Category : Featured

 

Netanyahu Menolak Pidato Obama

Netanyahu Menolak Pidato Obama soal Kembali ke Batas Pra-1967.

 

Jika Anda benar-benar memahami nubuat-nubuat Alkitab, Anda akan berdebar-debar memperhatikan apa yang sedang terjadi di Timur Tengah saat ini, khususnya di wilayah Israel-Palestina. Sebuah peristiwa paling bersejarah dan merupakan titik tolak penggenapan dari nubuat paling penting dalam sejarah umat manusia, sedang digugat dan disangkali oleh dunia. Peristiwa bersejarah Perang Enam Hari 1967, yang mengembalikan wilayah Yerusalem, Yudea dan Samaria ke pangkuan Israel kini digugat dan wilayah itu harus diserahkan kepada Palestina. Ini artinya masa kesukaran akan segera terjadi di Yerusalem, Yudea dan wilayah-wilayah pemukiman orang Israel di Tepi Barat.

Read More…

the-black-horsemen

Penglihatan Kuda Hitam wahyu tentang Bencana Kelaparan

Salah satu krisis yang akan terjadi dan sekaligus menjadi tanda bahwa sistem dunia ini sedang menuju kepada akhirnya, adalah datangnya krisis pangan dunia. Dalam kitab Wahyu hal ini digambarkan sebagai munculnya Penunggang Kuda Hitam. Penunggang Kuda Hitam yang digambarkan membawa sebuah timbangan di tangannya oleh Kitab Wahyu, adalah lambang munculnya Otoritas Perdagangan yang pada akhirnya akan membawa kepada krisis pangan dunia.

Read More…

 

WhySoCrucial400

 

I.   Anda Tidak Tahu Apakah Anda sedang Hidup di Hari-Hari Terakhir

Banyak orang tidak yakin apakah hari-hari ini adalah hari-hari akhir, tetapi orang juga tidak dapat memastikan bahwa mereka tidak sedang hidup di hari-hari terakhir. Hampir semua setuju kalau dikatakan tidak ada orang yang tahu kapan hari-hari terakhir itu, artinya bisa saja kita sedang hidup di hari-hari yang sedang berakhir. Alkitab mencatat ketika orang mengatakan semuanya damai dan aman, tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan (1Tes 5:3). Itu sebabnya pengajaran yang benar tentang wahyu begitu penting untuk semua orang terutama untuk orang percaya.

Mungkin ada yang berkata: “tidak ada bedanya, sekalipun mempelajari Alkitab orang tidak akan tahu kapan itu hari-hari terakhir.” Pendapat itu keliru dan orang yang berpendapat seperti itu tidak pernah membaca Alkitab dengan benar. Banyak orang Kristen juga berkata bahwa tidak akan ada seorangpun yang tahu waktu Tuhan, dan mengajar bahwa Kedatangan Tuhan seperti pencuri termasuk bagi orang-orang percaya. Padahal Alkitab tidak mengajarkan demikian. Alkitab mengajarkan, Tuhan akan datang seperti pencuri bagi orang yang masih dalam kegelapan, tetapi bagi kita “anak-anak Terang”, hari itu tidak akan tiba seperti pencuri.

“Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.” (1Tes 5:4-5)

Mungkin Anda terkejut dengan hal ini, tetapi itulah yang Alkitab ajarkan, jadi hari itu tidak akan datang bagi kita secara tiba-tiba, artinya kita akan mengetahui dan kita akan dapat berjaga-jaga. Siapakah yang akan mengetahui hari Tuhan? Ayat di atas berkata “anak-anak Terang”. Ingatlah bahwa Alkitab Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita, “anak-anak Terang” adalah mereka yang bertekun mempelajari dan mengasihi Firman-Nya, mereka akan menjadi orang yang “terang” mata rohaninya. Merekalah orang-orang yang akan mengetahui waktu Kedatangan-Nya dan dapat berjaga-jaga dengan baik.

