WhySoCrucial400

 

I.   Anda Tidak Tahu Apakah Anda sedang Hidup di Hari-Hari Terakhir

Banyak orang tidak yakin apakah hari-hari ini adalah hari-hari akhir, tetapi orang juga tidak dapat memastikan bahwa mereka tidak sedang hidup di hari-hari terakhir. Hampir semua setuju kalau dikatakan tidak ada orang yang tahu kapan hari-hari terakhir itu, artinya bisa saja kita sedang hidup di hari-hari yang sedang berakhir. Alkitab mencatat ketika orang mengatakan semuanya damai dan aman, tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan (1Tes 5:3). Itu sebabnya pengajaran yang benar tentang wahyu begitu penting untuk semua orang terutama untuk orang percaya.

Mungkin ada yang berkata: “tidak ada bedanya, sekalipun mempelajari Alkitab orang tidak akan tahu kapan itu hari-hari terakhir.” Pendapat itu keliru dan orang yang berpendapat seperti itu tidak pernah membaca Alkitab dengan benar. Banyak orang Kristen juga berkata bahwa tidak akan ada seorangpun yang tahu waktu Tuhan, dan mengajar bahwa Kedatangan Tuhan seperti pencuri termasuk bagi orang-orang percaya. Padahal Alkitab tidak mengajarkan demikian. Alkitab mengajarkan, Tuhan akan datang seperti pencuri bagi orang yang masih dalam kegelapan, tetapi bagi kita “anak-anak Terang”, hari itu tidak akan tiba seperti pencuri.

“Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.” (1Tes 5:4-5)

Mungkin Anda terkejut dengan hal ini, tetapi itulah yang Alkitab ajarkan, jadi hari itu tidak akan datang bagi kita secara tiba-tiba, artinya kita akan mengetahui dan kita akan dapat berjaga-jaga. Siapakah yang akan mengetahui hari Tuhan? Ayat di atas berkata “anak-anak Terang”. Ingatlah bahwa Alkitab Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita, “anak-anak Terang” adalah mereka yang bertekun mempelajari dan mengasihi Firman-Nya, mereka akan menjadi orang yang “terang” mata rohaninya. Merekalah orang-orang yang akan mengetahui waktu Kedatangan-Nya dan dapat berjaga-jaga dengan baik.

II.   Banyak Yang Salah Mengerti (Termasuk karena Ajaran-Ajaran Palsu)

Memang tidak semua ajaran-ajaran yang tersebar di tengah orang-orang percaya adalah ajaran palsu dalam arti ajaran itu berasal dari nabi-nabi palsu. Ada beberapa ajaran yang keliru karena memang waktu penyingkapan yang sempurna belum tiba (1Kor 13:9-10). Tetapi ada ajaran-ajaran yang memang dikembangkan dan disebarkan oleh nabi-nabi palsu untuk menjauhkan Jemaat Tuhan dari pengharapan yang benar tentang Kedatangan Yesus Kristus sebagai Raja (Yang Diurapi/Kristus) (Maz 99:1-2, Yes 24:23, Yer 3:17) yang akan memerintah bumi penuh dengan damai (Yes 2:4).

Ajaran-ajaran yang menyesatkan ini sangat berbahaya pertama dan terutama karena mencegah orang untuk mempelajari atau menghindarkan orang untuk tahu lebih jauh. Ajaran-ajaran palsu itu misalnya ajaran A-milenialisme yang mengatakan Yesus tidak akan memerintah di bumi sebagai raja secara literal, tetapi Yesus memerintah secara simbolik dan menunjuk wakilnya yaitu Uskup Gereja Roma (Paus) sebagai “Wakil Anak Allah” (Vicarius Filii Dei). Dengan demikian orang yang tidak kristis akan berpikir, tidak ada yang perlu kita pelajari lagi selain tunduk dan taat pada “wakil-Nya” dan itu segala-galanya.

Salah satu ajaran palsu lainnya yang dikembangkan dari ajaran Gereja Roma melalui “branch” Jesuit adalah paham Preterisme. Paham yang dikembangkan oleh seorang Jesuit, Luis De Alcazar dari Seville – Spanyol ini, disebarkan pada era “Counter Reformation”. Paham ini dikembangkan dalam rangka menghadapi merebaknya paham Historicisme yang berkembang bersamaan dengan gerakan kaum Protestan yang memisahkan diri dari Gereja Roma. Paham Historicisme mengungkapkan sistem kepausan Gereja Roma sebagai sistem Antikristus, paham ini dipercaya sampai hari ini oleh kalangan Protestan yang memahami sejarah gelap Gereja Roma. Salah satu pilar utama paham Historicisme adalah kalangan Gereja Adven Hari Ketujuh (SDA Church).

