Tujuh Bencana Murka Allah

Tujuh Bencana Murka Allah akan Terjadi di Akhir Zaman

Bagi kebanyakan orang di dunia ini yang tidak mempercayai Alkitab, peristiwa “Pengangkatan Orang Percaya” (Rapture of  the Believers) adalah tanda yang jelas bahwa Tujuh Bencana Murka Allah akan segera terjadi di bumi. Orang boleh tidak percaya atau mengabaikan kebenaran Alkitab, tetapi setiap orang akan melihat tanda dahsyat ini dengan jelas. Dan hal ini adalah merupakan tanda yang penting untuk diketahui, yaitu dimulainya masa penuh bencana dahsyat di bumi.

” “… sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.” Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan.” (Wah 6:16-17) 

Tidak lama lagi Yesus Kristus akan menampakkan diri di langit dalam kemuliaan yang besar dan disaksikan oleh bangsa-bangsa di bumi. Lalu akan terlihat orang-orang percaya yang terangkat hidup-hidup ke angkasa, ke awan-awan disaksikan oleh semua orang. Sebelum murka Allah dicurahkan atas dunia, akan terjadi peristiwa “pengangkatan” ini. Percaya atau tidak percaya, semua manusia akhirnya akan melihat Kebenaran sejati ini. Alkitab menyatakan semua bangsa akan menyaksikan orang-orang percaya diangkat ke langit dalam kemuliaan yang besar (Mat 24:30).

“Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.  Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.” (Matius 24:30-31)

Setelah peristiwa “Pengangkatan” orang percaya ini terjadi, maka Murka Tuhan yang menyala-nyala, yaitu tujuh bencana dahsyat akan mulai terjadi di atas bumi. Semua bencana ini adalah akibat dari kedurhakaan manusia sendiri, dan Allah akan mengijinkan bencana-bencana itu terjadi agar manusia dapat melihat kebesaran Tuhan dan bertobat dari keangkuhan hidup mereka. Bencana demi bencana akan mulai terjadi sampai genaplah tujuh bencana Murka Allah itu tercurah ke atas bumi.

TUJUH BENCANA MURKA ALLAH

Tujuh Bencana Murka Allah akan terjadi di 3½ tahun yang kedua, dari Tujuh Tahun Terakhir sebelum kembali-Nya Yesus ke bumi. Di tengah Tujuh Tahun itu, setelah orang-orang percaya diangkat, ketujuh bencana global yang digambarkan sebagai peniupan tujuh sangkakala atau penuangan tujuh cawan penuh api murka, akan mulai terjadi di bumi (Wah 7, 1Tes 1:10).

Yang Pertama terjadi wabah demam (Api. Es dan darah =wabah/demam) yang menimbulkan bisul jahat pada semua orang yang menerima tanda Antikristus (Wah 8:7, 16:2). Orang-orang yang menerima tanda dari sistem dagang Antikristus, pada tangan atau dahi mereka, akan terkena tulah penyakit yang jahat dan menimbulkan nyeri yang hebat.

Yang Kedua terjadi bencana alam dari laut. Gunung api yang besar di laut akan mengalami erupsi (Wah 8:8, 16:3). Karena letusan gunung yang di laut itu, gelombang tsunami besar akan menghancurkan banyak kapal dan kota-kota pantai dunia (Wah 8:9). Tsunami-tsunami yang terjadi belakangan merupakan peringatan dini, yang akan terjadi kemudian akan jauh lebih besar dan dampaknya akan sangat luas, sampai dikatakan binasalah sepertiga dari semua kapal (Wah 8:9).

Yang Ketiga akan jatuh sebuah bintang (asteroid) yang disebut “Apsintus”, yang akan mencemari sumber-sumber air di bumi (Wah 8:10-11, 16:4). Para ahli telah lama mengamati bahwa benda-benda angkasa yang disebut NEO (Near Earth Object) memang mengancam keselamatan bumi. Alkitab mengatakan bahwa salah satu asteroid itu akan jatuh ke bumi dan akan mencemari sumber-sumber air tawar di bumi, sehingga orang-orang fasik akan mati karena air yang tercemar itu.