II.   Banyak Yang Salah Mengerti (Termasuk karena Ajaran-Ajaran Palsu)

Read More…

THE HORSE RIDERS

 

horse-riders-horev-org

Walaupun banyak orang hanya memperhatikan empat, sebenarnya dalam kitab Wahyu ada lima penunggang kuda yang melambangkan munculnya lima era kepemimpinan dunia sampai zaman baru tiba. Berikut ini keterangan dari era-era tersebut, dan penjelasannya baik dari pasal-pasal lain di kitab Wahyu maupun dari kitab-kitab nubuatan lainnya.  

Munculnya Penunggang Kuda Putih yang membawa Busur (Bow – KJV), ia dianugerahi mahkota dan maju memperoleh kemenangan (Wah 6:2).

Ada beberapa orang menganggap bahwa Penunggang kuda putih ini adalah lambang dari Tuhan Yesus bahkan ada yang menganggapnya sebagai nubuat munculnya seorang pemimpin suatu agama lain.

Perhatikan bahwa penunggang kuda putih tidak membawa “Pedang” yang secara rohani adalah Firman Allah (Efe 6:17), melainkan “Busur” yang secara rohani adalah ajaran yang menyesatkan (Hos 7:16).

Hal ini menjelaskan bahwa menjelang akhir zaman akan ditandai dengan munculnya mesias-mesias palsu (Mat 24:24) yang tidak mengajar dengan Alkitab Firman Allah, melainkan dengan ajaran manusia yaitu busur yang memperdaya (Maz 78:57). Dikatakan mereka akan memperoleh mahkota, hal ini melambangkan mereka akan memperoleh kekuasaan.

Ini adalah nubuat munculnya negara Vatican City pada 1929, dimana sebuah gereja bisa memperoleh tahta sekuler. Melalui perjanjian Lateran, Gereja Roma mengikat perjanjian dengan pemerintah Fasis Italy di kota Roma yang melahirkan kekuasaan sekuler dari para Paus, yaitu dalam bentuk negara micro Vatican City.   

Baca Mengenai Penunggang Kuda selanjutnya….

Read More…

Alkitab Menubuatkan Perubahan Geopolitik Global

geopolitics-change 

Dalam eskatologi atau pengetahuan mengenai akhir zaman, masa tribulasi atau masa sukar sering digambarkan sebagai musim kemarau atau musim panas. Pada Perjanjian Lama akhir zaman itu dilambangkan dengan panen di musim kemarau. Di kitab Amos dan Mikha akhir zaman digambarkan dengan pengumpulan buah-buahan musim kemarau(Amos 8:1-2, Mikha 7:1). Di Perjanjian Baru Yesus memakai istilah ‘musim panas’ untuk menggambarkan masa sukar atau masa tribulasi (Mat 24:32, Mark 13:28, Luk 21:30).  

Alkitab menubuatkan ada peristiwa besar yang akan terjadi menjelang masa tribulasi yang dilambangkan dengan ‘musim panas’ atau ‘masa kemarau’ ini. Salah satu tanda tersebut adalah Perubahan Geopolitik dunia. Sebuah perubahan drastis dari peta politik dunia akan terjadi menjelang masa-masa yang paling menentukan, yaitu memasuki ‘musim panas’ itu. Baca selengkapnya….

Read More…

Gempa Maha Dahsyat Akan Segera Terjadi

global-tectonic-quake-prophesied

 

Belakangan makin banyak terjadi bencana alam yang merengut banyak jiwa. Belum hilang di ingatan kita bencana Tsunami Aceh, lalu belum lama ini terjadi gempa Padang, lalu gempa di Haiti, dan belakangan terjadi lagi gempa di Chile. Gejala apakah ini?

Bagaimana menurut Alkitab, Apa yang sedang terjadi? Ternyata itu semua merupakan ‘alarm ilahi’, atau ‘tanda peringatan dini dari Yang di Atas’.

