Category : True Church

Teori Konspirasi - Manusia Kadal (Reptilian) Menguasai Dunia

Belakangan semakin banyak beredar berbagai teori konspirasi di tengah-tengah jemaat Tuhan. Kita harus serius menyikapi hal ini, karena bukan hanya masyarakat umum saja yang mempercayai, tapi banyak juga orang Kristen dan pendeta ikut terkecoh oleh teori-teori konspirasi ini. Bahkan ada pendeta yang mulai mengkotbahkan teori konspirasi.

Read More…

Kapan Seharusnya Paskah 2016?

Passover of Christ

Passover of Christ

Tahun 2016, merupakan tahun yang unik karena tahun ini kita umat Kristen merayakan Paskah di bulan Maret, sedangkan orang Yahudi merayakan Pesach (Paskah Yahudi) di bulan April. Sebulan bedanya mengapa begitu jauh?

Read More…

BERJAGA-JAGA DALAM “TESHUVAH”

Teshuvah made ready for the Day of The Lord

Maksud dari berjaga-jaga adalah untuk Teshuvah (kembali kepada Tuhan) agar kita siap menghadapi Hari Tuhan yang segera datang.

Banyak orang Kristen dengan mudah berkata, kapanpun Tuhan Yesus datang saya siap. Puji Tuhan! Kiranya terjadi demikian kepada semua saudara. Namun apa yang TUHAN singkapkan baru-baru ini membuat saya melihat betapa suci dan kudusnya kita harus hidup di hadapan TUHAN. Menjelang Hari Kedatangan-Nya, Tuhan Yesus memanggil kita semua umat-Nya untuk “Teshuvah” atau “Berbalik” kepada-Nya.

Read More…

2013-THE-YEAR-OF-THE-THRESHING

“Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” – Matius 3:12

 

Tahun 2013 kita akan memasuki Tahun Pengirikan (The Year of The Thresing). Tahun ini akan banyak datang penyesat-penyesat, tetapi juga berbagai ujian dan pencobaan untuk memurnikan umat kudus-Nya. Berlindunglah dengan bertekun merenungkan perkataan dan janji-janji Tuhan.

Read More…

GEGER KIAMAT 2012, MARAKNYA KEBENARAN SEMU

Isu Kiamat 2012

 

GEGER KIAMAT 2012

Besok tanggal 21 Desember 2012 ramai dibicarakan orang sebagai hari kiamat atau hari terobosan besar kehidupan spiritual umat manusia. Ramalan kiamat atau transisi spiritual pada 21 Desember 2012 sudah beredar sejak tahun 2009. Tanggal 21 Desember 2012 menjadi fenomenal karena ada kaum Mayanisme yaitu orang-orang yang menyebarkan berbagai keyakinan eskatologis dimana peristiwa bencana kiamat atau perubahan besar akan terjadi pada tanggal tersebut. Tanggal ini dianggap sebagai tanggal akhir dari siklus 5125-tahunan menurut kalender Long Count Mesoamerika atau yang sering disebut kalender Suku Maya Kuno. Konon dikatakan bahwa perhitungan astronomi dan berbagai rumus numerologi telah dipelajari berkaitan dengan tanggal ini. Namun ternyata tidak ada dari para cendekiawan terkemuka yang mendukung hal ini.

Read More…

Lentera Labu “Jack-O-Lanterns” Yang Merupakan Simbol Halloween

 

Sangat menyedihkan, Tahun ini semakin banyak mal-mal di Jakarta menyelenggarakan perayaan dan pesta Haloween. Para orang tua dengan bangga mengajak anak-anak mereka yang masih kecil-kecil, turut berpartisipasi merayakan Haloween, tanpa menyadari apa itu Haloween. Semoga tidak ada di antara Saudara yang melakukan hal itu kepada anak-anak kita sendiri. Kita, Orang Percaya wajib memperingatkan keluarga dan sanak family, untuk tidak turut mengambil bagian dalam adat dunia yang sesat dan tidak mengenal Firman Allah.

