALA BANGSA AKAN SUJUD KE SANA (Yer 3:17). Jadi mereka menyangkal baik Bapa juga Anak, yaitu yang akan datang untuk menggenapi janji Bapa itu.

Mereka yang mengajar bahwa gereja yang akan memerintah bukan Tuhan Yesus, jelas-jelas menentang Firman Allah. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan Yesus sendiri akan memerintah dunia, seperti dikatakan di dalam Wahyu 11:15,

“Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”

Para pemimpin dan jemaat mesti benar-benar waspada dan tidak sembarang mengikuti teori manusia. Sering bila ada pengajaran yang dikatakan sebagai ilham roh atau dari mimpi dan penglihatan akan langsung dipercaya tanpa diperiksa lagi kebenarannya dengan Alkitab Firman Allah, dan pada gilirannya dapat menyesatkan jemaat Tuhan.

MENANTI SANG MESIAS

Seluruh nubuat mengenai akhir zaman bermuara pada suatu peristiwa, yaitu Kedatangan Kristus Yesus kedua kali untuk memerintah di bumi, yakni pada masa Milenium atau Kerajaan Seribu Tahun (Wah 20:4). Peristiwa inilah yang menjadi pengharapan umat Tuhan, dimana kelak keadilan akan memerintah di bumi. Peristiwa ini pula yang dinanti-nantikan oleh bangsa Israel selama berabad-abad, yaitu kedatangan Mesias untuk memulihkan negeri mereka.

Iman akan datangnya suatu Kerajaan yang akan diperintah oleh seorang yang diurapi, bukan hanya milik orang Kristen. Konsep kedatangan Mesias atau Yang Diurapi atau Al-Masih dipercayai oleh hampir semua agama Abrahamik, terutama mereka kaum tradisional yang cenderung masih murni pengajarannya. 

Mempercayai akan datangnya Kerajaan Mesias di bumi secara literal merupakan bagian yang penting dari kehidupan orang Israel. Dalam sejarah, hidup orang Israel layaknya kehidupan pengembara, keadaan ini dapat kita ingat mulai dari masa keturunan Yakub 400 tahun berada di Mesir, kemudian mengembara di padang gurun selama beberapa puluh tahun, kemudian bangsa ini harus diangkut dalam pembuangan ke Asyur dan Babilonia. Bahkan selama abad-abad modern suku-suku keturunan Yakub tercerai-berai ke seluruh penjuru bumi.

Sejak awal abad 20 mereka menyadari bahwa mereka mulai dikumpulkan kembali. Di akhir zaman ini mereka kembali mengalami eksodus besar-besaran dari berbagai negara, berbondong-bondong orang-orang Yahudi kembali ke tanah air mereka. Ada apa? Mereka mempersiapkan diri, bukan untuk negara yang mereka bentuk sejak 1948 itu. Bagi Israel yang benar-benar rohani, mereka kembali untuk menyambut kedatangan Mesias yang akan menghantar mereka kepada masa perhentian, yaitu masa Pemerintahan Sang Mesias atas Yerusalem.

Marilah kita yang menantikan Dia, menantikannya dengan tekun (Rom 8:25) dan berusaha agar kita tak bercacat cela dan didapati sempurna pada waktu Kedatangan-Nya (1Tes 3:13).

Nubuat “Tidak Ada Damai” Bagi Yerusalem

no-peace-Jerusalem

Telah lama dunia mengusahakan perdamaian di kawasan Timur Tengah, yaitu berkaitan dengan konflik antara Israel dan negara-negara Arab disekitarnya. Walaupun secara de facto peperangan Israel dengan negara-negara tetangganya telah berhenti, permusuhan belum sungguh-sungguh berakhir. Dan kawasan itu tetap labil karena masalah Palestina yang mengklaim merdeka dan menginginkan kota tua Yerusalem menjadi milik mereka.

Banyak utusan perdamaian dari PBB, maupun dari negara-negara perantara seperti Amerika Serikat dan negara-negara lain, serta puluhan organisasi NGO telah turut andil namun belum dapat menyodorkan suatu konsep perdamaian yang dapat diterima pihak-pihak yang bertikai. Sampai hari ini kawasan itu masih merupakan wilayah yang terus bergejolak dari waktu ke waktu.

Usaha perdamaian bukan saja diusahakan oleh pihak luar tetapi juga oleh pihak-pihak yang bertikai. Dari Israel dan dunia Arab ada sederetan tokoh yang telah berusaha membuat jembatan antara Israel dan Palestina. Tokoh-tokoh seperti Menachem Begin(israel), Anwar Sadat(Mesir), Yasser Arafat(Palestine), Shimon Peres(Israel), dan Yitzhak Rabin(Israel), adalah sederet nama yang jasanya dalam mengupayakan perdamaian telah mendapatkan pengakuan dunia dan telah dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian. Namun hingga kini masalah Yerusalem dan konflik Israel dan Palestina tidak kunjung selesai, malah belakangan cenderung semakin memanas.

Bagaimana akhir dari kisah panjang: pertikaian memperebutkan Yerusalem ini menurut terang Alkitab? Akankah perdamaian tercapai di kawasan itu?

