THE MILLENIUM KINGDOM

King-of-Kings

MISTERI KERAJAAN ALLAH

Berita tentang datangnya Kerajaan Allah adalah inti dan tujuan dari Injil. Sejak awal penciptaan, Allah berkehendak agar manusia berkuasa atas bumi. Di Kejadian 1:28, Adam diberi kepercayaan untuk mengelola bumi dengan otoritas Allah. Inilah konsep Kerajaan Allah di bumi dari sejak semula. Itulah rencana Allah untuk manusia, yaitu mengelola dan menaklukkan bumi.

Apakah seiring dengan jatuhnya manusia dalam dosa tujuan ini bergeser? Walaupun manusia telah gagal oleh kejatuhan Adam, Allah tidak pernah merubah rencana-Nya. Alkitab mencatat dalam Roma 5:17 bahwa, “jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.”

Penebusan Kristus adalah penebusan terhadap seluruh kutuk manusia, termasuk kegagalan terhadap ‘destiny’ dan hilangnya kemuliaan Allah yaitu otoritas pemerintahan Allah. Ayat diatas mengatakan, oleh penebusan Yesus, kita bukan saja akan hidup tetapi juga berkuasa. Jadi jelas bahwa rencana Kerajaan Allah berlanjut terus dan masih merupakan tujuan Allah bagi manusia di bumi. Dan ‘destiny’ itu akan digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus yang akhirnya akan bertahta dalam Kerajaan-Nya kelak di masa Milenium. Itulah sebabnya Tuhan Yesus memulai amanat agung dengan mendeklarasikan otoritas, “Kepada-Ku  telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Mat 28:18)

Berita tentang kedatangan Kerajaan Allah tetap menjadi berita utama pada masa Yesus memberitakan Injil. Adalah suatu kenyataan bahwa hal ini merupakan topik utama dari semua ajaran yang telah diungkapkan oleh Yesus pada kedatangan yang pertama. Dari keempat Injil dapat dilihat, betapa topik Kerajaan Allah selalu muncul dan menjadi background dari semua ajaran Yesus.

Dari awal, Yohanes Pembaptis yang ditugaskan memberitakan kedatangan-Nya, berseru-seru: “Bertobatlah! Kerajaan Allah sudah dekat”. Yesus sendiri ketika mengajar Nikodemus berkata: “Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”. Matius 4:23 mencatat: “Ia mengajar di rumah-rumah ibadah dan memberitakan Kerajaan Allah”. Kepada banyak orang Yesus juga berkata: “Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus” (Luk 4:43).

Dan memang banyak pengajaran penting yang Tuhan Yesus sampaikan selalu terkait erat dan menyangkut Kerajaan-Nya. Kotbah di bukit yang terkenal, diawali dengan: “Berbahagialah kamu yang miskin karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah”. Lalu dalam berbagai perumpamaan Tuhan Yesus mengajar tentang Kerajaan Allah. Bahkan Tuhan Yesus mengajarkan agar tiap kali kita berdoa agar Kerajaan Allah datang ke dalam hidup kita.

Thema Kerajaan ini begitu penting bagi Yesus untuk diajarkan kepada murid-murid-Nya. Sampai-sampai, setelah kebangkitanpun Kisah Rasul 1:3 mencatat: “Selama empat puluh hari, Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah”. 

YESUS ATAU WAKILNYA

Apa sebenarnya yang Yesus maksud dengan kedatangan Kerajaan Allah? Inti dari berita tentang Kerajaan Allah adalah bahwa akan datang suatu Kerajaan Tuhan yang akan memerintah bangsa-bangsa dengan adil di bumi (Maz 67:5) dan Hukum-hukum Allah akan menjadi terang bagi segala bangsa (Yes 51:4) Pada masa itu umat Tuhan akan dibebaskan dan hidup tentram (Yer 23:6) serta damai akan memerintah di seluruh bumi (Mik 4:3).

Jangan salah mengerti Kerajaan Allah yang diberitakan disini bukan konsep ‘christendom’ yang dianut para pemimpin gereja Roma. Kerajaan Allah yang dijanjikan Tuhan Yesus bukanlah kerajaan kristen yang diperintah oleh para Paus. Yesus sendiri yang akan memerintah sebagai Raja dalam Kerajaan Allah di bumi. Rasul Paulus menegaskan “…hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, pada waktu-Nya Ia akan muncul, siapa yang terberkati dan Penguasa satu-satunya, Raja di atas segala raja, Tuan diatas segala tuan.” (1Tim 6:15 KJV)  

Selama berabad-abad konsep ‘christendom’ atau konsep Kerajaan Kristen diajarkan kepada umat. Para Paus, pemimpin Gereja Roma mengklaim sebagai wakil Yesus dan penerima otoritas untuk memerintah umat manusia. Sejarah telah mencatat bahwa selama Gereja Roma berkuasa berbagai peristiwa penganiayaan tragis kepada orang-orang kudus justru semakin subur. Di Eropa ketimpangan dan ketidakadilan menimbulkan revolusi yang berbalik menyerang para imam dan gereja. Pemerintahan oleh manusia atas nama Allah hanya menampilkan kekuasaan yang absolut tetapi timpang, cenderung korup dan hanya akan menyengsarakan umat manusia.

Di awal abad ke-19 muncul ajaran yang senada di kalangan kaum protestan, yaitu ajaran Post-Milenialisme. Walaupun ajaran ini merupakan bentuk baru, namun paham ini kurang lebih memiliki pengajaran yang secara tidak langsung sama mengingkari akan kedatangan Yesus sendiri untuk memerintah di dalam Kerajaan Milenium. Paham yang juga disebut Rekonstruksionisme ini mengajarkan bahwa, orang Kristen akan mentransformasi seluruh dunia ini menjadi Kristen seluruhnya dan Tuhan Yesus baru datang setelah semua keadaan menjadi baik. Ajaran ini walaupun kelihatannya lurus tetapi sangat menyesatkan. Alkitab tidak pernah menubuatkan bahwa dunia ini akan semakin baik. Justru Rasul Paulus berkata bahwa keadaan manusia pada hari-hari akhir akan semakin egois, tidak peduli agama, garang, tidak berdamai dan tidak suka yang baik serta penuh hawa nafsu (2Tim 3:1-4).

Paham dari kelompok yang disebut penganut aliran Transformatif atau Rekonstruktionisme ini mirip dengan ajaran dari aliran Revivalis. Keduanya sama mempercayai bahwa dunia akan berubah menjadi ‘kristiani’ oleh usaha orang percaya. Bedanya kaum Rekonstruktionisme mempercayai umat Kristen akan mentransformasi lingkungannya lewat pengaruh mereka dalam kehidupan sehari-hari secara gradual, yang pada akhirnya mengubah seluruh dunia mengalami ‘atmosfir Kerajaan Allah’. Sedangkan kaum Revivalis mempercayai perubahan terjadi akibat kebangunan rohani yang merata ke seluruh dunia.