Yang Keempat akan terjadi bencana pada matahari dimana api dari matahari akan menghanguskan sebagian manusia di bumi (Wah 8:12, 16:8-9).  Para ahli antariksa termasuk ilmuwan dari NASA dan LAPAN (Badan Antariksa Indonesia) mengkonfirmasi bahwa aktivitas matahari belakangan semakin “liar” dan berkali-kali ancaman badai magnetis dikhawatirkan mengganggu sistem telekomunikasi di bumi. Namun Alkitab menyingkapkan bahwa akan terjadi “mass ejection” yang besar yang menimbulkan api (“flare”) yang menghanguskan sebagian manusia di bumi.

Bencana Kelima berupa sebuah serangan atas “kota besar” dan tahta kerajaan Antikristus (Wah 16:10). Sebuah kota di Eropa, pusat sebuah agama penyembah berhala, akan dihancurkan oleh kelompok yang disebut “belalang perusak” (Apolion=Destroyer – Wah 9:11). Orang-orang di kota itu akan mengalami sakit yang menyiksa selama lima bulan lamanya dan membuat mereka ingin mati, tetapi kematian menjauhi mereka.

Bencana Keenam adalah perang besar di Armagedon, yaitu di Israel utara yang akan membunuh sepertiga umat manusia (Wah 9:18). Perang akan terjadi setelah Antikristus menghasut bangsa-bangsa untuk saling memusnahkan. Antikristus dan para pengikutnya akan binasa dalam perang besar ini. Dan musuh-musuh mereka menjadi liar dan berusaha memunahkan sisa-sisa bangsa Israel di Yerusalem yang lemah.

Bencana Ketujuh adalah memancarnya kilat besar dari sorga yang menyebabkan gempa bumi dahsyat (Wah 16:17-21). Itulah murka Anak Domba Allah, yaitu Kristus Yesus Raja segala raja, dalam geramnya yang dahsyat. Ia akan membinasakan bangsa-bangsa yang mengepung sisa-sisa penduduk Yerusalem, dan menghembuskan mereka seperti sekam ditiup angin badai. Mereka yang berusaha memunahkan sisa-sisa anak-anak Abraham akan busuk dagingnya sementara mereka masih berdiri.

“Inilah tulah yang akan ditimpakan TUHAN kepada segala bangsa yang memerangi Yerusalem: daging mereka akan menjadi busuk, sementara mereka masih berdiri, mata mereka akan menjadi busuk dalam lekuknya dan lidah mereka akan menjadi busuk dalam mulut mereka.” (Zak 14:12)

Yesus Kristus akan menampakkan diri sebagai penyelamat Israel, bersama orang-orang kudus-Nya, Ia akan turun kembali dan mengambil alih pemerintahan di bumi (Wah 11:15, 20:6). Oleh gempa dahsyat (mega-quake) yang terjadi, kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan akan runtuh. Gunung-gunung dan pulau-pulau berguguran lenyap dan tidak ditemukan lagi (Wah 16:19-20, Yes 23).

Dalam kitab Yesaya, yang menggambarkan bencana Murka Allah Ketujuh ini, dikatakan: penduduk bumi akan masuk pelubang dan jerat. Artinya orang yang lolos dari satu bencana akan terperangkap dalam bencana yang berikutnya. Dan hanya sedikit yang akan tinggal setelah tujuh bencana terjadi. Baca mengenai Bencana Ketujuh ini lebih jauh disini

“Hai penduduk bumi, kamu akan dikejutkan, akan masuk pelubang dan jerat! Maka yang lari karena bunyi yang mengejutkan akan jatuh ke dalam pelubang, dan yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat. Sebab tingkap-tingkap di langit akan terbuka dan akan bergoncang dasar-dasar bumi. Bumi remuk redam, bumi hancur luluh bumi goncang- gancing. Bumi terhuyung-huyung sama sekali seperti orang mabuk dan goyang seperti gubuk yang ditiup angin; dosa pemberontakannya menimpa dia dengan sangat, ia rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi.”
(Yes 24:17-20)

ADAKAH KESEMPATAN KEDUA BAGI YANG TIDAK DIANGKAT ?

