Category : Bible Secrets

Ulasan Film 2012

2012-picture 

“2012” merupakan film yang berhasil, karena disajikan dalam momentum yang tepat. Film ini di Indonesia menimbulkan berbagai reaksi pro dan kontra. Itulah salah satu bukti keberhasilan film yang diangkat dari buku best seller Fingerprints of the Gods karya Graham Hancock.

Bagaimana seharusnya kita menyikapi film ini? Apa kata Alkitab tentang pesan yang disampaikan film ini?

Pertama Film 2012 ini seharusnya mendapat penghargaan karena lebih lantang dari gereja manapun dalam memperingatkan dunia akan bencana murka Allah yang akan menimpa bumi pada akhir zaman ini.

Walaupun tidak tepat seperti apa yang Alkitab nubuatkan, tetapi banyak kesaksian mengatakan karena film ini orang kembali ingat untuk bertobat.

Beberapa yang tidak tepat adalah mengenai Tahun 2012, apalagi tanggal yang disebut film ini sebagai hari H kehancuran itu. Background penentuan tanggal tersebut hanya mengambil ide dari ramalan suku Maya kuno yang salah penafsirannya.

Tetapi jangan menganggap bahwa Tahun 2012 ini tidak mempunyai makna bagi umat manusia. Ada sesuatu yang besar akan terjadi, tetapi belum “kiamat” seperti dalam film ini. Tahun 2012 baru merupakan permulaan dari tahun-tahun paling krusial dalam sejarah umat manusia.

Kemudian banjir besar akibat gigantic tsunami yang digambarkan terlalu berlebihan. Alkitab mengatakan bahwa bumi ini tidak akan dibinasakan dengan air bah seperti pada jaman Nuh lagi.

“Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi…” (Yes 54:9)

Memang akan ada bencana tsunami besar oleh erupsi sebuah gunung di laut pada Murka Allah Kedua (Wah 8:8-9), tetapi tidak akan memusnahkan bumi seperti yang digambarkan dalam film ini.  

Tetapi gempa dahsyat yang digambarkan film ini merupakan gambaran yang tepat untuk melukiskan Tulah Terakhir yaitu Murka Allah Ketujuh. Sebuah Mega Quake akan menghancurkan kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Gempa yang dinubuatkan Alkitab adalah memang gempa tektonik maha dahsyat akibat pergeseran kulit bumi (lithosphere).

Gempa maha dahsyat ini merupakan gempa global yang akan merubah peta daratan bumi, sekaligus mencatat babak sejarah baru peradaban umat manusia. Wahyu 16 melukiskannya sebagai berikut:

“Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” (17)

Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. (18)

Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. (19)

Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. (20)

Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.” (21)

Gempa ini bahkan dikatakan begitu dahsyatnya seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Artinya bila gempa seperti itu pernah terjadi di muka bumi tentu pada masa prasejarah sebelum manusia ditempatkan di bumi. Melihat film ini yaitu kota-kota yang terbelah persis seperti ciri-ciri bencana yang digambarkan di ayat 19.

Gempa maha dahsyat ini merupakan gempa global yang akan merubah peta daratan bumi, sekaligus mencatat babak sejarah baru peradaban umat manusia. Wahyu 16 melukiskannya sebagai berikut:

“Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” (17)

Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. (18)

Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. (19)

Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. (20)

Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.” (21)

Gempa ini bahkan dikatakan begitu dahsyatnya seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Artinya bila gempa seperti itu pernah terjadi di muka bumi tentu pada masa prasejarah sebelum manusia ditempatkan di bumi. Melihat dampak dan ciri-ciri bencana yang digambarkan di ayat 19, yaitu kota-kota yang terbelah, persis seperti yang digambarkan dalam film 2012 ini.

Jadi film 2012 ini sebagian mengandung pesan yang benar, bahwa keangkuhan hidup manusia dan segala kemegahan dunia suatu saat akan hancur dan tinggal puing-puing belaka. Kita mesti merendah dan bertobat dari segala kedegilan hati manusia.

Inspirasi “bahtera modern” yang disodorkan film ini benar-benar mengagumkan, sayangnya itu bukan solusi untuk dapat lolos dari 7 Murka Allah yang akan ditumpahkan ke seluruh bumi.

Solusi satu-satunya adalah: Menerima Yesus sebagai Juruselamat, bertahan pada masa Antikris dan Mengalami Pengangkatan sebelum Murka Allah dicurahkan atas bumi.  

Waktu Kedatangan

 

Hampir setiap pendeta berkata, tidak akan ada yang tahu waktu Kedatangan Tuhan alias waktu Pengangkatan. Belum pernah saya mendengar ada yang berkata lain. Pendapat ini memang beralasan kuat. Kesimpulan itu datangnya dari perkataan Tuhan Yesus dalam Injil Matius pasal 24 ayat 36: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.”

Namun saya mendapat penyingkapan yang mengejutkan. Bahwa kita akan tahu hari dan saatnya, justru dari ayat tersebut di atas.

Tuhan Yesus berkata, yang lain tidak ada yang tahu, tetapi Bapa tahu. Jadi jika Bapa memberitahu kita, kita akan tahu! Bukankah seharusnya kita berpikir demikian? Kecuali kita tidak tertarik akan Kedatangan Tuhan. Atau kita tidak begitu percaya, bahwa Bapa akan memberitahu rahasia-Nya kepada kita.

Bukankah ada tertulis: “Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi”. Apakah ayat ini tidak berlaku sekarang? Apakah tidak ada lagi ‘nabi-Nya’ di akhir zaman ini?

Bukankah ada tertulis juga:”…kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.”?

Mungkin ada yg berkata, itu tidak kontekstual. Kalau begitu mari kita lihat kitab Daniel 12. Ketika Daniel bertanya tentang waktu-Nya. Malaikat Tuhan berkata di Daniel 12:9-10 “…Firman ini akan tinggal tersembunyi sampai akhir zaman … tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.”

Itu memang rencana Allah untuk menyingkapkan rahasia-Nya kepada umat-Nya di akhir zaman. Bukankah Tuhan Yesus juga berkata:”…tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.”(Markus 4:22)

Segera saya akan bahas di situs ini. Tentang kapan hari Kedatangan Tuhan menurut terang Penyingkapan Roh Kudus melalui Alkitab. Jangan keburu anggap sesat. Jangan seperti orang parisi yang menganggap semua yang mereka tidak bisa pahami sebagai kesesatan atau penghujatan.

Yang jelas dalam beberapa tahun ke depan kita akan menjadi saksi, semua nubuatan akhir zaman semuanya digenapi. Siap-siap saja.