Walaupun sangat indah kedengarannya, bukan seperti itu yang Alkitab nubuatkan akan terjadi. Alkitab menubuatkan bahwa kita orang Kristen justru akan mengalami penyesatan dan aniaya pada hari-hari akhir.

“Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Mat 24:9-13).

Hati-hati dengan kedua paham di atas yang dapat menjerumuskan umat. Kedua ajaran ini menggambarkan keadaan yang sangat bertolak belakang dengan apa yang Alkitab singkapkan. Alkitab juga menyingkapkan bahwa modus operandi Antikristus pada akhir zaman adalah penyesatan lewat berbagai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat. Jangan sampai apa yang diperbuat oleh si pendurhaka nantinya dianggap sebagai tanda dari kebangunan rohani yang dipercayai akan segera terjadi.

Perlu diketahui suatu rahasia: siapakah yang disebut ANTIKRISTUS?

ANTIKRISTUS bukan orang-orang dunia yang tidak mau percaya Yesus… Tetapi setiap orang yang mengaku saudara (entah itu Pendeta, Pastor bahkan Paus sekalipun) tetapi TIDAK PERCAYA BAHWA YESUS ADALAH KRISTUS*, artinya TIDAK PERCAYA BAHWA YESUS AKAN BENAR-BENAR MEMERINTAH DI BUMI (SECARA HARAFIAH) SEBAGAI RAJA SEGALA RAJA sesuai janji Bapa, yang tertulis dalam kitab Para Nabi, merekalah yang disebut para Antikristus.
(*KRISTUS atau MESIAS artinya RAJA/YANG DIURAPI).

“Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa
Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang
menyangkal baik Bapa maupun Anak.” (1Yoh 2:22)

Mengapa di 1Yoh 2:22 dikatakan mereka juga “menyangkal Bapa”? Karena jika mereka tidak percaya bahwa YESUS AKAN KEMBALI KE BUMI dan SECARA HARAFIAH BENAR2 AKAN MEMERINTAH SEBAGAI RAJA DI BUMI, berarti mereka MENYANGKAL JUGA FIRMAN BAPA yang tertulis dalam Kitab Nabi2 yang menyatakan bahwa: KETURUNAN DAUD TIDAK AKAN TERPUTUS MEMERINTAH SEBAGAI RAJA ISRAEL (Yer 33:17) dan YERUSALEM AKAN DISEBUT TAHTA TUHAN, SEGALA BANGSA AKAN SUJUD KE SANA (Yer 3:17). Jadi mereka menyangkal baik Bapa juga Anak, yaitu yang akan datang untuk menggenapi janji Bapa itu.

Mereka yang mengajar bahwa gereja yang akan memerintah bukan Tuhan Yesus, jelas-jelas menentang Firman Allah. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan Yesus sendiri akan memerintah dunia, seperti dikatakan di dalam Wahyu 11:15,

“Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”

Para pemimpin dan jemaat mesti benar-benar waspada dan tidak sembarang mengikuti teori manusia. Sering bila ada pengajaran yang dikatakan sebagai ilham roh atau dari mimpi dan penglihatan akan langsung dipercaya tanpa diperiksa lagi kebenarannya dengan Alkitab Firman Allah, dan pada gilirannya dapat menyesatkan jemaat Tuhan.

MENANTI SANG MESIAS

Seluruh nubuat mengenai akhir zaman bermuara pada suatu peristiwa, yaitu Kedatangan Kristus Yesus kedua kali untuk memerintah di bumi, yakni pada masa Milenium atau Kerajaan Seribu Tahun (Wah 20:4). Peristiwa inilah yang menjadi pengharapan umat Tuhan, dimana kelak keadilan akan memerintah di bumi. Peristiwa ini pula yang dinanti-nantikan oleh bangsa Israel selama berabad-abad, yaitu kedatangan Mesias untuk memulihkan negeri mereka.

Iman akan datangnya suatu Kerajaan yang akan diperintah oleh seorang yang diurapi, bukan hanya milik orang Kristen. Konsep kedatangan Mesias atau Yang Diurapi atau Al-Masih dipercayai oleh hampir semua agama Abrahamik, terutama mereka kaum tradisional yang cenderung masih murni pengajarannya. 

Mempercayai akan datangnya Kerajaan Mesias di bumi secara literal merupakan bagian yang penting dari kehidupan orang Israel. Dalam sejarah, hidup orang Israel layaknya kehidupan pengembara, keadaan ini dapat kita ingat mulai dari masa keturunan Yakub 400 tahun berada di Mesir, kemudian mengembara di padang gurun selama beberapa puluh tahun, kemudian bangsa ini harus diangkut dalam pembuangan ke Asyur dan Babilonia. Bahkan selama abad-abad modern suku-suku keturunan Yakub tercerai-berai ke seluruh penjuru bumi.

Sejak awal abad 20 mereka menyadari bahwa mereka mulai dikumpulkan kembali. Di akhir zaman ini mereka kembali mengalami eksodus besar-besaran dari berbagai negara, berbondong-bondong orang-orang Yahudi kembali ke tanah air mereka. Ada apa? Mereka mempersiapkan diri, bukan untuk negara yang mereka bentuk sejak 1948 itu. Bagi Israel yang benar-benar rohani, mereka kembali untuk menyambut kedatangan Mesias yang akan menghantar mereka kepada masa perhentian, yaitu masa Pemerintahan Sang Mesias atas Yerusalem.

Marilah kita yang menantikan Dia, menantikannya dengan tekun (Rom 8:25) dan berusaha agar kita tak bercacat cela dan didapati sempurna pada waktu Kedatangan-Nya (1Tes 3:13).

Alkitab Menubuatkan Perubahan Geopolitik Global

geopolitics-change 

Dalam eskatologi atau pengetahuan mengenai akhir zaman, masa tribulasi atau masa sukar sering digambarkan sebagai musim kemarau atau musim panas. Pada Perjanjian Lama akhir zaman itu dilambangkan dengan panen di musim kemarau. Di kitab Amos dan Mikha akhir zaman digambarkan dengan pengumpulan buah-buahan musim kemarau(Amos 8:1-2, Mikha 7:1). Di Perjanjian Baru Yesus memakai istilah ‘musim panas’ untuk menggambarkan masa sukar atau masa tribulasi (Mat 24:32, Mark 13:28, Luk 21:30).  