Menurut History.com, asal mula perayaan Halloween berakar pada perayaan Celtic kuno “Samhain” (diucapkan Sah-win). Bangsa Celtic, hidup ribuan tahun yang lalu di daerah yang sekarang Irlandia, Inggris dan Perancis utara. Mereka menganut kepercayaan Druids dan merayakan tahun baru mereka pada tanggal 1 November. Hari itu menandai akhir musim panas dan panen serta awal musim dingin dan gelap, yang sering dikaitkan dengan waktu-waktu kematian manusia setiap tahunnya.

Read More…

PENAMPIAN MENJELANG HARI TUHAN

PENAMPIAN DIMULAI DARI RUMAH TUHAN

Pada akhir zaman Tuhan akan melakukan penampian secara besar-besaran atas seluruh umat manusia, menampi lalang dari gandum, memisahkan kambing dari domba, memperjelas perbedaan antara orang-orang fasik dan orang-orang benar, menjauhkan orang-orang cemar dari orang-orang yang hidup kudus. Dan penampian akan pertama-tama terjadi di dalam rumah-Nya, di dalam gereja-Nya sendiri.

“Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi.” (1Petrus 4:17)

Read More…

 

WhySoCrucial400

 

I.   Anda Tidak Tahu Apakah Anda sedang Hidup di Hari-Hari Terakhir

Banyak orang tidak yakin apakah hari-hari ini adalah hari-hari akhir, tetapi orang juga tidak dapat memastikan bahwa mereka tidak sedang hidup di hari-hari terakhir. Hampir semua setuju kalau dikatakan tidak ada orang yang tahu kapan hari-hari terakhir itu, artinya bisa saja kita sedang hidup di hari-hari yang sedang berakhir. Alkitab mencatat ketika orang mengatakan semuanya damai dan aman, tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan (1Tes 5:3). Itu sebabnya pengajaran yang benar tentang wahyu begitu penting untuk semua orang terutama untuk orang percaya.

Mungkin ada yang berkata: “tidak ada bedanya, sekalipun mempelajari Alkitab orang tidak akan tahu kapan itu hari-hari terakhir.” Pendapat itu keliru dan orang yang berpendapat seperti itu tidak pernah membaca Alkitab dengan benar. Banyak orang Kristen juga berkata bahwa tidak akan ada seorangpun yang tahu waktu Tuhan, dan mengajar bahwa Kedatangan Tuhan seperti pencuri termasuk bagi orang-orang percaya. Padahal Alkitab tidak mengajarkan demikian. Alkitab mengajarkan, Tuhan akan datang seperti pencuri bagi orang yang masih dalam kegelapan, tetapi bagi kita “anak-anak Terang”, hari itu tidak akan tiba seperti pencuri.

“Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.” (1Tes 5:4-5)

Mungkin Anda terkejut dengan hal ini, tetapi itulah yang Alkitab ajarkan, jadi hari itu tidak akan datang bagi kita secara tiba-tiba, artinya kita akan mengetahui dan kita akan dapat berjaga-jaga. Siapakah yang akan mengetahui hari Tuhan? Ayat di atas berkata “anak-anak Terang”. Ingatlah bahwa Alkitab Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita, “anak-anak Terang” adalah mereka yang bertekun mempelajari dan mengasihi Firman-Nya, mereka akan menjadi orang yang “terang” mata rohaninya. Merekalah orang-orang yang akan mengetahui waktu Kedatangan-Nya dan dapat berjaga-jaga dengan baik.

II.   Banyak Yang Salah Mengerti (Termasuk karena Ajaran-Ajaran Palsu)

Read More…

THE MILLENIUM KINGDOM

King-of-Kings

MISTERI KERAJAAN ALLAH

Berita tentang datangnya Kerajaan Allah adalah inti dan tujuan dari Injil. Sejak awal penciptaan, Allah berkehendak agar manusia berkuasa atas bumi. Di Kejadian 1:28, Adam diberi kepercayaan untuk mengelola bumi dengan otoritas Allah. Inilah konsep Kerajaan Allah di bumi dari sejak semula. Itulah rencana Allah untuk manusia, yaitu mengelola dan menaklukkan bumi.

Apakah seiring dengan jatuhnya manusia dalam dosa tujuan ini bergeser? Walaupun manusia telah gagal oleh kejatuhan Adam, Allah tidak pernah merubah rencana-Nya. Alkitab mencatat dalam Roma 5:17 bahwa, “jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.”