Menurut Alkitab, pada puncak akhir zaman, yaitu di tulah Murka ke Tujuh, atau yang penghabisan, akan terjadi sebuah gempa maha dahsyat, yang akan terjadi setelah Armagedon dan tepat menjelang kedatangan Tuhan Yesus kembali ke bumi, yaitu pada pertengahan tahun ke-7 dari tujuh masa ke-70 itu.

Gempa maha dahsyat ini disingkapkan Alkitab merupakan gempa global yang akan merubah peta daratan bumi, sekaligus mencatat babak sejarah baru peradaban umat manusia. Wahyu 16 melukiskannya sebagai berikut:

“Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” (17)

Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. (18)

Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. (19)

Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. (20)

Gempa ini bahkan dikatakan begitu dahsyatnya seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Melihat dampak dan ciri-ciri bencana yang digambarkan di ayat 19, yaitu kota-kota yang terbelah, bencana ini merupakan gempa akibat pergeseran lempengan tektonik bumi (Tectonic plates).

Menurut para ahli, permukaan bumi kita ternyata terdiri dari beberapa lempengan yang masing-masing terpisah satu sama lain. Lempengan-lempengan ini merupakan lapisan terluar bumi yang disebut oleh para ahli sebagai “lithosphere”. Lempengan-lempengan ini merupakan dasar dari benua dan lautan luas di dunia.

Lempengan-lempengan ini dari waktu ke waktu bergerak saling mendesak dan menciptakan dinamika dan bentuk geologi bumi kita sekarang ini. Para ahli menjelaskan bahwa pegunungan-pegunungan merupakan lekukan-lekukan “lithosphere” akibat tekanan lempengan-lempengan yang saling mendesak. Dalam proses desakan inilah akan terjadi gempa-gempa tektonik yang skalanya tergantung dari seberapa besar energi yang dilepaskan oleh pergeseran yang terjadi.

Gempa-gempa akibat pergeseran kulit bumi ini merupakan bencana-bencana yang sangat dahsyat dan paling menghancurkan. Sebagai contoh dalam sejarah tercatat gempa-gempa seperti gempa di propinsi Shaanxi – China  Tahun 1556, gempa di San Fransisco April 1906, gempa di Indian Ocean yang memicu Tsunami Aceh Tahun 2004.

Gempa Shaanxi di China  Tahun 1556, diperkirakan menelan 820,000 korban jiwa lebih, merupakan gempa paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia. Gempa yang terjadi pada pagi hari 23 Januari 1556 ini meluluh lantakan area sepanjang 840 km. Lihat di situs wikipedia.org dengan alamat http://en.wikipedia.org/wiki/1556_Shaanxi_earthquake

Epicenter gempa Shaanxi ini terletak di lembah Sungai Wei dekat kota Huaxian, Weinan dan Huayin. Efek dari gempa ini mencapai 500 km dari epicentrum, di beberapa tempat tanah retakan terbuka sedalam mencapai 20 meter. Gempa ini juga menciptakan tanah longsor yang menelan banyak korban. Dalam sebuah materi studi sejarah gempa China dicatat bahwa tanah secara tiba-tiba terangkat dan membentuk bukit-bukit. Dan daratan tiba-tiba amblas membentuk jurang baru. Sungguh gambaran yang sangat mengerikan.

Gempa di San Fransisco April 1906 dapat dijadikan bahan kajian. Akibat terjadinya pergeseran lempengan bumi di “patahan San Andreas”, kota San Fransisco telah mengalami bencana yang paling parah sepanjang sejarah Amerika.

Sanfransisco quake 18 Apr 1906

 

Hari Rabu 18 April 1906 dini hari, sebuah gempa tektonik dengan epicentrum berjarak 3 kilometer dari kota San Fransisco terjadi. Celah sepanjang 477 km terbuka akibat pergeseran lempeng bumi. Menciptakan gempa yang meluluh lantakan seluruh kota dengan kebakaran dan menelan 3000 lebih korban jiwa. Gempa ini merupakan bencana alam dengan tingkat korban terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Pergeseran lempeng bumi yang terjadi di dalam laut juga dapat menimbulkan tsunami yang dahsyat. Tsunami Aceh (Indian Ocean) Desember 2004 adalah contoh dari apa yang dimaksud. Masih banyak contoh bencana-bencana dahsyat lain yang diakibatkan oleh tubrukan atau gesekan lempengan-lempengan bumi.