Paham Preterisme mengajarkan bahwa semua nubuat zaman akhir telah digenapi pada abad pertama Masehi, dengan dihancurkannya Bait Suci Yahudi di Tahun 70 M. Kalangan Preterist mengajarkan bahwa Tuhan Yesus sudah datang kedua kali secara simbolik pada abad pertama. Sebagian dari mereka malah mengatakan bahwa saat ini kita telah hidup di zaman langit baru dan bumi baru. Walaupun paham ini menggelikan dan tidak perlu diperdebatkan, namun bagi mereka yang tidak memahami Firman dapat terjebak untuk mengabaikan perintah untuk berjaga-jaga dan siap menghadapi hari Tuhan yang akan menimpa seluruh penduduk bumi (Luk 21:34-36). Sebab mereka selalu berkata bahwa semua itu sudah terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan lagi. Sebagai bumbu, mereka mengalihkan perhatian orang percaya dari perintah berjaga-jaga dengan mengatakan, sebaiknya perhatian ditujukan untuk penginjilan dan hal-hal lain yang lebih bermanfaat, tetapi itu semua hanya usaha untuk membuat orang percaya tidak waspada.

 Selain beredarnya ajaran-ajaran palsu, jemaat banyak pula yang menganut ajaran dari guru-guru Alkitab yang masih keliru dalam menginterpretasikan apa yang Alkitab coba singkapkan. Kekeliruan tersebut kebanyakan terjadi karena terbatasnya penterjemahan dan karena usaha para penafsir menjelaskan Alkitab dengan pengertian mereka sendiri. Seharusnya setiap naskah Alkitab dapat dijelaskan oleh Alkitab sendiri, setiap lambang dan sandi yang digunakan Alkitab, maknanya akan dapat dijelaskan oleh Alkitab itu sendiri. Jadi penting sekali mempelajari penyingkapan Alkitab secara menyeluruh. Alkitab walaupun memang disusun secara praktis oleh manusia, namun merupakan karya Roh Kudus sepanjang sejarah umat manusia. Kitab-kitab dalam Alkitab Firman Allah merupakan satu kesatuan yang ajaib. Kalau kita mempelajarinya dengan benar, kitab-kitab itu dari Kejadian sampai Wahyu akan saling menjelaskan satu dengan yang lainnya.  

 III.   Akhir Zaman Akan Seperti Jerat (Luk 21:34)

Alasan lain mengapa pengetahuan yang benar mengenai Akhir Zaman demikian penting adalah karena Akhir Zaman akan merupakan jerat bagi mereka yang tidak memahaminya. Pada akhir zaman ada banyak penyesatan dan malapetaka yang dapat menimpa mereka yang tidak waspada dan berjaga-jaga. Dengan demikian sangatlah penting untuk mempelajari apa yang coba diungkapkan Alkitab melalui nubuat para nabi. Wahyu mengenai akhir zaman diberikan untuk menuntun orang percaya agar dapat luput dari segala macam jerat dan malapetaka yang akan menimpa mereka yang menolak pengenalan akan Allah.

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Luk 21:34-36) 

Ayat di atas mengatakan hari Tuhan akan menimpa semua penduduk bumi, tidak peduli apa agamanya atau status sosialnya, semuanya suka atau tidak suka, percaya atau tidak percaya akan menghadapi kenyataan ini. Bagi kita yang mengerti dan mentaati pesan Firman Tuhan kita akan berbahagia (Wah 1:3), namun bagi mereka yang menolak untuk memahaminya atau mentertawakannya akan menghadapi kenyataan pahit, hari itu akan menimpa mereka seperti sebuah jebakan yang tidak mereka sangka-sangka.

Kitab Yesaya juga menyebutkan setiap penduduk bumi – yang tidak turut diselamatkan pada peristiwa “Pengangkatan” oleh Tuhan Yesus – mereka akan masuk pelubang dan jerat, mereka akan lari dari hal-hal yang mengejutkan dan akan jatuh pada pelubang, dan yang naik meloloskan diri akan jatuh ke dalam jerat.

“Hai penduduk bumi, kamu akan dikejutkan, akan masuk pelubang dan jerat! Maka yang lari karena bunyi yang mengejutkan akan jatuh ke dalam pelubang, dan yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat. Sebab tingkap-tingkap di langit akan terbuka dan akan bergoncang dasar-dasar bumi.” (Yes 24:17-18)

Pada waktu itu manusia tidak dapat lagi berdebat atau menyanggah kebenaran Alkitab Firman Tuhan, tetapi semua kebenaran yang dinyatakan Alkitab – Firman Allah yang hidup – akan mengejutkan mereka yang tidak percaya. Mereka akan menyesali karena mengabaikan Firman Allah dan memilih mempercayai ajaran-ajaran dusta. Semua bangsa di bumi dikatakan akan meratap ketika mereka menyaksikan Yesus Kristus menampakkan diri di langit dalam kuasa dan kemuliaan yang besar (Mat 24:30), sebab tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki kebodohan mereka. Tetapi setiap orang yang mengerti pesan Tuhan dan berpegang teguh kepada perintah-perintah-Nya yang tertulis dalam Alkitab, akan menjadi orang-orang yang waspada dan tidak akan masuk kepada berbagai jerat itu. Itulah sebabnya penting sekali mengetahui pengajaran yang benar dan pesan Firman Allah mengenai zaman akhir.