Alkitab menubuatkan ada peristiwa besar yang akan terjadi menjelang masa tribulasi yang dilambangkan dengan ‘musim panas’ atau ‘masa kemarau’ ini. Salah satu tanda tersebut adalah Perubahan Geopolitik dunia. Sebuah perubahan drastis dari peta politik dunia akan terjadi menjelang masa-masa yang paling menentukan, yaitu memasuki ‘musim panas’ itu. Baca selengkapnya….

Read More…

Nubuat “Tidak Ada Damai” Bagi Yerusalem

no-peace-Jerusalem

Telah lama dunia mengusahakan perdamaian di kawasan Timur Tengah, yaitu berkaitan dengan konflik antara Israel dan negara-negara Arab disekitarnya. Walaupun secara de facto peperangan Israel dengan negara-negara tetangganya telah berhenti, permusuhan belum sungguh-sungguh berakhir. Dan kawasan itu tetap labil karena masalah Palestina yang mengklaim merdeka dan menginginkan kota tua Yerusalem menjadi milik mereka.

Banyak utusan perdamaian dari PBB, maupun dari negara-negara perantara seperti Amerika Serikat dan negara-negara lain, serta puluhan organisasi NGO telah turut andil namun belum dapat menyodorkan suatu konsep perdamaian yang dapat diterima pihak-pihak yang bertikai. Sampai hari ini kawasan itu masih merupakan wilayah yang terus bergejolak dari waktu ke waktu.

Usaha perdamaian bukan saja diusahakan oleh pihak luar tetapi juga oleh pihak-pihak yang bertikai. Dari Israel dan dunia Arab ada sederetan tokoh yang telah berusaha membuat jembatan antara Israel dan Palestina. Tokoh-tokoh seperti Menachem Begin(israel), Anwar Sadat(Mesir), Yasser Arafat(Palestine), Shimon Peres(Israel), dan Yitzhak Rabin(Israel), adalah sederet nama yang jasanya dalam mengupayakan perdamaian telah mendapatkan pengakuan dunia dan telah dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian. Namun hingga kini masalah Yerusalem dan konflik Israel dan Palestina tidak kunjung selesai, malah belakangan cenderung semakin memanas.

Bagaimana akhir dari kisah panjang: pertikaian memperebutkan Yerusalem ini menurut terang Alkitab? Akankah perdamaian tercapai di kawasan itu?

Alkitab menubuatkan bahwa tidak ada damai untuk Yerusalem sebelum Raja Damai yang sesungguhnya datang kembali yaitu Tuhan Yesus Kristus. “…nabi-nabi Israel.. bernubuat tentang Yerusalem dan melihat baginya suatu penglihatan mengenai damai sejahtera, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” (Yeh 13:16)  

Alkitab juga menyatakan dalam Daniel 9:26 bagian akhir bahwa, akan ada peperangan dan pemusnahan sampai akhir zaman seperti yang telah ditetapkan. Ini artinya tidak akan ada perdamaian sampai kelak Tuhan Yesus datang pada masa pemusnahan (Murka Allah). Jadi siapapun dan dengan cara apapun yang mengusahakan perdamaian dalam soal Yerusalem akan menemui jalan buntu.

Apa yang Alkitab nubuatkan bukanlah sesuatu yang diidamkan oleh siapapun, namun itulah yang akan terjadi terhadap Yerusalem. Nubuat ini merupakan bagian dari nubuat Tujuh Puluh Minggu Daniel (Dan 9:24-27) yang mengatakan Yerusalem tidak akan benar-benar pulih sebelum masa yang dinubuatkan selesai. Dan hal ini benar-benar digenapi sejarah, bahwa sekalipun Israel telah merdeka puluhan tahun namun Yerusalem masih belum seluruhnya terbebas dan masih menjadi ‘rebutan’ di antara bangsa-bangsa.

Dalam nats lain masih di kitab dan pasal yang sama, dinubuatkan bahwa Yerusalem akan tetap menjadi timbunan puing sampai genap ‘masa hukuman’ selesai. Hal inipun menjadi kenyataan, sampai hari ini, meskipun secara finansial Israel telah dapat membangun kota Tel-Aviv begitu megah laksana kota-kota besar di Amerika, namun Yerusalem tetap  merupakan timbunan puing(khususnya di bagian kota tuanya). Itulah Alkitab, Firman Allah Yang Hidup, apa yang dinubuatkannya pasti akan terjadi.

Dalam kaitan usaha perdamaian Yerusalem, Alkitab juga menubuatkan sesuatu yang penting, yaitu munculnya seorang raja yang juga akan menjadi juru damai Yerusalem. Daniel 9:27 berkata ada seorang raja akan membuat perjanjian 7 tahun yang memberatkan banyak orang. Raja inilah yang pada akhirnya akan memaksa orang-orang Yahudi menghentikan ibadah korban harian di Yerusalem. Dalam eskatologi raja ini kemudian dikenali sebagai sang Antikris itu.

Dengan demikian kita nanti dapat mengenali siapa si manusia durhaka yang dimaksud Alkitab sebenarnya? Siapa yang nanti akan muncul dan menggenapi nubuat Daniel 9:27 ini, itulah dia si manusia durhaka yang akan menyeret dunia ke Armagedon.  

Sementara itu dari clue Daniel 2 dan Daniel 7, Antikris itu akan muncul dari Eropa. Maka tidak mengherankan peran Eropa sebagai Juru Damai Timur Tengah akan terus naik. Sebaliknya peran Amerika pelan-pelan akan mulai memudar. Beberapa saat ini, berita di televisi dan koran-koran menyatakan bahwa AS yang selama ini merupakan ‘sahabat baik’ mulai tidak diacuhkan oleh Israel. Wapres Amerika Joe Biden benar-benar dipermalukan pada saat berkunjung ke Israel pekan lalu. Dari soal diumumkannya pembangunan perumahan di wilayah sengketa, hadiah kaca retak sampai aksi pemadaman lampu, membuat Menlu Amerika Hillary Clinton naik pitam dan Presiden Barack Obama menyatakan bahwa dirinya merasa ditikam.

as-marah

Harian Kompas hari ini (17 Maret 2010) menyatakan “AS ‘Marah’ kepada Israel”. Amerika Serikat menyatakan kemarahannya dengan cara menunda kunjungan utusan khusus Amerika George Mitchel, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sebaliknya PM Israel Netanyahu juga menyatakan pembangunan perumahan di Yerusalem Timur akan terus berlanjut dan dirinya akan menunda rencana kunjungan ke Gedung Putih. Duta Besar Israel untuk AS, Michael Oren menyatakan bahwa saat ini hubungan antara Israel-AS mengalami kondisi paling buruk dalam 35 tahun terakhir.