Namun semua yang pernah terjadi dalam sejarah tidak sebanding dengan gempa dahsyat yang dinubuatkan kitab Wahyu ini. Ayat 19 dan 20 menyingkapkan runtuhnya kota-kota bangsa-bangsa. Dan pulau-pulau bergeser serta gunung-gunung tidak ditemukan lagi. Dalam terjemahan King James jelas disebutkan, “the cities of the nations fell: … And every island fled away, and the mountains were not found”.

Nubuat Murka Allah ketujuh ini menggambarkan suatu bencana yang akan mengubah keadaan bumi secara dramatis. Pergeseran lempeng-lempeng permukaan bumi secara besar-besaran atau minimal serempak di banyak tempat di bumi akan terjadi. Juga hujan es besar (ayat 21) akan membuat ancaman serius bagi peradaban umat manusia.

Bila dibandingkan dengan gempa-gempa dalam sejarah, seolah-olah Gempa San Fransisco dan sejenis gempa Shaanxi serta tsunami-tsunami terjadi secara serempak di setiap belahan bumi ini. Kalau hal itu terjadi, barulah mungkin setiap kota bangsa-bangsa akan runtuh sesuai yang dinubuatkan. Kalau semua lempengan-lempengan bumi bergerak barulah pulau-pulau akan turut bergeser dan mungkin beberapa gunung besar akan tenggelam ke dasar laut atau terbenam sama sekali ke dalam bumi. Betapa mengerikannya gempa dari Murka ketujuh ini.

Dalam kitab Yesaya pasal 24:1 yang juga merupakan ayat yang menubuatkan Murka terakhir ini, penggambarannya lebih jelas lagi. Bencana ini merupakan gempa akibat pergeseran lempengan permukaan bumi. Dalam terjemahan bahasa Indonesia ayat itu berkata. “Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya.”

Dalam terjemahan bebas langsung dari bahasa Ibraninya, ayat ini menyebut adanya permukaan bumi yang mengalami “distorsi”. Dalam Today English Version dipakai kalimat “twist the earth”s surface”. Jadi memang bencana dahsyat ini menyangkut pergerakan lempengan-lempengan bumi yang ekstrim.

Dunia seharusnya menyadari, bahwa suatu gempa dahsyat seperti yang dinubuatkan kitab Wahyu akan terjadi dalam waktu tidak lama lagi. Sebenarnya alam telah mengirimkan tanda-tanda yang cukup lewat beberapa gempa tektonik yang beberapa kali terjadi belakangan ini. Alam memberi “warning” bahwa sebuah “Global Tectonic Quake”, begitu mungkin seharusnya istilah yang semestinya dipakai, tengah bergerak perlahan menuju titik kulminasinya.

Orang banyak seharusnya menyadari hal ini, apa lagi kita umat Tuhan yang memiliki Roh Kesaksian Yesus. Kita bukanlah anak-anak malam yang tidak tahu apa-apa, ketika semua ini terjadi. Apabila kita berjaga-jaga, dan memelihara ‘pelita’ kita tetap menyala, maksudnya terus mempelajari Alkitab Firman Allah (pelita), maka kita akan memahami semua ini.

Ajaran Sejati Tentang Rapture

Pengangkatan adalah peristiwa dimana orang-orang percaya yang telah meninggal oleh aniaya Antikris ataupun mereka yang masih hidup dan bertahan melewati masa kesukaran, diangkat naik ke awan-awan seperti waktu Tuhan Yesus naik ke Surga.

