2013-THE-YEAR-OF-THE-THRESHING

“Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” – Matius 3:12

 

Tahun 2013 kita akan memasuki Tahun Pengirikan (The Year of The Thresing). Tahun ini akan banyak datang penyesat-penyesat, tetapi juga berbagai ujian dan pencobaan untuk memurnikan umat kudus-Nya. Berlindunglah dengan bertekun merenungkan perkataan dan janji-janji Tuhan.

Firman Tuhan berkata bahwa akhir zaman disamakan dengan waktu menuai. Pada waktu menuai dan memanen gandum, pertama-tama seorang petani akan menjemur hasil panen (gandum bercampur sekam dan sisa jerami) pada “lantai pengirikan” (yang disebut Halona dalam bahasa Yunani).

Selama penjemuran beberapa hari gandum dan sekam akan dipukul-pukul, agar gandum terlepas dari sekam dan jerami yang masih menempel. Tahap berikutnya petani menggunakan garpu penampi akan mengangkat, dan melemparkannya ke udara melawan angin, berulang-ulang agar sekam dan jerami tertiup angin dan biji-biji gandum terpisah dari sampah. Setelah bersih dari sampah barulah gandum akan dibawa masuk ke lumbung sang petani.

Demikian juga kita pada akhir zaman ini, sebelum berjumpa dengan Kristus, kita harus benar-benar dipisahkan dari “sampah sekam dan jerami”. Bersama dengan orang-orang Israel yang juga tengah memasuki masa pemurnian. Kita akan mengalami pengirikan dan penampian yaitu “dipukul” dan “dilemparkan” agar terpisah dari sampah rohani yaitu segala yang duniawi, mulai dari dosa, keinginan daging, ikatan-ikatan yang tidak kudus, roh agamawi, dan sistem dunia yang sesat.

Yohanes Pembaptis sejak awal berkata bahwa Kristus memegang garpu penampi dan siap membersihkan “lantai pengirikan” dari debu kotoran . Anda dan saya akan dipisahkan dari semua yang dibenci Kristus. “Jerami dan sekam” Anda dan saya akan dibakar untuk membuat kita menjadi murni, dan kita harus bertahan menghadapi “angin ujian” yang menerpa ketika garpu penampi-Nya melemparkan kita ke udara, jangan turut keluar terbawa arus angin.

Bagaimana kita dapat tahan menghadapi “angin ujian” ini ? Tuhan Yesus memberikan perumpamaan yang jelas dan sederhana tentang rumah yang dibangun diatas batu yang akan tahan menghadapi angin dan badai. Sedangkan rumah yang dibangun di atas pasir akan roboh ketika angin dan badai melanda.

Dalam Matius 7:24 dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan perumpamaan rumah di atas batu adalah orang yang menjadikan Firman Tuhan sebagai pondasi hidupnya.

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” – Matius 7:24

Perhatikan disini, apa yang dimaksud “mendengarkan perkataan Tuhan” adalah sungguh-sungguh merenungkan setiap pesan Tuhan Yesus kepada kita gereja-Nya di akhir zaman. Jangan berkata bahwa kita cukup mendengar kotbah pendeta seminggu sekali lalu boleh melupakannya. Tanpa kita merenungkan dan menggumuli perkataan Tuhan dalam Alkitab kita tidak akan menerima kuasa dari Perkataan-Nya. Dengan demikian kita tidak akan sanggup bertahan dalam ujian iman yang segera datang. Kita akan menjadi lemah dalam pencobaan karena tidak meresapi janji-janji-Nya. Dan kita mudah tertipu oleh penyesatan-penyesatan karena tidak sungguh-sungguh memahami peringatan-peringatan-Nya.

Pemazmur berkata orang yang berbahagia dan hidupnya akan berhasil, adalah orang yang merenungkan siang dan malam Perkataan Tuhan (Maz 1:1-3). Yakobus berkata yang meneliti dan bertekun, bukan yang sekedar membaca untuk melupakannya (Yak 1:25). Jadi bukan sekedar membaca cepat-cepat untuk sekedar memenuhi target agamawi, tetapi penekanan disini ada pada proses merenungkan Firman itu hingga menjadi “rhema” yang meresap dan kemudian kita percayai dengan cara mewujudkan Kehendak Tuhan dalam Firman-Nya itu pada hidup kita.

Proses merenungkan Firman ini demikian penting. Shmuel Eliyahu seorang Rabbi Yahudi yang juga menantikan kedatangan Mesias berkata: “Hal-hal spiritual – nilainya tidak dapat diakui dan cita-rasanya tidak dapat dikecap – kecuali oleh orang yang merenungkan hal itu. Misalnya, pengetahuan tentang Taurat hanya bagi mereka yang mempelajari dan orang-orang yang menyibukkan diri dengan itu. Persis seperti ini akan terjadi, Kedatangan Meshiah yang merupakan wahyu dari Shechina di seluruh dunia, dan siapapun tidak merenungkan Kedatangan Meshiah tidak akan merasakan itu sama sekali.”

Tahun 2013 kita akan memasuki masa pengirikan dan berikutnya kita akan mengalami penampian. Bagaimana kita sanggup melewati semua itu ? jawabannya: kita harus mengasihi Tuhan, merenungkan perkataan-Nya dan hidup di dalam Firman-Nya.

Bless you all!

 

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.