Penebusan Kristus adalah penebusan terhadap seluruh kutuk manusia, termasuk kegagalan terhadap ‘destiny’ dan hilangnya kemuliaan Allah yaitu otoritas pemerintahan Allah. Ayat diatas mengatakan, oleh penebusan Yesus, kita bukan saja akan hidup tetapi juga berkuasa. Jadi jelas bahwa rencana Kerajaan Allah berlanjut terus dan masih merupakan tujuan Allah bagi manusia di bumi. Dan ‘destiny’ itu akan digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus yang akhirnya akan bertahta dalam Kerajaan-Nya kelak di masa Milenium. Itulah sebabnya Tuhan Yesus memulai amanat agung dengan mendeklarasikan otoritas, “Kepada-Ku  telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Mat 28:18)

Berita tentang kedatangan Kerajaan Allah tetap menjadi berita utama pada masa Yesus memberitakan Injil. Adalah suatu kenyataan bahwa hal ini merupakan topik utama dari semua ajaran yang telah diungkapkan oleh Yesus pada kedatangan yang pertama. Dari keempat Injil dapat dilihat, betapa topik Kerajaan Allah selalu muncul dan menjadi background dari semua ajaran Yesus.

Dari awal, Yohanes Pembaptis yang ditugaskan memberitakan kedatangan-Nya, berseru-seru: “Bertobatlah! Kerajaan Allah sudah dekat”. Yesus sendiri ketika mengajar Nikodemus berkata: “Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”. Matius 4:23 mencatat: “Ia mengajar di rumah-rumah ibadah dan memberitakan Kerajaan Allah”. Kepada banyak orang Yesus juga berkata: “Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus” (Luk 4:43).

Dan memang banyak pengajaran penting yang Tuhan Yesus sampaikan selalu terkait erat dan menyangkut Kerajaan-Nya. Kotbah di bukit yang terkenal, diawali dengan: “Berbahagialah kamu yang miskin karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah”. Lalu dalam berbagai perumpamaan Tuhan Yesus mengajar tentang Kerajaan Allah. Bahkan Tuhan Yesus mengajarkan agar tiap kali kita berdoa agar Kerajaan Allah datang ke dalam hidup kita.

Thema Kerajaan ini begitu penting bagi Yesus untuk diajarkan kepada murid-murid-Nya. Sampai-sampai, setelah kebangkitanpun Kisah Rasul 1:3 mencatat: “Selama empat puluh hari, Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah”. 

YESUS ATAU WAKILNYA

Apa sebenarnya yang Yesus maksud dengan kedatangan Kerajaan Allah? Inti dari berita tentang Kerajaan Allah adalah bahwa akan datang suatu Kerajaan Tuhan yang akan memerintah bangsa-bangsa dengan adil di bumi (Maz 67:5) dan Hukum-hukum Allah akan menjadi terang bagi segala bangsa (Yes 51:4) Pada masa itu umat Tuhan akan dibebaskan dan hidup tentram (Yer 23:6) serta damai akan memerintah di seluruh bumi (Mik 4:3).

Jangan salah mengerti Kerajaan Allah yang diberitakan disini bukan konsep ‘christendom’ yang dianut para pemimpin gereja Roma. Kerajaan Allah yang dijanjikan Tuhan Yesus bukanlah kerajaan kristen yang diperintah oleh para Paus. Yesus sendiri yang akan memerintah sebagai Raja dalam Kerajaan Allah di bumi. Rasul Paulus menegaskan “…hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, pada waktu-Nya Ia akan muncul, siapa yang terberkati dan Penguasa satu-satunya, Raja di atas segala raja, Tuan diatas segala tuan.” (1Tim 6:15 KJV)  

Selama berabad-abad konsep ‘christendom’ atau konsep Kerajaan Kristen diajarkan kepada umat. Para Paus, pemimpin Gereja Roma mengklaim sebagai wakil Yesus dan penerima otoritas untuk memerintah umat manusia. Sejarah telah mencatat bahwa selama Gereja Roma berkuasa berbagai peristiwa penganiayaan tragis kepada orang-orang kudus justru semakin subur. Di Eropa ketimpangan dan ketidakadilan menimbulkan revolusi yang berbalik menyerang para imam dan gereja. Pemerintahan oleh manusia atas nama Allah hanya menampilkan kekuasaan yang absolut tetapi timpang, cenderung korup dan hanya akan menyengsarakan umat manusia.