Rapture adalah kata dalam bahasa Inggris yang berasal dari kata bahasa Latin “rapio”, yang artinya dilarikan ke atas atau dibawa terbang. Inilah yang dimaksud 1 Tesalonika 4:16-17:

“… yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

Jadi setelah 3½ tahun masa Antikris, dan sebelum Murka Allah dicurahkan, akan ada peristiwa pengangkatan ini. Orang banyak akan melihat Tuhan Yesus turun, tapi pada tahap ini hanya sampai di awan-awan. Lalu orang percaya yang mati karena penganiayaan Antichrist dan  mereka yang masih hidup dan tetap setia akan diubahkan, mengenakan tubuh baru, dan diangkat bersama-sama menyongsong Tuhan di angkasa.

Mengenai perubahan ke tubuh baru ini kita dapat mengerti dari kitab Injil, yaitu seperti tubuh Tuhan Yesus setelah peristiwa kebangkitan. Jadi bukan hanya roh, tetapi tubuh yang bisa dirasa dan dilihat. Tuhan Yesus mengenakan tubuh kemuliaan ini ketika Thomas mencolokkan jarinya ke lubang bekas paku salib. 

Tubuh baru ini adalah tubuh yang tidak dapat binasa, Paulus menyebut tubuh ini tubuh sorgawi. Perhatikan penjelasannya dalam 1 Korintus 15:49-52:

“Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.”

Jadi konsep pengangkatan bukan teori yang tidak memiliki dasar Firman Tuhan. Walaupun banyak yang sengaja memperdebatkan tentang Rapture ini, itu semua semata-mata karena peristiwa ini dinilai terlalu tidak masuk akal. Itu dapat dimengerti dari apa yang Tuhan Yesus katakan tentang kedatangan-Nya kedua kali dalam Lukas 18:18: “Akankah Ia mendapati iman di bumi ini?” Krisis iman memang telah melanda seluruh bumi.

Tuhan Yesus sendiri menggambarkan peristiwa pengangkatan ini di Matius 24:29-31, yaitu diterbangkan atau diangkat ke atas. Hal ini melibatkan banyak malaikat-malaikat Tuhan keluar ke seluruh penjuru bumi.

“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. (29)

Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. (30)

Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. (30)”  

Disini begitu jelas digambarkan dua hal yang selama ini menjadi pertanyaan bahkan perdebatan yang sengit:

Pertama, pengangkatan orang-orang pilihan(ayat 30) akan terjadi sesudah masa siksaan (Tribulation – KJV ayat 29). Jadi paham yang mengajarkan pengangkatan terjadi sebelum masa Tribulasi /masa Antikris atau biasa disebut paham Pre-Trib adalah tidak sesuai dengan apa yang diajarkan Alkitab.

Kedua, peristiwa ini akan disaksikan semua bangsa di bumi. Jadi pengangkatan kita bukan ‘secret rapture’, atau pengangkatan diam-diam, tetapi terbuka secara publik. Bangsa-bangsa akan melihat kemuliaan dan kekuasaan Anak Manusia datang di atas awan-awan di langit. Praise the Lord!

Dalam kitab Wahyu peristiwa pengangkatan ini  juga digambarkan terjadi setelah meterai ke-6 dibuka yaitu di pasal 6:12-13. Sementara itu peristiwa penganiayaan/tribulasi  terjadi di meterai ke-5 Wah 6:9-11.

Di pasal 7 yang merupakan detail peristiwa pengangkatan, digambarkan, ada 144,000 orang yang diangkat dari antara suku-suku Israel dan banyak tak terhitung jumlahnya dari bangsa-bangsa lain. Dalam kitab Wahyu peristiwa pengangkatan ini disebut dengan istilah dimeteraikan.

“katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!” (3)

“Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.” (4)

“Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa…” (9a)

Jadi kita tahu sekarang dan tidak ragu bahwa kita sedang menantikan peristiwa pengangkatan yang mulia ini. Tetapi kita harus setia dan tetap teguh, karena kita akan lebih dahulu menghadapi masa penyesatan Antikris.