Gejala apa semua ini? Dari terang Alkitab kita dapat mengerti bahwa, kondisi di Timur tengah akan memanas, situasi yang serius akan segera terjadi, puncaknya kelak Bait Suci Ketiga akan ‘dipaksakan’ dibangun di lokasi yang sangat sensitif. Akan terjadi pertikaian tetapi belum menyebabkan perang, seperti dinubuatkan Mat 24:6 (deru perang dan kabar-kabar peperangan). Karena pada saat itu seorang ‘juru runding’ akan segera tampil dan membuat perjanjian yang membuat Yerusalem Timur (kota tua) berada di bawah otoritasnya selama 7 tahun (Dan 9:27). Namun di tengah jalan perjanjian ini akan gagal, dan pada pertengahan 7 tahun itu akan terjadi peristiwa tragis yang menelan banyak korban jiwa. Lalu dunia akan diseretnya kepada perang besar Armagedon.

Satu lagi nubuat Alkitab sedang digenapi. Barang siapa bijak, hendaklah ia berjaga-jaga dan menyelidiki apa yang bakal menimpa dunia tidak lama lagi.

Gempa Maha Dahsyat Akan Segera Terjadi

global-tectonic-quake-prophesied

 

Belakangan makin banyak terjadi bencana alam yang merengut banyak jiwa. Belum hilang di ingatan kita bencana Tsunami Aceh, lalu belum lama ini terjadi gempa Padang, lalu gempa di Haiti, dan belakangan terjadi lagi gempa di Chile. Gejala apakah ini?

Bagaimana menurut Alkitab, Apa yang sedang terjadi? Ternyata itu semua merupakan ‘alarm ilahi’, atau ‘tanda peringatan dini dari Yang di Atas’.

Menurut Alkitab, pada puncak akhir zaman, yaitu di tulah Murka ke Tujuh, atau yang penghabisan, akan terjadi sebuah gempa maha dahsyat, yang akan terjadi setelah Armagedon dan tepat menjelang kedatangan Tuhan Yesus kembali ke bumi, yaitu pada pertengahan tahun ke-7 dari tujuh masa ke-70 itu.

Gempa maha dahsyat ini disingkapkan Alkitab merupakan gempa global yang akan merubah peta daratan bumi, sekaligus mencatat babak sejarah baru peradaban umat manusia. Wahyu 16 melukiskannya sebagai berikut:

“Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” (17)

Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. (18)

Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. (19)

Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. (20)

Gempa ini bahkan dikatakan begitu dahsyatnya seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Melihat dampak dan ciri-ciri bencana yang digambarkan di ayat 19, yaitu kota-kota yang terbelah, bencana ini merupakan gempa akibat pergeseran lempengan tektonik bumi (Tectonic plates).

Menurut para ahli, permukaan bumi kita ternyata terdiri dari beberapa lempengan yang masing-masing terpisah satu sama lain. Lempengan-lempengan ini merupakan lapisan terluar bumi yang disebut oleh para ahli sebagai “lithosphere”. Lempengan-lempengan ini merupakan dasar dari benua dan lautan luas di dunia.

Lempengan-lempengan ini dari waktu ke waktu bergerak saling mendesak dan menciptakan dinamika dan bentuk geologi bumi kita sekarang ini. Para ahli menjelaskan bahwa pegunungan-pegunungan merupakan lekukan-lekukan “lithosphere” akibat tekanan lempengan-lempengan yang saling mendesak. Dalam proses desakan inilah akan terjadi gempa-gempa tektonik yang skalanya tergantung dari seberapa besar energi yang dilepaskan oleh pergeseran yang terjadi.

Gempa-gempa akibat pergeseran kulit bumi ini merupakan bencana-bencana yang sangat dahsyat dan paling menghancurkan. Sebagai contoh dalam sejarah tercatat gempa-gempa seperti gempa di propinsi Shaanxi – China  Tahun 1556, gempa di San Fransisco April 1906, gempa di Indian Ocean yang memicu Tsunami Aceh Tahun 2004.

Gempa Shaanxi di China  Tahun 1556, diperkirakan menelan 820,000 korban jiwa lebih, merupakan gempa paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia. Gempa yang terjadi pada pagi hari 23 Januari 1556 ini meluluh lantakan area sepanjang 840 km. Lihat di situs wikipedia.org dengan alamat http://en.wikipedia.org/wiki/1556_Shaanxi_earthquake

Epicenter gempa Shaanxi ini terletak di lembah Sungai Wei dekat kota Huaxian, Weinan dan Huayin. Efek dari gempa ini mencapai 500 km dari epicentrum, di beberapa tempat tanah retakan terbuka sedalam mencapai 20 meter. Gempa ini juga menciptakan tanah longsor yang menelan banyak korban. Dalam sebuah materi studi sejarah gempa China dicatat bahwa tanah secara tiba-tiba terangkat dan membentuk bukit-bukit. Dan daratan tiba-tiba amblas membentuk jurang baru. Sungguh gambaran yang sangat mengerikan.

Gempa di San Fransisco April 1906 dapat dijadikan bahan kajian. Akibat terjadinya pergeseran lempengan bumi di “patahan San Andreas”, kota San Fransisco telah mengalami bencana yang paling parah sepanjang sejarah Amerika.

Sanfransisco quake 18 Apr 1906

 

Hari Rabu 18 April 1906 dini hari, sebuah gempa tektonik dengan epicentrum berjarak 3 kilometer dari kota San Fransisco terjadi. Celah sepanjang 477 km terbuka akibat pergeseran lempeng bumi. Menciptakan gempa yang meluluh lantakan seluruh kota dengan kebakaran dan menelan 3000 lebih korban jiwa. Gempa ini merupakan bencana alam dengan tingkat korban terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Pergeseran lempeng bumi yang terjadi di dalam laut juga dapat menimbulkan tsunami yang dahsyat. Tsunami Aceh (Indian Ocean) Desember 2004 adalah contoh dari apa yang dimaksud. Masih banyak contoh bencana-bencana dahsyat lain yang diakibatkan oleh tubrukan atau gesekan lempengan-lempengan bumi.

Namun semua yang pernah terjadi dalam sejarah tidak sebanding dengan gempa dahsyat yang dinubuatkan kitab Wahyu ini. Ayat 19 dan 20 menyingkapkan runtuhnya kota-kota bangsa-bangsa. Dan pulau-pulau bergeser serta gunung-gunung tidak ditemukan lagi. Dalam terjemahan King James jelas disebutkan, “the cities of the nations fell: … And every island fled away, and the mountains were not found”.

Nubuat Murka Allah ketujuh ini menggambarkan suatu bencana yang akan mengubah keadaan bumi secara dramatis. Pergeseran lempeng-lempeng permukaan bumi secara besar-besaran atau minimal serempak di banyak tempat di bumi akan terjadi. Juga hujan es besar (ayat 21) akan membuat ancaman serius bagi peradaban umat manusia.