PRIORITAS UNTUK DIPAHAMI

I.   Siapa Antikristus (WHO) dan Apa Modusnya (WHAT) ?

Berabad-abad terjadi banyak silang pendapat mengenai siapa Antikristus yang dimaksud Alkitab. Tetapi sebenarnya dengan mempelajari Alkitab secara teliti, dan melihat berbagai penggenapannya pada zaman ini, kita dapat mengenali siapa sebenarnya yang dimaksud si “binatang” itu.

Selain itu Gereja Tuhan akan menghadapi krisis di masa Tribulasi, oleh sebab itu kita patut mempelajari apa yang akan terjadi di masa Tribulasi itu. Sumber krisis pada masa Tribulasi adalah Antikristus, maka dengan mengetahui modus operandi Antikristus yang disingkapkan Alkitab, kita dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa itu, sehingga orang percaya dapat waspada dan berjaga-jaga, bahkan dapat mengantisipasi sesuai petunjuk dan wahyu dari Firman Allah.   

II.   Kapan Semua akan Terjadi (WHEN) ? Apa Saja Tanda-Tandanya (SIGN)?

Salah satu kekeliruan terbesar dari orang percaya selama berabad-abad adalah mempercayai bahwa waktu Tuhan akan tetap menjadi rahasia, hanya Bapa yang tahu. Padahal Firman Allah dengan tegas berkata bahwa dalam konteks rahasia Firman-Nya, orang membawa pelita bukan untuk disembunyikan di bawah tempat tidur, melainkan untuk ditaruh di atas kaki dian. Tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, tidak satu halpun yang akan terus tinggal sebagai rahasia, semuanya akan disingkapkan pada waktunya.   

“Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.” (Mar 4:22)

Kalau kita mempelajari Alkitab dengan benar, maka kita akan mengetahui bahwa Alkitab berusaha memberitahukan kepada kita rahasia waktu Tuhan, bukan hanya tanda-tandanya. Karena memang Allah selalu ingin memberitahu rahasia-Nya kepada hamba-hamba-Nya (Amo 3:7), supaya kita dapat berjaga-jaga dan siap sedia pada waktunya.

III.   Bagaimana Menghadapi (HOW)?

Kitab Wahyu dan kitab-kitab para nabi banyak memberitahukan rahasia apa yang akan terjadi di masa depan, alasannya karena ada hal yang perlu kita lakukan untuk menghadapinya. Seperti pada zaman Nuh, Tuhan memberitahukan segala sesuatu yang perlu disiapkan Nuh menghadapi krisis banjir besar yang akan melanda bumi pada zamannya. Demikian pula pada masa Yusuf berada di Mesir dan menghadapi krisis bala kelaparan 7 Tahun, Yusuf diberi hikmat untuk mengerti wahyu dari mimpi Firuan dan Yusuf dapat mempersiapkan segala antisipasi menghadapi bencana itu dengan baik, dan seluruh keluarganya bersama banyak bangsa dapat terluput dari bencana kelaparan yang menimpa seluruh Timur Tengah pada masa itu.

Demikian pula kita pada zaman akhir, kita wajib menangkap wahyu Tuhan untuk dapat mempersiapkan segala sesuatu menghadapi krisis di zaman ini. Bila ada pendeta yang berkata kita tidak perlu melakukan apapun menghadapi akhir zaman, dan berdalih yang penting berserah kepada Tuhan, orang ini tidak mengerti Wahyu Tuhan, dan bila ia tidak lekas bertobat ia akan menjadi hamba yang kena pukul pada waktu Tuannya nanti datang (Luk 12:47), sebab domba-domba yang dipercayakan kepadanya akan tercerai-berai ketika krisis itu menimpa mereka (Wah 13:17).    

Itulah hal-hal yang prioritas harus dipahami mengenai akhir zaman. Dalam hal ini pengetahuan ini bukan hanya akan membuka wawasan kita tentang sesuatu yang akan terjadi di masa depan yang masih jauh. Jangan terkejut kalau tidak lama lagi, Saudara akan melihat semua yang Alkitab nubuatkan terjadi. Maka semua ini menjadi lebih penting lagi buat kita, yang hidup pada zaman yang dituju nubuat-nubuat itu. Berjaga-jagalah, sebab inilah waktu-waktu yang terakhir itu.

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.