Jangan takut dan jangan lekas bingung oleh ajaran-ajaran lain. Kalau Tuhan ijinkan kita mengalami krisis di akhir zaman, pastilah tidak akan melewati kekuatan kita. Yang penting disini adalah ketekunan orang-orang kudus, turutilah perintah Allah dan percayalah kepada Yesus: Jangan menyembah binatang itu dan patungnya. Jangan menerima tanda namanya. (Wah 14:11-12)

Haleluyah! Datanglah Tuhan Yesus, datanglah!

Kontroversi Rapture

 Pre-Trib Rapture is not biblical

Saat ini banyak macam paham mengenai Pengangkatan atau Rapture. Dari mulai yang menganggap pengangkatan itu tidak ada, sampai yang menganggap pengangkatan terjadi bahkan sebelum Antichrist muncul.  

Memang mengenaskan keadaan umat Tuhan di akhir zaman apabila tidak memahami kitab Wahyu. Tetapi lebih mengenaskan lagi melihat mereka yang memahaminya secara keliru, lalu berhenti belajar, berhenti menyelidiki. Sangat mengenaskan melihat mereka yang ‘mematok mati’ pengetahuan akhir zaman, jauh-jauh hari sebelum pengetahuan itu sempurna disingkapkan.

Di kalangan Protestan sendiri banyak yang mengajarkan bahwa Pengangkatan akan dilaksanakan sebelum Antikris muncul. Tentu saja ajaran yang disebut Pre-Trib ini sangat populer. Ajaran ini paling menyenangkan untuk didengar, namun tanpa disadari ajaran ini paling membahayakan jemaat. Pendeta mereka berkata: “Tidak usah pusing akhir zaman, kita tidak akan alami semua itu.”

Betapa menyedihkan! mereka secara tidak sadar, tidak mempersiapkan jemaat menghadapi krisis serius yang harus dihadapi. Mereka mengabaikan kotbah Tuhan Yesus di Bukit Zaitun di Matius pasal 24. Mengapa Alkitab mencatat peringatan berulang-ulang tentang peristiwa akhir zaman? Ada yang berdalih: itu untuk orang-orang yang akan tertinggal. Coba perhatikan baik-baik: Matius 24:21-22 “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat (great tribulation – KJV)… tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.”

Mana yang benar: mereka, yang berkata orang-orang pilihan sudah diangkat sebelum Tribulasi, atau Tuhan Yesus, yang berkata, demi orang-orang pilihan masa kesukaran itu dipersingkat? Disini telah ditulis sangat jelas, bahwa orang-orang pilihan mengalami tribulasi. Hati-hati banyak orang mengajar tanpa benar-benar mempelajari Alkitab Firman Allah.

Kalau orang percaya tidak harus mengalami Tribulasi, mengapa ada nubuat-nubuat akhir zaman yang intinya menyingkapkan keadaan Masa Kesukaran atau Tribulasi? Hampir seluruh bagian Perjanjian Baru  memperingatkan kita tentang masa penyesatan menjelang kedatangan Kerajaaan Allah di akhir zaman. Alkitab berulang-ulang memperingatan kita segala petunjuk, bagaimana mengetahui tanda-tanda jaman, munculnya Antikris dan perintah untuk waspada terhadap penyesatan. Mengapa ini semua diabaikan? Mengapa kita harus mempelajari semua itu, kalau kita tidak akan mengalami masa Antikris? 

Rasul Paulus yang banyak menerima penyingkapan tentang akhir zaman, menegaskan tentang penyesatan dari paham Pre-Trib ini di dalam 2 Tes 2,

“Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya (gathering=pengangkatan) kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.”