Bila dibandingkan dengan gempa-gempa dalam sejarah, seolah-olah Gempa San Fransisco dan sejenis gempa Shaanxi serta tsunami-tsunami terjadi secara serempak di setiap belahan bumi ini. Kalau hal itu terjadi, barulah mungkin setiap kota bangsa-bangsa akan runtuh sesuai yang dinubuatkan. Kalau semua lempengan-lempengan bumi bergerak barulah pulau-pulau akan turut bergeser dan mungkin beberapa gunung besar akan tenggelam ke dasar laut atau terbenam sama sekali ke dalam bumi. Betapa mengerikannya gempa dari Murka ketujuh ini.

Dalam kitab Yesaya pasal 24:1 yang juga merupakan ayat yang menubuatkan Murka terakhir ini, penggambarannya lebih jelas lagi. Bencana ini merupakan gempa akibat pergeseran lempengan permukaan bumi. Dalam terjemahan bahasa Indonesia ayat itu berkata. “Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya.”

Dalam terjemahan bebas langsung dari bahasa Ibraninya, ayat ini menyebut adanya permukaan bumi yang mengalami “distorsi”. Dalam Today English Version dipakai kalimat “twist the earth”s surface”. Jadi memang bencana dahsyat ini menyangkut pergerakan lempengan-lempengan bumi yang ekstrim.

Dunia seharusnya menyadari, bahwa suatu gempa dahsyat seperti yang dinubuatkan kitab Wahyu akan terjadi dalam waktu tidak lama lagi. Sebenarnya alam telah mengirimkan tanda-tanda yang cukup lewat beberapa gempa tektonik yang beberapa kali terjadi belakangan ini. Alam memberi “warning” bahwa sebuah “Global Tectonic Quake”, begitu mungkin seharusnya istilah yang semestinya dipakai, tengah bergerak perlahan menuju titik kulminasinya.

Orang banyak seharusnya menyadari hal ini, apa lagi kita umat Tuhan yang memiliki Roh Kesaksian Yesus. Kita bukanlah anak-anak malam yang tidak tahu apa-apa, ketika semua ini terjadi. Apabila kita berjaga-jaga, dan memelihara ‘pelita’ kita tetap menyala, maksudnya terus mempelajari Alkitab Firman Allah (pelita), maka kita akan memahami semua ini.

Peran IRAN di Akhir Zaman

President Iran Mahmoud Ahmadinejad

President Iran Mahmoud Ahmadinejad

 

Kawasan Teluk tegang, dan Barat marah besar demikian harian Kompas 10 Februari 2010 melaporkan.

Televisi Pemerintah Iran ‘Al Alam’ mengungkapkan bahwa mulai Selasa 9 Feb 2010 Iran akan lakukan pengayaan uranium di reaktor Nuklir Natanz – Iran Tengah.

Iran berencana membangun 10 Fasilitas reaktor untuk melakukan pengayaan uranium sendiri. Selain itu Iran juga menyatakan siap membangun sistem pertahanan udara sekuat milik Rusia.

Pernyataan Teheran itu langsung mendapat kecaman keras dari negara2 Barat, dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Alkitab menubuatkan bahwa peran Iran atau Elam akan sangat penting pada akhir zaman. Iran atau yang dikenal sebagai Persia atau Elam dalam Alkitab, termasuk bangsa-bangsa dari sebelah ‘Timur’ sungai Eufrat yang disebutkan dalam Wahyu 16:12.

Yesaya 22:6&7 berkata, “Elam telah memasang tabung panah, Aram datang dengan pasukan berkereta dan berkuda, dan Kir membuka sarung perisai. Maka lembah-lembahmu yang paling indah penuh dengan kereta, dan pasukan berkuda berbaris di hadapan pintu gerbang.”

Ayat diatas menubuatkan pada akhir zaman mereka akan mengepung Yerusalem yang tidak berdaya lagi seusai Armagedon. Elam(Iran) dan Aram(Syria) memang akan terlibat dalam Armagedon. Perannya akan terus naik tidak dapat dihindari, karena sudah dinubuatkan demikian. Dan kalau kita mendengar Iran tengah mempersenjatai diri, kita mengetahui waktunya telah sangat dekat. Sebab itu kita mesti sungguh-sungguh sadar dan tidak terus tertidur.

Lukas 21:36 berkata: “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Salah satu topik akhir zaman yang sering dibicarakan adalah Pembangunan kembali Bait Suci Yahudi yang Ketiga.

Dulu kita menyangka, Alkitab menubuatkan Antichrist akan duduk di Bait Suci Yahudi di akhir zaman, hal ini berkaitan dengan pengertian yang keliru soal nubuat di 2Tesalonika 2:4. Banyak di antara kita kemudian menyangka bahwa Bait Suci Yahudi pasti akan dibangun kembali, dan kita kemudian berkesimpulan sebelum Bait Suci Ketiga berdiri Kedatangan Tuhan masihlah jauh. Ternayata ini pengertian yang keliru.

Bait Suci Pertama yang dibangun Salomo telah dihancurkan Nebukadnezar. Sedangkan Bait Suci Kedua juga telah dihancurkan tentara Roma dibawah Jenderal Titus Tahun 70 Masehi. Sementara itu di lokasi tempat Bait Suci semula berdiri telah berdiri Masjid Al Aqsa dan Dome of Rock yang merupakan salah satu tempat tersuci umat Islam.  Akankah Bait Suci ini nanti dibangun kembali?

Memang sebagian umat Israel tengah berupaya menyiapkan pembangunan Bait Suci ini secara serius. Salah satu institusi yang turut aktif mempersiapkan hal ini adalah Aish HaTorah. Baru-baru ini lembaga ini telah membuat sebuah Model Bait Suci dan meletakkannya di sebuah Yeshiva(Seminari Yahudi) milik mereka dekat lokasi Bukit Bait Suci/Temple Mount, di kota tua Yerusalem.

Model-Bait-Suci-Ketiga-houseofrevelation-com-L

Model Bait Suci ini, dibangun dengan skala 1:60, dibangun oleh Michael Osanis untuk Aish HaTorah di kota tua Yerusalem, dan ditampilkan di atap museum yang baru, dan berlatar belakang pemandangan Temple Mount.

“Kami berharap bahwa dengan melihat model Bait Suci ini, dengan perspektif lokasi sebenarnya di latar belakang, akan memberi orang rasa inspirasi, bahwa orang-orang akan diterima ketika mereka memasuki Bait Suci sejati yang berdiri di sini selama hampir 1.000 tahun,” kata Efraim Shore dari Yashiva Aish HaTorah.