Belakangan ada pendeta yang merasa bangga dan mengatakan bahwa dirinya tidak akan mengalami pengangkatakan dan bangga bahwa dia akan menjadi “penuntun” mereka yang lain yang juga tertinggal. Namun jangan mudah dibingungkan dengan kata-kata yang indah. Alkitab tidak pernah menyebutkan bahwa akan ada hamba Tuhan atau pendeta atau rasul manapun yang akan diutus untuk menyelamatkan mereka yang tidak diangkat. Jangan percaya perkataan pendeta manapun bahwa akan ada yang diutus untuk menyelamatkan orang-orang yang tertinggal, berusahalah untuk tidak tertinggal pada masa Pengangkatan.

Perlu diingat bahwa Pengangkatan terjadi setelah masa Tribulasi dan sebelum masa Murka Allah tiba. Tribulasi atau masa sukar akan dilalui setiap orang bersama-sama pada tiga setengah masa pertama, jadi tidak terkecuali termasuk semua orang percaya akan melewatinya, dan Firman Allah berkata “orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Mat 24:13) namun karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat (Mat 24:22), yaitu Tuhan Yesus akan datang untuk mengangkat semua orang percaya segera sesudah tribulasi itu terjadi seperti dikatakan “Segera sesudah siksaan pada masa itu… (Mat 24:29). Lalu setelah Tuhan mengangkat orang-orang percaya, maka yang terjadi berikutnya di bumi adalah masa pencurahan Murka Allah.

Janganlah mengingini masuk kedalam periode Murka Allah. Periode Murka Allah ini sering disebut “Hari Tuhan Yang Hebat dan Dahsyat” (Yoel 2:31, Mal 4:5). Hanya orang fasik yang tidak mengerti Firman Tuhan, yang mengingini hal itu. Itu adalah hari Allah menghukum orang-orang congkak dan berdosa, di dalamnya hanya ada kepahitan dan kegentaran.

“Sungguh, hari TUHAN datang dengan kebengisan, dengan gemas dan dengan murka yang menyala-nyala, untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memunahkan dari padanya orang-orang yang berdosa. Sebab bintang-bintang dan gugusan-gugusannya di langit tidak akan memancarkan cahayanya; matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit, dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya. Kepada dunia akan Kubalaskan kejahatannya, dan kepada orang- orang fasik kesalahan mereka; kesombongan orang-orang pemberani akan Kuhentikan, dan kecongkakan orang-orang yang gagah akan Kupatahkan. Aku akan membuat orang lebih jarang dari pada emas tua, dan manusia lebih jarang dari pada emas Ofir. Sebab itu Aku akan membuat langit gemetar, dan bumi pun akan bergoncang dari tempatnya, pada waktu amarah TUHAN semesta alam, dan pada hari murka-Nya yang menyala-nyala.” (Yes 13:9-13)

Memang beberapa orang telah mengajar seolah-olah ada kesempatan kedua untuk mereka yang tidak diangkat. Pemikiran seperti ini banyak terpengaruh novel fiktif serial “Left Behind” karangan Tim LaHaye dan Jerry B. Jenkins. Dalam seri novel yang mengusung ajaran/aliran Pre-Trib itu diceritakan bahwa ada orang-orang yang tertinggal atau tidak diangkat dan berusaha memimpin orang lain melewati “Tribulation”. Tetapi semua itu adalah konsep yang keliru dan tanda mereka kurang memahami Alkitab. Sebab jika orang tidak diangkat mereka bukan akan melewati masa Tribulasi tetapi masa Murka Allah, yaitu Tujuh Bencana dahsyat yang membinasakan.