Di awal abad ke-19 muncul ajaran yang senada di kalangan kaum protestan, yaitu ajaran Post-Milenialisme. Walaupun ajaran ini merupakan bentuk baru, namun paham ini kurang lebih memiliki pengajaran yang secara tidak langsung sama mengingkari akan kedatangan Yesus sendiri untuk memerintah di dalam Kerajaan Milenium. Paham yang juga disebut Rekonstruksionisme ini mengajarkan bahwa, orang Kristen akan mentransformasi seluruh dunia ini menjadi Kristen seluruhnya dan Tuhan Yesus baru datang setelah semua keadaan menjadi baik. Ajaran ini walaupun kelihatannya lurus tetapi sangat menyesatkan. Alkitab tidak pernah menubuatkan bahwa dunia ini akan semakin baik. Justru Rasul Paulus berkata bahwa keadaan manusia pada hari-hari akhir akan semakin egois, tidak peduli agama, garang, tidak berdamai dan tidak suka yang baik serta penuh hawa nafsu (2Tim 3:1-4).

Paham dari kelompok yang disebut penganut aliran Transformatif atau Rekonstruktionisme ini mirip dengan ajaran dari aliran Revivalis. Keduanya sama mempercayai bahwa dunia akan berubah menjadi ‘kristiani’ oleh usaha orang percaya. Bedanya kaum Rekonstruktionisme mempercayai umat Kristen akan mentransformasi lingkungannya lewat pengaruh mereka dalam kehidupan sehari-hari secara gradual, yang pada akhirnya mengubah seluruh dunia mengalami ‘atmosfir Kerajaan Allah’. Sedangkan kaum Revivalis mempercayai perubahan terjadi akibat kebangunan rohani yang merata ke seluruh dunia.

Walaupun sangat indah kedengarannya, bukan seperti itu yang Alkitab nubuatkan akan terjadi. Alkitab menubuatkan bahwa kita orang Kristen justru akan mengalami penyesatan dan aniaya pada hari-hari akhir.

“Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Mat 24:9-13).

Hati-hati dengan kedua paham di atas yang dapat menjerumuskan umat. Kedua ajaran ini menggambarkan keadaan yang sangat bertolak belakang dengan apa yang Alkitab singkapkan. Alkitab juga menyingkapkan bahwa modus operandi Antikristus pada akhir zaman adalah penyesatan lewat berbagai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat. Jangan sampai apa yang diperbuat oleh si pendurhaka nantinya dianggap sebagai tanda dari kebangunan rohani yang dipercayai akan segera terjadi.

Perlu diketahui suatu rahasia: siapakah yang disebut ANTIKRISTUS?

ANTIKRISTUS bukan orang-orang dunia yang tidak mau percaya Yesus… Tetapi setiap orang yang mengaku saudara (entah itu Pendeta, Pastor bahkan Paus sekalipun) tetapi TIDAK PERCAYA BAHWA YESUS ADALAH KRISTUS*, artinya TIDAK PERCAYA BAHWA YESUS AKAN BENAR-BENAR MEMERINTAH DI BUMI (SECARA HARAFIAH) SEBAGAI RAJA SEGALA RAJA sesuai janji Bapa, yang tertulis dalam kitab Para Nabi, merekalah yang disebut para Antikristus.
(*KRISTUS atau MESIAS artinya RAJA/YANG DIURAPI).

“Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa
Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang
menyangkal baik Bapa maupun Anak.” (1Yoh 2:22)

Mengapa di 1Yoh 2:22 dikatakan mereka juga “menyangkal Bapa”? Karena jika mereka tidak percaya bahwa YESUS AKAN KEMBALI KE BUMI dan SECARA HARAFIAH BENAR2 AKAN MEMERINTAH SEBAGAI RAJA DI BUMI, berarti mereka MENYANGKAL JUGA FIRMAN BAPA yang tertulis dalam Kitab Nabi2 yang menyatakan bahwa: KETURUNAN DAUD TIDAK AKAN TERPUTUS MEMERINTAH SEBAGAI RAJA ISRAEL (Yer 33:17) dan YERUSALEM AKAN DISEBUT TAHTA TUHAN, SEGALA BANGSA AKAN SUJUD KE SANA (Yer 3:17). Jadi mereka menyangkal baik Bapa juga Anak, yaitu yang akan datang untuk menggenapi janji Bapa itu.