Bangsa Yahudi berkeinginan mewujudkan kerinduan mereka, yaitu mendirikan Bait Suci Ketiga, tentunya di atas lokasi semula. Namun seandainya benar-benar melaksanakan niat itu, kita tahu bahwa mereka hanya akan mendirikan bangunan bagian dalam, tanpa halamannya, sesuai nubuat dalam kitab Wahyu pasal 11.

“…Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Tetapi keualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain…” (Wah 11:1-2)

Tepat seperti nubuat ini, di wilayah, yang diyakini sebagai tempat yang tepat untuk membangun Bait Suci ketiga, sekarang ini memang telah berdiri Mesjid Al Aqsa yang merupakan salah satu tempat tersuci umat Islam. Tentu bila pembangunan ini dilaksanakan akan menimbulkan ketegangan di wilayah tersebut. Dan tidak kecil kemungkinan memicu konflik yang serius. Hal ini juga merupakan bagian dari apa yang dinubuatkan Matius 24:21-22

” Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat (Great-Tribulation – KJV) seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat. ”

Artinya kita mungkin akan melihat usaha pembangunan Bait Suci itu dimulai, namun belum tentu gereja Tuhan akan menyaksikan berdirinya. Ketika upaya pembangunan Bait Suci dilakukan akan terjadi apa yang disebut Great Tribulation di Yudea dan Yerusalem. Dan kita mesti siap sedia, sebab segera bangsa Israel memasuki masa penderitaan (Great Tribulasi), Tuhan Yesus akan datang (“waktu-Nya dipersingkat”).

Jadi kita mesti benar-benar sadar, bahwa ketika kita melihat nubuat ini digenapi, kita harus sudah siap. Oleh sebab itulah dikatakan kita harus berjaga-jaga senantiasa, supaya ketika semua ini terjadi, kita jangan tidak menyadarinya.

Ajaran Sejati Tentang Rapture

Pengangkatan adalah peristiwa dimana orang-orang percaya yang telah meninggal oleh aniaya Antikris ataupun mereka yang masih hidup dan bertahan melewati masa kesukaran, diangkat naik ke awan-awan seperti waktu Tuhan Yesus naik ke Surga.

Rapture adalah kata dalam bahasa Inggris yang berasal dari kata bahasa Latin “rapio”, yang artinya dilarikan ke atas atau dibawa terbang. Inilah yang dimaksud 1 Tesalonika 4:16-17:

“… yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

Jadi setelah 3½ tahun masa Antikris, dan sebelum Murka Allah dicurahkan, akan ada peristiwa pengangkatan ini. Orang banyak akan melihat Tuhan Yesus turun, tapi pada tahap ini hanya sampai di awan-awan. Lalu orang percaya yang mati karena penganiayaan Antichrist dan  mereka yang masih hidup dan tetap setia akan diubahkan, mengenakan tubuh baru, dan diangkat bersama-sama menyongsong Tuhan di angkasa.

Mengenai perubahan ke tubuh baru ini kita dapat mengerti dari kitab Injil, yaitu seperti tubuh Tuhan Yesus setelah peristiwa kebangkitan. Jadi bukan hanya roh, tetapi tubuh yang bisa dirasa dan dilihat. Tuhan Yesus mengenakan tubuh kemuliaan ini ketika Thomas mencolokkan jarinya ke lubang bekas paku salib. 

Tubuh baru ini adalah tubuh yang tidak dapat binasa, Paulus menyebut tubuh ini tubuh sorgawi. Perhatikan penjelasannya dalam 1 Korintus 15:49-52:

“Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.”

Jadi konsep pengangkatan bukan teori yang tidak memiliki dasar Firman Tuhan. Walaupun banyak yang sengaja memperdebatkan tentang Rapture ini, itu semua semata-mata karena peristiwa ini dinilai terlalu tidak masuk akal. Itu dapat dimengerti dari apa yang Tuhan Yesus katakan tentang kedatangan-Nya kedua kali dalam Lukas 18:18: “Akankah Ia mendapati iman di bumi ini?” Krisis iman memang telah melanda seluruh bumi.

Tuhan Yesus sendiri menggambarkan peristiwa pengangkatan ini di Matius 24:29-31, yaitu diterbangkan atau diangkat ke atas. Hal ini melibatkan banyak malaikat-malaikat Tuhan keluar ke seluruh penjuru bumi.

“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. (29)

Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. (30)

Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. (30)”  

Disini begitu jelas digambarkan dua hal yang selama ini menjadi pertanyaan bahkan perdebatan yang sengit:

Pertama, pengangkatan orang-orang pilihan(ayat 30) akan terjadi sesudah masa siksaan (Tribulation – KJV ayat 29). Jadi paham yang mengajarkan pengangkatan terjadi sebelum masa Tribulasi /masa Antikris atau biasa disebut paham Pre-Trib adalah tidak sesuai dengan apa yang diajarkan Alkitab.

Kedua, peristiwa ini akan disaksikan semua bangsa di bumi. Jadi pengangkatan kita bukan ‘secret rapture’, atau pengangkatan diam-diam, tetapi terbuka secara publik. Bangsa-bangsa akan melihat kemuliaan dan kekuasaan Anak Manusia datang di atas awan-awan di langit. Praise the Lord!

Dalam kitab Wahyu peristiwa pengangkatan ini  juga digambarkan terjadi setelah meterai ke-6 dibuka yaitu di pasal 6:12-13. Sementara itu peristiwa penganiayaan/tribulasi  terjadi di meterai ke-5 Wah 6:9-11.

Di pasal 7 yang merupakan detail peristiwa pengangkatan, digambarkan, ada 144,000 orang yang diangkat dari antara suku-suku Israel dan banyak tak terhitung jumlahnya dari bangsa-bangsa lain. Dalam kitab Wahyu peristiwa pengangkatan ini disebut dengan istilah dimeteraikan.

“katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!” (3)

“Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.” (4)

“Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa…” (9a)

Jadi kita tahu sekarang dan tidak ragu bahwa kita sedang menantikan peristiwa pengangkatan yang mulia ini. Tetapi kita harus setia dan tetap teguh, karena kita akan lebih dahulu menghadapi masa penyesatan Antikris.

Jangan takut dan jangan lekas bingung oleh ajaran-ajaran lain. Kalau Tuhan ijinkan kita mengalami krisis di akhir zaman, pastilah tidak akan melewati kekuatan kita. Yang penting disini adalah ketekunan orang-orang kudus, turutilah perintah Allah dan percayalah kepada Yesus: Jangan menyembah binatang itu dan patungnya. Jangan menerima tanda namanya. (Wah 14:11-12)

Haleluyah! Datanglah Tuhan Yesus, datanglah!

Angels and Demons

  

which most deceitful?
Antichrist will look like demon or angel?