Alkitab menubuatkan bahwa tidak ada damai untuk Yerusalem sebelum Raja Damai yang sesungguhnya datang kembali yaitu Tuhan Yesus Kristus. “…nabi-nabi Israel.. bernubuat tentang Yerusalem dan melihat baginya suatu penglihatan mengenai damai sejahtera, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” (Yeh 13:16)  

Alkitab juga menyatakan dalam Daniel 9:26 bagian akhir bahwa, akan ada peperangan dan pemusnahan sampai akhir zaman seperti yang telah ditetapkan. Ini artinya tidak akan ada perdamaian sampai kelak Tuhan Yesus datang pada masa pemusnahan (Murka Allah). Jadi siapapun dan dengan cara apapun yang mengusahakan perdamaian dalam soal Yerusalem akan menemui jalan buntu.

Apa yang Alkitab nubuatkan bukanlah sesuatu yang diidamkan oleh siapapun, namun itulah yang akan terjadi terhadap Yerusalem. Nubuat ini merupakan bagian dari nubuat Tujuh Puluh Minggu Daniel (Dan 9:24-27) yang mengatakan Yerusalem tidak akan benar-benar pulih sebelum masa yang dinubuatkan selesai. Dan hal ini benar-benar digenapi sejarah, bahwa sekalipun Israel telah merdeka puluhan tahun namun Yerusalem masih belum seluruhnya terbebas dan masih menjadi ‘rebutan’ di antara bangsa-bangsa.

Dalam nats lain masih di kitab dan pasal yang sama, dinubuatkan bahwa Yerusalem akan tetap menjadi timbunan puing sampai genap ‘masa hukuman’ selesai. Hal inipun menjadi kenyataan, sampai hari ini, meskipun secara finansial Israel telah dapat membangun kota Tel-Aviv begitu megah laksana kota-kota besar di Amerika, namun Yerusalem tetap  merupakan timbunan puing(khususnya di bagian kota tuanya). Itulah Alkitab, Firman Allah Yang Hidup, apa yang dinubuatkannya pasti akan terjadi.

Dalam kaitan usaha perdamaian Yerusalem, Alkitab juga menubuatkan sesuatu yang penting, yaitu munculnya seorang raja yang juga akan menjadi juru damai Yerusalem. Daniel 9:27 berkata ada seorang raja akan membuat perjanjian 7 tahun yang memberatkan banyak orang. Raja inilah yang pada akhirnya akan memaksa orang-orang Yahudi menghentikan ibadah korban harian di Yerusalem. Dalam eskatologi raja ini kemudian dikenali sebagai sang Antikris itu.

Dengan demikian kita nanti dapat mengenali siapa si manusia durhaka yang dimaksud Alkitab sebenarnya? Siapa yang nanti akan muncul dan menggenapi nubuat Daniel 9:27 ini, itulah dia si manusia durhaka yang akan menyeret dunia ke Armagedon.  

Sementara itu dari clue Daniel 2 dan Daniel 7, Antikris itu akan muncul dari Eropa. Maka tidak mengherankan peran Eropa sebagai Juru Damai Timur Tengah akan terus naik. Sebaliknya peran Amerika pelan-pelan akan mulai memudar. Beberapa saat ini, berita di televisi dan koran-koran menyatakan bahwa AS yang selama ini merupakan ‘sahabat baik’ mulai tidak diacuhkan oleh Israel. Wapres Amerika Joe Biden benar-benar dipermalukan pada saat berkunjung ke Israel pekan lalu. Dari soal diumumkannya pembangunan perumahan di wilayah sengketa, hadiah kaca retak sampai aksi pemadaman lampu, membuat Menlu Amerika Hillary Clinton naik pitam dan Presiden Barack Obama menyatakan bahwa dirinya merasa ditikam.

as-marah

Harian Kompas hari ini (17 Maret 2010) menyatakan “AS ‘Marah’ kepada Israel”. Amerika Serikat menyatakan kemarahannya dengan cara menunda kunjungan utusan khusus Amerika George Mitchel, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sebaliknya PM Israel Netanyahu juga menyatakan pembangunan perumahan di Yerusalem Timur akan terus berlanjut dan dirinya akan menunda rencana kunjungan ke Gedung Putih. Duta Besar Israel untuk AS, Michael Oren menyatakan bahwa saat ini hubungan antara Israel-AS mengalami kondisi paling buruk dalam 35 tahun terakhir.

Gejala apa semua ini? Dari terang Alkitab kita dapat mengerti bahwa, kondisi di Timur tengah akan memanas, situasi yang serius akan segera terjadi, puncaknya kelak Bait Suci Ketiga akan ‘dipaksakan’ dibangun di lokasi yang sangat sensitif. Akan terjadi pertikaian tetapi belum menyebabkan perang, seperti dinubuatkan Mat 24:6 (deru perang dan kabar-kabar peperangan). Karena pada saat itu seorang ‘juru runding’ akan segera tampil dan membuat perjanjian yang membuat Yerusalem Timur (kota tua) berada di bawah otoritasnya selama 7 tahun (Dan 9:27). Namun di tengah jalan perjanjian ini akan gagal, dan pada pertengahan 7 tahun itu akan terjadi peristiwa tragis yang menelan banyak korban jiwa. Lalu dunia akan diseretnya kepada perang besar Armagedon.

Satu lagi nubuat Alkitab sedang digenapi. Barang siapa bijak, hendaklah ia berjaga-jaga dan menyelidiki apa yang bakal menimpa dunia tidak lama lagi.