Mereka yang mengajar bahwa gereja yang akan memerintah bukan Tuhan Yesus, jelas-jelas menentang Firman Allah. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan Yesus sendiri akan memerintah dunia, seperti dikatakan di dalam Wahyu 11:15,

“Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”

Para pemimpin dan jemaat mesti benar-benar waspada dan tidak sembarang mengikuti teori manusia. Sering bila ada pengajaran yang dikatakan sebagai ilham roh atau dari mimpi dan penglihatan akan langsung dipercaya tanpa diperiksa lagi kebenarannya dengan Alkitab Firman Allah, dan pada gilirannya dapat menyesatkan jemaat Tuhan.

MENANTI SANG MESIAS

Seluruh nubuat mengenai akhir zaman bermuara pada suatu peristiwa, yaitu Kedatangan Kristus Yesus kedua kali untuk memerintah di bumi, yakni pada masa Milenium atau Kerajaan Seribu Tahun (Wah 20:4). Peristiwa inilah yang menjadi pengharapan umat Tuhan, dimana kelak keadilan akan memerintah di bumi. Peristiwa ini pula yang dinanti-nantikan oleh bangsa Israel selama berabad-abad, yaitu kedatangan Mesias untuk memulihkan negeri mereka.

Iman akan datangnya suatu Kerajaan yang akan diperintah oleh seorang yang diurapi, bukan hanya milik orang Kristen. Konsep kedatangan Mesias atau Yang Diurapi atau Al-Masih dipercayai oleh hampir semua agama Abrahamik, terutama mereka kaum tradisional yang cenderung masih murni pengajarannya. 

Mempercayai akan datangnya Kerajaan Mesias di bumi secara literal merupakan bagian yang penting dari kehidupan orang Israel. Dalam sejarah, hidup orang Israel layaknya kehidupan pengembara, keadaan ini dapat kita ingat mulai dari masa keturunan Yakub 400 tahun berada di Mesir, kemudian mengembara di padang gurun selama beberapa puluh tahun, kemudian bangsa ini harus diangkut dalam pembuangan ke Asyur dan Babilonia. Bahkan selama abad-abad modern suku-suku keturunan Yakub tercerai-berai ke seluruh penjuru bumi.

Sejak awal abad 20 mereka menyadari bahwa mereka mulai dikumpulkan kembali. Di akhir zaman ini mereka kembali mengalami eksodus besar-besaran dari berbagai negara, berbondong-bondong orang-orang Yahudi kembali ke tanah air mereka. Ada apa? Mereka mempersiapkan diri, bukan untuk negara yang mereka bentuk sejak 1948 itu. Bagi Israel yang benar-benar rohani, mereka kembali untuk menyambut kedatangan Mesias yang akan menghantar mereka kepada masa perhentian, yaitu masa Pemerintahan Sang Mesias atas Yerusalem.

Marilah kita yang menantikan Dia, menantikannya dengan tekun (Rom 8:25) dan berusaha agar kita tak bercacat cela dan didapati sempurna pada waktu Kedatangan-Nya (1Tes 3:13).

Ajaran Sejati Tentang Rapture

Pengangkatan adalah peristiwa dimana orang-orang percaya yang telah meninggal oleh aniaya Antikris ataupun mereka yang masih hidup dan bertahan melewati masa kesukaran, diangkat naik ke awan-awan seperti waktu Tuhan Yesus naik ke Surga.