         Alkitab mengatakan bahwa menjelang hari-hari terakhir, akan muncul banyak guru-guru dan nabi-nabi palsu. Jadi bisa dibayangkan bahwa hari-hari akhir zaman, akan menjadi hari-hari paling menyesatkan. Kita akan segera memasuki “the most deceitful years” dalam sejarah umat manusia.

       “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Mat 24:24)

        “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan…”  (2Pet 2:1a)

       Tuhan Yesus sendiri menggambarkan, penyesatan itu begitu serius. Bahkan Ia berkata bahwa sekiranya mungkin, mereka akan menyesatkan juga orang-orang pilihan. Bayangkan bahkan sampai “the chosen ones” akan coba disesatkan. Yang dimaksud orang-orang pilihan adalah para pemimpin dan gembala-gembala, para rasul dan nabi Allah di akhir zaman. 

         Bentuk penyesatan yang akan disodorkan tentu sangat halus. Sebab bila penyesatan yang bersifat terang-terangan tidak masuk kelas orang-orang pilihan. Mereka tidak akan diuji dengan “penyesatan bodoh” tetapi sekiranya mungkin dengan “penyesatan yang benar-benar licin”. Jadi sungguh suatu masa yang sangat kritikal untuk umat Tuhan.

        Keadaan ini harusnya disadari oleh banyak pemimpin jemaat. Para Gembala dan Pemimpin harus mempersiapkan jemaatnya menghadapi hari-hari kemurtadan ini (2 Tes 2:3). Gereja Tuhan mesti mengerti Alkitab untuk memahami bentuk penyesatan yang akan timbul. Supaya ketika tahun-tahun ini datang jemaat tidak akan terkecoh oleh tipu daya iblis.

           Banyak gereja mengajarkan figur Antikris dengan penggambaran yang kurang tepat. Kesan yang ditimbulkan dari pengajaran yang diberikan adalah figur yang bengis dan kejam. Padahal pada pemunculannya yang pertama Antikris akan tampil sangat berbeda jauh dari gambaran itu.

         Kitab Wahyu menyebutkan figur Antikris sebagai seperti “anak domba dan berbicara seperti seekor naga” (Wah 13:11). Itulah penggambaran Alkitab yang benar tentang “sang binatang” waktu munculnya pertama kali.

Seperti anak domba artinya lembut layaknya Tuhan Yesus. Anak domba adalah gambaran Yesus, jadi ia akan tampil mempesona seperti Tuhan Yesus. Tetapi ia berbicara layaknya seekor naga. Naga adalah lambang iblis, jadi yang digambarkan seperti iblis bukan ujud penampilannya, tetapi kata-katanya licin seperti si ular tua. Ingat tipu daya iblis memutar balik Firman dengan kata-kata licin? Tipu daya iblis yang membuat manusia jatuh dalam dosa, bukan tampang seramnya. Itulah kombinasi profile yang digambarkan Alkitab, jadi jangan terkecoh.

Bahkan Alkitab mengatakan ia akan membuat tanda-tanda yang dahsyat dan banyak mujizat. Nah coba bayangkan, ada seorang lembut dan berwibawa seperti Tuhan Yesus, pandai berbicara tentang “cinta kasih” dan penuh “hikmat” dan banyak membuat tanda-tanda ajaib dan penuh kuasa membuat mujizat2 kesembuhan misalnya, apa tidak semua orang lari kepadanya? Itulah gambaran tentang Antikris menurut Alkitab.

          Apakah jemaat yang tidak diajar dengan baik untuk mengenali ciri-ciri Antikris tidak akan tertipu? Mungkin ketika jemaat melihat semua penampilan Antikris yang mempesona, mereka tidak akan peduli lagi dengan pendeta mereka sendiri. Kecuali jauh-jauh hari mereka telah diberi tahu ciri-cirinya sebelum ia muncul. Jadi beritahukan keluarga, rekan-rekan dan jemaat dengan sungguh-sungguh. Bahwa kita akan segera memasuki tahun-tahun paling menyesatkan.

Kontroversi Rapture

 Pre-Trib Rapture is not biblical

Saat ini banyak macam paham mengenai Pengangkatan atau Rapture. Dari mulai yang menganggap pengangkatan itu tidak ada, sampai yang menganggap pengangkatan terjadi bahkan sebelum Antichrist muncul.  

Memang mengenaskan keadaan umat Tuhan di akhir zaman apabila tidak memahami kitab Wahyu. Tetapi lebih mengenaskan lagi melihat mereka yang memahaminya secara keliru, lalu berhenti belajar, berhenti menyelidiki. Sangat mengenaskan melihat mereka yang ‘mematok mati’ pengetahuan akhir zaman, jauh-jauh hari sebelum pengetahuan itu sempurna disingkapkan.

Di kalangan Protestan sendiri banyak yang mengajarkan bahwa Pengangkatan akan dilaksanakan sebelum Antikris muncul. Tentu saja ajaran yang disebut Pre-Trib ini sangat populer. Ajaran ini paling menyenangkan untuk didengar, namun tanpa disadari ajaran ini paling membahayakan jemaat. Pendeta mereka berkata: “Tidak usah pusing akhir zaman, kita tidak akan alami semua itu.”

Betapa menyedihkan! mereka secara tidak sadar, tidak mempersiapkan jemaat menghadapi krisis serius yang harus dihadapi. Mereka mengabaikan kotbah Tuhan Yesus di Bukit Zaitun di Matius pasal 24. Mengapa Alkitab mencatat peringatan berulang-ulang tentang peristiwa akhir zaman? Ada yang berdalih: itu untuk orang-orang yang akan tertinggal. Coba perhatikan baik-baik: Matius 24:21-22 “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat (great tribulation – KJV)… tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.”

Mana yang benar: mereka, yang berkata orang-orang pilihan sudah diangkat sebelum Tribulasi, atau Tuhan Yesus, yang berkata, demi orang-orang pilihan masa kesukaran itu dipersingkat? Disini telah ditulis sangat jelas, bahwa orang-orang pilihan mengalami tribulasi. Hati-hati banyak orang mengajar tanpa benar-benar mempelajari Alkitab Firman Allah.

Kalau orang percaya tidak harus mengalami Tribulasi, mengapa ada nubuat-nubuat akhir zaman yang intinya menyingkapkan keadaan Masa Kesukaran atau Tribulasi? Hampir seluruh bagian Perjanjian Baru  memperingatkan kita tentang masa penyesatan menjelang kedatangan Kerajaaan Allah di akhir zaman. Alkitab berulang-ulang memperingatan kita segala petunjuk, bagaimana mengetahui tanda-tanda jaman, munculnya Antikris dan perintah untuk waspada terhadap penyesatan. Mengapa ini semua diabaikan? Mengapa kita harus mempelajari semua itu, kalau kita tidak akan mengalami masa Antikris? 