TIDAK ADA KEBANGGAAN BILA TIDAK DIANGKAT

Jangan sedikitpun berpikir ada kebanggaan bila tidak turut diangkat, itu sama saja dengan mengingini Murka Allah. Dikatakan di Yesaya 13 ayat 12, manusia akan menjadi sangat jarang, lebih jarang dari emas yang baik. Selama tujuh bencana dicurahkan ke atas bumi, jumlah manusia akan terus berkurang oleh banyaknya korban jiwa mereka yang tewas selama periode yang mengerikan itu.

Bahkan di kalangan Israelpun hanya akan terdapat sedikit sisa-sisa mereka yang tertinggal, yaitu orang-orang yang lemah dan yang kemudian menaruh percaya kepada Yeshua sang Mesias, merekalah satu-satunya yang disebutkan akan diselamatkan di masa paling terakhir itu (Yes 4:2-4).

SYARAT UNTUK MENGALAMI PENGANGKATAN (RAPTURE):

1. PERCAYA YESUS & MENERIMA PENEBUSAN-NYA ATAS DOSA KITA
2. TIDAK MENYEMBAH ANTIKRISTUS DAN BERHALA-BERHALANYA

Alkitab mengatakan bahwa semua yang telah menerima Yesus dan yang tidak menerima atau menyembah Antikristus (Dajal) dan patung berhalanya akan turut diangkat (Raptured). Dalam kitab Wahyu Pasal 7 disingkapkan tentang orang-orang yang telah diangkat ke sorga, dikatakan oleh tua-tua di sorga bahwa mereka adalah orang yang telah melewati masa susah dengan penuh kemenangan dan mereka adalah orang yang telah suci oleh korban darah Yesus, Anak Domba Allah, maksudnya telah menerima Yesus sebagai penebus dosa dan menjadi pengikut Mesias yaitu Isa Al-Masih.

“Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.” (Wah 7:14)

CARA SEDERHANA UNTUK DISELAMATKAN

Bagaimana caranya menerima Yesus Kristus atau Isa Al-Masih sebagai juruselamat ? Bertobat dari jalan yang sesat dan percayalah kepada Dia, itu saja. Sebab kitab suci mengatakan: “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman…” (Yoh 3:18) Tentu saja yang dimaksud percaya adalah hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.

Jadi orang dapat diselamatkan dengan cara yang sangat sederhana. Hanya dengan doa sederhana “Ampuni dosa-dosa saya ya Tuhan, mulai sekarang saya akan mengikuti jalan-jalan-Mu Yesus, tunjukkanlah jalan-jalan-Mu ya Roh Yang Kudus” orang dan seisi keluarganya akan diselamatkan, asal dia berdoa dengan bersungguh hati.

.

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “MENGALAMI “PENGANGKATAN” MENGHINDARI TUJUH BENCANA MURKA ALLAH”

  1. Stella says:

    Orang yang tidak diangkat adlh yg tidak percaya pd Yesus sebagai Tuhan atau orang2 percaya namun tetap jahat (Matius 7:21) dan orang2 yg menerima cap antikristus. Mereka akan mengalami masa2 murka Tuhan dan kematian kedua. Mereka sudah tidak mungkin diselamatkan karena hanya akan dibangkitkan pada kebangkitan kedua untuk pengadilan terakhir.. Tadinya saya pikir Tuhan Yesus datang sesudah siksaan, sy pikir siksaan itu adlh hari2 murka Tuhan, ternyata tidak demikian yah..
    Terimakasih atas penulisan ini..

  2. b swan says:

    yang penting kita harus sungguh-sungguh hidup di dalam iman yg sejati kpd Yesus, bukan asal percaya saja dan tidak berubah dlm perbuatan. jangan sampai murtad pada masa tribulasi, supaya kita turut diangkat ketika Yesus datang. sebab 7 cawan murka Allah adl utk menghukum org yg tidak percaya dan durhaka.
    GBU

  3. iwan purwoko irawan says:

    Menjadi percaya ternyata tidak sulit, yang sulit adalah hidup dalam percaya dan menjalaninya sampai akhir..tetapi percayalah kita akan diberi kekuatan untuk menanggung semuanya itu! Haleluya!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.