Hati-hati mengajar jemaat dengan mengatakan mereka akan diangkat sebelum mengalami masa sukar. Pengajaran ini merupakan yang paling berbahaya diantara berbagai paham Pre-Mill yang lain. Jemaat seperti dinina-bobokan atau dibuat tidak siap padahal paham manapun yang dianut, ujian iman akan tetap mereka alami. Perhatikan nubuat-nubuat telah diberitakan oleh para nabi dan rasul-rasul dalam Alkitab. Tujuannya satu, mempersiapkan jemaat menghadapi krisis di akhir zaman

Waktu saya remaja saya pernah bertanya kepada seorang hamba Tuhan senior yang bijaksana. Apa yang diajarkan kepada jemaatnya tentang pengangkatan. Beliau menjawab, dalam sinodenya, ada 2 paham yang dianut. Tetapi beliau mengajarkan kepada jemaatnya harus siap kemungkinan terburuk: yaitu masuk ke masa pengujian.

Menurutnya, ketika beliau mempersiapkan jemaat menjadi kuat menghadapi segala macam tantangan, termasuk masa kesukaran akhir zaman, tidak ada ruginya. Sekalipun ternyata kemudian mereka diangkat lebih dahulu, tidak ada persoalan dengan itu. Tetapi bila sebaliknya yang beliau ajarkan, dan ternyata jemaat harus masuk ke masa ujian akhir itu, jemaatnya akan berguguran tidak berdaya menghadapi masa kesukaran yang telah dinubuatkan berabad-abad itu.

Alkitab begitu detail mempersiapkan gereja-Nya untuk menghadapi masa itu. Jangan menutup mata jemaat dari mengetahui penyingkapan Firman Allah. mari dengan teliti kita ajar jemaat mempelajari Firman Tuhan. Jangan pusing dengan patokan organisasi dan denominasi. Ini akhir zaman, jangan lagi pusing dengan soal gengsi kelompok dan wibawa organisasi, semua itu tidak lama lagi akan lenyap. Cari kebenaran sejati, pelajari pengajaran hamba-hamba Tuhan dan periksa sendiri dengan Alkitab kita. Semua demi keselamatan kita dan jemaat Tuhan secara luas.

Waktu Kedatangan

 

Hampir setiap pendeta berkata, tidak akan ada yang tahu waktu Kedatangan Tuhan alias waktu Pengangkatan. Belum pernah saya mendengar ada yang berkata lain. Pendapat ini memang beralasan kuat. Kesimpulan itu datangnya dari perkataan Tuhan Yesus dalam Injil Matius pasal 24 ayat 36: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.”

Namun saya mendapat penyingkapan yang mengejutkan. Bahwa kita akan tahu hari dan saatnya, justru dari ayat tersebut di atas.

Tuhan Yesus berkata, yang lain tidak ada yang tahu, tetapi Bapa tahu. Jadi jika Bapa memberitahu kita, kita akan tahu! Bukankah seharusnya kita berpikir demikian? Kecuali kita tidak tertarik akan Kedatangan Tuhan. Atau kita tidak begitu percaya, bahwa Bapa akan memberitahu rahasia-Nya kepada kita.

Bukankah ada tertulis: “Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi”. Apakah ayat ini tidak berlaku sekarang? Apakah tidak ada lagi ‘nabi-Nya’ di akhir zaman ini?

Bukankah ada tertulis juga:”…kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.”?

Mungkin ada yg berkata, itu tidak kontekstual. Kalau begitu mari kita lihat kitab Daniel 12. Ketika Daniel bertanya tentang waktu-Nya. Malaikat Tuhan berkata di Daniel 12:9-10 “…Firman ini akan tinggal tersembunyi sampai akhir zaman … tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.”

Itu memang rencana Allah untuk menyingkapkan rahasia-Nya kepada umat-Nya di akhir zaman. Bukankah Tuhan Yesus juga berkata:”…tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.”(Markus 4:22)

Segera saya akan bahas di situs ini. Tentang kapan hari Kedatangan Tuhan menurut terang Penyingkapan Roh Kudus melalui Alkitab. Jangan keburu anggap sesat. Jangan seperti orang parisi yang menganggap semua yang mereka tidak bisa pahami sebagai kesesatan atau penghujatan.

Yang jelas dalam beberapa tahun ke depan kita akan menjadi saksi, semua nubuatan akhir zaman semuanya digenapi. Siap-siap saja.