Rasul Paulus yang banyak menerima penyingkapan tentang akhir zaman, menegaskan tentang penyesatan dari paham Pre-Trib ini di dalam 2 Tes 2,

“Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya (gathering=pengangkatan) kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.”

Hati-hati mengajar jemaat dengan mengatakan mereka akan diangkat sebelum mengalami masa sukar. Pengajaran ini merupakan yang paling berbahaya diantara berbagai paham Pre-Mill yang lain. Jemaat seperti dinina-bobokan atau dibuat tidak siap padahal paham manapun yang dianut, ujian iman akan tetap mereka alami. Perhatikan nubuat-nubuat telah diberitakan oleh para nabi dan rasul-rasul dalam Alkitab. Tujuannya satu, mempersiapkan jemaat menghadapi krisis di akhir zaman

Waktu saya remaja saya pernah bertanya kepada seorang hamba Tuhan senior yang bijaksana. Apa yang diajarkan kepada jemaatnya tentang pengangkatan. Beliau menjawab, dalam sinodenya, ada 2 paham yang dianut. Tetapi beliau mengajarkan kepada jemaatnya harus siap kemungkinan terburuk: yaitu masuk ke masa pengujian.

Menurutnya, ketika beliau mempersiapkan jemaat menjadi kuat menghadapi segala macam tantangan, termasuk masa kesukaran akhir zaman, tidak ada ruginya. Sekalipun ternyata kemudian mereka diangkat lebih dahulu, tidak ada persoalan dengan itu. Tetapi bila sebaliknya yang beliau ajarkan, dan ternyata jemaat harus masuk ke masa ujian akhir itu, jemaatnya akan berguguran tidak berdaya menghadapi masa kesukaran yang telah dinubuatkan berabad-abad itu.

Alkitab begitu detail mempersiapkan gereja-Nya untuk menghadapi masa itu. Jangan menutup mata jemaat dari mengetahui penyingkapan Firman Allah. mari dengan teliti kita ajar jemaat mempelajari Firman Tuhan. Jangan pusing dengan patokan organisasi dan denominasi. Ini akhir zaman, jangan lagi pusing dengan soal gengsi kelompok dan wibawa organisasi, semua itu tidak lama lagi akan lenyap. Cari kebenaran sejati, pelajari pengajaran hamba-hamba Tuhan dan periksa sendiri dengan Alkitab kita. Semua demi keselamatan kita dan jemaat Tuhan secara luas.

Ulasan Film 2012

2012-picture 

“2012” merupakan film yang berhasil, karena disajikan dalam momentum yang tepat. Film ini di Indonesia menimbulkan berbagai reaksi pro dan kontra. Itulah salah satu bukti keberhasilan film yang diangkat dari buku best seller Fingerprints of the Gods karya Graham Hancock.

Bagaimana seharusnya kita menyikapi film ini? Apa kata Alkitab tentang pesan yang disampaikan film ini?

Pertama Film 2012 ini seharusnya mendapat penghargaan karena lebih lantang dari gereja manapun dalam memperingatkan dunia akan bencana murka Allah yang akan menimpa bumi pada akhir zaman ini.

Walaupun tidak tepat seperti apa yang Alkitab nubuatkan, tetapi banyak kesaksian mengatakan karena film ini orang kembali ingat untuk bertobat.

Beberapa yang tidak tepat adalah mengenai Tahun 2012, apalagi tanggal yang disebut film ini sebagai hari H kehancuran itu. Background penentuan tanggal tersebut hanya mengambil ide dari ramalan suku Maya kuno yang salah penafsirannya.

Tetapi jangan menganggap bahwa Tahun 2012 ini tidak mempunyai makna bagi umat manusia. Ada sesuatu yang besar akan terjadi, tetapi belum “kiamat” seperti dalam film ini. Tahun 2012 baru merupakan permulaan dari tahun-tahun paling krusial dalam sejarah umat manusia.

Kemudian banjir besar akibat gigantic tsunami yang digambarkan terlalu berlebihan. Alkitab mengatakan bahwa bumi ini tidak akan dibinasakan dengan air bah seperti pada jaman Nuh lagi.

“Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi…” (Yes 54:9)

Memang akan ada bencana tsunami besar oleh erupsi sebuah gunung di laut pada Murka Allah Kedua (Wah 8:8-9), tetapi tidak akan memusnahkan bumi seperti yang digambarkan dalam film ini.  

Tetapi gempa dahsyat yang digambarkan film ini merupakan gambaran yang tepat untuk melukiskan Tulah Terakhir yaitu Murka Allah Ketujuh. Sebuah Mega Quake akan menghancurkan kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Gempa yang dinubuatkan Alkitab adalah memang gempa tektonik maha dahsyat akibat pergeseran kulit bumi (lithosphere).

Gempa maha dahsyat ini merupakan gempa global yang akan merubah peta daratan bumi, sekaligus mencatat babak sejarah baru peradaban umat manusia. Wahyu 16 melukiskannya sebagai berikut:

“Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” (17)

Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. (18)

Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. (19)

Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. (20)

Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.” (21)

Gempa ini bahkan dikatakan begitu dahsyatnya seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Artinya bila gempa seperti itu pernah terjadi di muka bumi tentu pada masa prasejarah sebelum manusia ditempatkan di bumi. Melihat film ini yaitu kota-kota yang terbelah persis seperti ciri-ciri bencana yang digambarkan di ayat 19.

Gempa maha dahsyat ini merupakan gempa global yang akan merubah peta daratan bumi, sekaligus mencatat babak sejarah baru peradaban umat manusia. Wahyu 16 melukiskannya sebagai berikut:

“Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” (17)

Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. (18)

Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. (19)

Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. (20)

Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.” (21)

Gempa ini bahkan dikatakan begitu dahsyatnya seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Artinya bila gempa seperti itu pernah terjadi di muka bumi tentu pada masa prasejarah sebelum manusia ditempatkan di bumi. Melihat dampak dan ciri-ciri bencana yang digambarkan di ayat 19, yaitu kota-kota yang terbelah, persis seperti yang digambarkan dalam film 2012 ini.

Jadi film 2012 ini sebagian mengandung pesan yang benar, bahwa keangkuhan hidup manusia dan segala kemegahan dunia suatu saat akan hancur dan tinggal puing-puing belaka. Kita mesti merendah dan bertobat dari segala kedegilan hati manusia.

Inspirasi “bahtera modern” yang disodorkan film ini benar-benar mengagumkan, sayangnya itu bukan solusi untuk dapat lolos dari 7 Murka Allah yang akan ditumpahkan ke seluruh bumi.

Solusi satu-satunya adalah: Menerima Yesus sebagai Juruselamat, bertahan pada masa Antikris dan Mengalami Pengangkatan sebelum Murka Allah dicurahkan atas bumi.