Rapture adalah kata dalam bahasa Inggris yang berasal dari kata bahasa Latin “rapio”, yang artinya dilarikan ke atas atau dibawa terbang. Inilah yang dimaksud 1 Tesalonika 4:16-17:

“… yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

Jadi setelah 3½ tahun masa Antikris, dan sebelum Murka Allah dicurahkan, akan ada peristiwa pengangkatan ini. Orang banyak akan melihat Tuhan Yesus turun, tapi pada tahap ini hanya sampai di awan-awan. Lalu orang percaya yang mati karena penganiayaan Antichrist dan  mereka yang masih hidup dan tetap setia akan diubahkan, mengenakan tubuh baru, dan diangkat bersama-sama menyongsong Tuhan di angkasa.

Mengenai perubahan ke tubuh baru ini kita dapat mengerti dari kitab Injil, yaitu seperti tubuh Tuhan Yesus setelah peristiwa kebangkitan. Jadi bukan hanya roh, tetapi tubuh yang bisa dirasa dan dilihat. Tuhan Yesus mengenakan tubuh kemuliaan ini ketika Thomas mencolokkan jarinya ke lubang bekas paku salib. 

Tubuh baru ini adalah tubuh yang tidak dapat binasa, Paulus menyebut tubuh ini tubuh sorgawi. Perhatikan penjelasannya dalam 1 Korintus 15:49-52:

“Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.”

Jadi konsep pengangkatan bukan teori yang tidak memiliki dasar Firman Tuhan. Walaupun banyak yang sengaja memperdebatkan tentang Rapture ini, itu semua semata-mata karena peristiwa ini dinilai terlalu tidak masuk akal. Itu dapat dimengerti dari apa yang Tuhan Yesus katakan tentang kedatangan-Nya kedua kali dalam Lukas 18:18: “Akankah Ia mendapati iman di bumi ini?” Krisis iman memang telah melanda seluruh bumi.

Tuhan Yesus sendiri menggambarkan peristiwa pengangkatan ini di Matius 24:29-31, yaitu diterbangkan atau diangkat ke atas. Hal ini melibatkan banyak malaikat-malaikat Tuhan keluar ke seluruh penjuru bumi.

“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. (29)

Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. (30)

Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. (30)”  

Disini begitu jelas digambarkan dua hal yang selama ini menjadi pertanyaan bahkan perdebatan yang sengit:

Pertama, pengangkatan orang-orang pilihan(ayat 30) akan terjadi sesudah masa siksaan (Tribulation – KJV ayat 29). Jadi paham yang mengajarkan pengangkatan terjadi sebelum masa Tribulasi /masa Antikris atau biasa disebut paham Pre-Trib adalah tidak sesuai dengan apa yang diajarkan Alkitab.

Kedua, peristiwa ini akan disaksikan semua bangsa di bumi. Jadi pengangkatan kita bukan ‘secret rapture’, atau pengangkatan diam-diam, tetapi terbuka secara publik. Bangsa-bangsa akan melihat kemuliaan dan kekuasaan Anak Manusia datang di atas awan-awan di langit. Praise the Lord!

Dalam kitab Wahyu peristiwa pengangkatan ini  juga digambarkan terjadi setelah meterai ke-6 dibuka yaitu di pasal 6:12-13. Sementara itu peristiwa penganiayaan/tribulasi  terjadi di meterai ke-5 Wah 6:9-11.

Di pasal 7 yang merupakan detail peristiwa pengangkatan, digambarkan, ada 144,000 orang yang diangkat dari antara suku-suku Israel dan banyak tak terhitung jumlahnya dari bangsa-bangsa lain. Dalam kitab Wahyu peristiwa pengangkatan ini disebut dengan istilah dimeteraikan.

“katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!” (3)

“Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.” (4)

“Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa…” (9a)

Jadi kita tahu sekarang dan tidak ragu bahwa kita sedang menantikan peristiwa pengangkatan yang mulia ini. Tetapi kita harus setia dan tetap teguh, karena kita akan lebih dahulu menghadapi masa penyesatan Antikris.

Jangan takut dan jangan lekas bingung oleh ajaran-ajaran lain. Kalau Tuhan ijinkan kita mengalami krisis di akhir zaman, pastilah tidak akan melewati kekuatan kita. Yang penting disini adalah ketekunan orang-orang kudus, turutilah perintah Allah dan percayalah kepada Yesus: Jangan menyembah binatang itu dan patungnya. Jangan menerima tanda namanya. (Wah 14:11-12)

Haleluyah! Datanglah Tuhan Yesus, datanglah!